ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 46 manjat pohon


__ADS_3

"Hoek! Gak enak!" Zea memuntahkan semua nasi yang ia kunyah tadi


"Masak sih?" Mama pun ikut menyicipi nasi goreng itu


"Hem! Tapi enaknya? Kok kamu bilang gak enak?"


"Iss, mama kok jujur banget sih? Seharusnya bilang aja gak enak gitu!" Bisik Zea di telinga mama nya


"Dosa loh, sayang!"


"Biarin aja mah"


"Jadi mana sih yang benar? Enak apa enggak?"


"Gak enak! "Jawab keduanya serempak


"Ya udahlah, biar Alvin buang aja". Alvin pun mengmbil nasi goreng buatannya


"Eh, mau di bawa kemana?" Tanya keduanya


"Tapi katanya gak enak, ya mau di buang lah!"


Keduanya saling bersitatap, dan Zea langsung merampas piring yang berisi nasi goreng itu


"Lah? Kok diambil?"


"Mubazir!" Zea pun menyantap dengan lahap


"Bagi-bagi mama dong, sayang". Bisik mama yang ikut andil menyendok nasi goreng itu


"Mama ganggu aja ih!" Kesel Zea


Keduanya saling ribut memperebutkan nasi goreng buatan Alvin tadi


"Sok jual mahal! Jual murah aja gak laku!" Cibir Alvin dan berlalu pergi


"Udah lah, Om! Cuci gudang aja bangga". Sahut Zea


"Ntah tuh! Dasar monja! Hihihi". Sahut mama sambil cekikikan


************


"Zea! Zea! Ze!" Dari tadi mama terus memanggil, dan mencari setiap sudut ruangan namun masih tetap tak menemukan menantu blo'on nya itu


"Mama!" Panggil Zea sambil berteriak


"Kamu ada dimana sayang?" Teriak mama juga


"Ada di hati kamu! Eak".


"Serius dong, kamu ada dimana?" Mama mulai panik mencari keberadaan suara Zea, namun wujut nya tak ada


"Keluar deh, mah!"


"Ha? Keluar? Apa jangan-jangan ? " Mama pun berlari menuju pintu utama, dan mendapati Zea sedang memanjat pohon


"Sayang? Kamu ngapain disitu?"


"Enak tau, mah! Udah banyak angin lagi. Ini Zea lagi ngambil mangga, mama mau gak?"


"Sudah turun, turun! Ntar kamu jatuh!" Mama panik saat melihat Zea manjat ke pohon mangga di depan rumah


"Turung dong, sayang! Nanti jatuh loh".

__ADS_1


"Gak mau ah, mah! Di sini enak tau. Kiko aja kalah enaknya".


"Ada-ada aja kelakuan bocah ini! Sekarang aku harus apa?" Gumam mama panik


Mama pun memilih menghubungi Alvin.


[Hallo, Vin]


[Iya, ada apa mah?]


[ kamu pulang sekarang yah?]


[Pulang? Ini belum waktunya Alvin pulang, mah. Masih banyak pasien lagi]


[Tapi ini penting banget! Pake banget-banget lah pokonya]


[Emang nya ada apaan sih, mah?]


[Itu, anu, aduh! Si Zea, manjat pohon. Mama takut nanti dia jatuh. Kamu pulang yah.]


[Ck! Lagi-lagi dia menyusahkan ku. Iya, ini Alvin langsung pulang]


[Buruan yah, Vin! Mama takut terjadi apa-apa sama Zea]


[Iya loh, mah. Mama awasi aja bocil itu dulu tunggu sampe Alvin pulang yah.]


[Oke, sayang! Jangan lama-lama yah]


"Zea! Turun nak! Sayang!" Bujuk mama namun tak di respon oleh Zea


"Bentar lagi ya, mah! Seru banget ini". Ucap Zea sambil terus menggoyangkan dahan-dahan pohon


"Oh, astaga! Ya allah, macam mana ini?"


Mama sampai memohon pada Zea, agar ia turun dari atas pohon. Tapi nyatanya, sama sekali tak ia respon


Tak lama, terdengar suara deru mobil. Ya, itu mobil Alvin. Dia kini sudah sampai


Zea!" Bentak Alvin


"Apa sih, Om? Ngerepet mulu deh".


"Turun saya bilang!" Tegas Alvin


"Gak mau!"


"Turun!"


"Ngeyel banget sih, Om. Zea gak mau loh".


"Oh, gak mau turun yah?" Alvin mengambil sebuah bambu yang berukuran agak panjang. Bambu itu biasa di gunakan untuk memetik buah mangga


Alvin mulai menjolok tubuh Zea dengan bambu itu.


"Alvin! Jangan begitu ah, kasihan Zea. Ntar badannya bisa sakit klo di gituin"


"Apaan sih, Om! Ganggu aja"


"Turun saya bilang!" Kini Alvin sudah tak bisa menahan amarahnya lagi


"Zea mau turun, cuman gak bisa. Zea takut hiks...hiks...hiks..." ucap Zea sambil menangis


"Hp mama mana?"

__ADS_1


"Ini, buat apa?"


"Mama siaran langsung ya, terus bikin aja captionnya ' kuntilanak siang bolong'"


"Gila kamu? Ngak ah, buat apa di gituin".


"Om! Zea takut! Gak bisa turun!" Rengek Zea dari atas pohon


"Tolongin lah, Vin. Kasihan".


"Malas lah, mah! Lagian siapa suruh dia buat manjat"


"Om suami! Tolongin Zea!" Teriak Zea dari atas sambil terus memohon


"Ogah!"


"Om suami kok tega sih? Jadi nasib Zea gimana?"


"Pikirin aja sendiri!"


"Alvin, tolongin dong sayang! Zea lagi hamil loh itu, nanti klo kenapa-napa gimana?"


"Alvin sebel sama Zea, mah! Sikap sama sifat nya itu yang bikin kita jadi subhanaallah, astagfiruallah, Allah hu akbar!"


"Udah, tolongin dulu gih".


"Gak mau ah, mah! Biarin aja sana".


"Woi, suami laknat! Tolongin kek, dah tau bininya lagi kesusahan juga". Omel Zea


"Tuh? Mama liat kan? Apa gak sebel coba?"


"Udah, tolongin dulu. Kesian anak orang tuh".


Alvin pun mengambil tangga yang berada di samping rumah, lalu naik ke atas pohon


"Ayo turun".


Keduanya pun turun dengan menuruni tangga itu


"Kamu gak apa-apa kan sayang?" Tanya mama khawatir


"Nggak kok mah!"


"Makasih Om suami! Baik banget deh".


"Itu pun karena terpaksa!"


"Kamu ngapain coba pake acara manjat pohon segala? Mau belajar jadi monyet kah?"


"Astagfiruallah! Kamu berdosa banget!"


"Lalu? Ngapain?"


"Tadi kan Zea bosen banget. Nah, pas keluar jump mangga jdi pengen. Ya udah Zea langsung manjat aja deh, terus pas di suruh turun sama mama, tiba-tiba Zea jadi takut. Makanya gak berani turun"


"Sekali lagi kamu manjat-manjat kaya tadi? Saya antar kamu ke hutan, biar jumpa teman-teman kamu di sana".


"Astaga! Tega banget lo!"


"Sudah-sudah! Ayo kita makan dulu".


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2