
"Alvin pergi dulu ya, mah!" ucap nya
"Hati-hati, Vin! "sahut mama, dan Alvin pun mulai berjalan ke arah pintu
"Jangan lupa cari bini baru ya? "teriak mama
"Aman, mah! secepatnya". sahut Alvin
"Mama!! " teriak Zea
Keduanya pun tertawa bersama
"Ya udah, klo misalnya Om suami mau nikah lagi, Zea bakalan ikutan nikah lagi!"
"Hahaha... kamu mau nikah sama siapa? Emang ada yang mau?" Ucap Alvin
"Saya aja nikahin kamu karena terpaksa! Berarti itu pertanda kalo memang, gak ada yang suka sama kamu!" Tambah Alvin lagi sambil tertawa
"Mama!" Panggil Zea sambil merengek
"Alvin! Udah sana berangkat,ntar telat". Ucap mama
"Ya udahlah, Om! Kita cerai aja". Ucap Zea sambil menunduk.
Percayalah, Zea menunduk bukan karena sedih atau apalah itu. Melainkan ia sedang menahan tawanya, agar tak ketahuan
"Nggak! Ada ada yang boleh cerai! Alvin! Pigi kamu sekarang, atau mama coret dari kartu keluarga?" Ancam mama
"Waduh! Gak bisa di biarin nih!" Batin Alvin
"Coret aja, mah! Zea ikhlas kok! Ikhlas banget malah!" Zea pun langsung ikut memanasi mama mertuanya
"Bego banget sih kamu, Zea! Ya klo saya dicoret
Dari kartu keluarga, ya kamu juga gak dapat apa-apa juga lah".
"Klo Zea beda! Om kan sekarang udah di coret tuh dari kartu keluarga, sekarang gilirannya di ganti sama nama Zea aja". Sahut Zea
__ADS_1
"Emang bisa gitu? "Tanya Alvin
"Bisa dong! Zea gitu loh". Sahut Zea
"Sudah! Sudah! Pergi sana kamu, Alvin!" Ucap mama dengan memplototi Alvin dan Zea secara bergantian
Alvin pun keluar dari rumah nya
"Suami istri macam apa kalian ini? Limited edition! Hebat!" Ucap mama lalu pergi menuju kamar nya
"Iss! Semuanya marahin, Zea! Sebel banget deh". Gerutunya
"Cepat lah kau keluar anak kecebong! Dan lihatlah betapa pahitnya dunia ku ini". Ucap nya sambil mengelus-elus perut rata nya
"Bodo ah! Mending Zea molor aja di kamar". Zea pun naik ke atas menuju kamarnya
Sesampainya di kamar, ia menatap cermin yang berada di dalam kamar nya
"Gimana ya, klo misalnya nanti perut Zea udah besar?" Ucap nya sambil muter-muter di cermin
Zea mengambil beberapa kain, lalu di masukkan kedalam baju nya
"Makin gemes deh, Zea klo gini". Gumam nya memuji diri sendiri
"Gini mah, harus pake yang extra besar nih".
"Kira-kira, anak Zea ngapain ya di dalam sini? Dugem kali ya? Hihihi.." pikir nya sambil cekikikan
"Eh, kecebong!" Panggil Zea sambil mengelus perut rata nya
"Eh, kok kecebong? Ini anak manusia paok! Bego banget lah nih si, Zea". Ucap nya sambil menoyor kepalanya sendiri
"Eh, anak orang! Klo kamu dugem, ajak-ajak Zea juga dong! Kan Zea juga pingin".
Lebih bagus anak nya mati aja kali, ya? dari pada ngenes liat emak bapaknya kek begini
"Udah ah, geli lama-lama". Ucap nya merasa geli karena melihat perut besarnya yang terbuat dari gundukan kain
__ADS_1
Lalu Zea melepas gundukan kain yang ada di dalam baju nya
"Suntuk banget deh, Zea. Hem, gimana klo Zea hubungi Yuna? Ide bagus tuh". Gumamnya
Zea pun mengeluar kan gawainya, dan mulai menghubungi Yuna
"Halo, Yun"
"Iya, ada apa Ze?"
"Ga ada apa-apa sih, aku cuman gabut doang"
"Lah? Laki lo kemane?"
"Minggat! Ya kerja lah".
"Santai dong! Ngegas amat".
"Oh iya, Ze aku mau cerita nih"
"Cerita apa?"
"Ternyata yang lo bilang kemarin itu, ternyata benar" ucap Yuna
"Maksudnya?"
"Is! Tentang Kelvin loh"
"Ha, kenapa?" tanya Zea
"Ternyata dia itu, beh...."
"Benar kan? Kamu sih ga percaya. Gimana, lancar ga? " tanya Zea
Bersambung....
Segini dulu ya, guys! Aku nulis gini doang, tapi otak aku udah traveling kemana-mana.
__ADS_1
Dan aku takut nya itu ngaruh ke puasa aku, kan sayang ya kan? Bentar lagi mau buka hehehe