
Seminggu belakangan ini, Zea selalu mengalami mual-mual di setiap saat.
"Hoek... hoek... hoek..."
Alvin yang melihat Zea sedari tadi mondar mandir ke kamar mandi pun tak tega, dan merasa iba. Dia mengikuti sang istri dan memijit tengkuk leher Zea
"Kamu gak apa-apa kan, Ze?" Tanya Alvin panik sambil terus memijit tengkuk Zea
"Gak apa-apa, Mas. Palingan cuman masuk angin biasa". Sahut Zea
"Kamu yakin? Soalnya udah sering kamu mual-mual begini".
"Iya gak apa-apa loh, mas kamu tenang aja".
"Hem, apa jangan-jangan kamu hamil lagi, yang?" Tebak Alvin
"Ah, gak mungkin lah, mas".
"Kenapa gak mungkin? Kita periksa ke dokter ya?" Ajak Alvin
Zea menggeleng. "Gak! Aku gak mau, mas. Kan udah aku bilang, ini cuman masuk angin biasa
Aja".
Zea menolak keras ajakan Alvin buat ke rumah sakit. Sebab, iya sudah sering periksa dan hasilnya tetap nihil
"Ayo dong kan cuma sebentar". Ajak Alvin sedikit memohon
"Klo hasilnya negatif lagi bagaimana?"
"Atau beli testpeck aja?" Saran Zea
"Klo hasilnya negatif ya berarti kita belum rezeki".
"Aku ga mau".
"Udah kita langsung periksa ke rumah sakit aja".
"Em, oke lah". Akhirnya keduanya pun pergi kerumah sakit.
Zea yang sedari tadi hanya melamun, dan sedikit gelisah. Ia takut jika hasilnya negatif, dan betapa kecewanya Alvin nanti.
"Hey, kamu kok diam aja sih?". Ucap Alvin sambil menghadap ke arah Zea dan mengelus kepala istri kecilnya itu.
"Gak apa-apa kok". Sahut Zea lalu tersenyum.
__ADS_1
"Ga usah dipikirin, kalo memang hasilnya negatif ya berarti kita belum rezeki, dan belum di kasih kepercayaan sama tuhan buat punya bayi". Alvin seperti sadar dengan kegundahan hati sang istri
"Serius?". Ucap Zea lalu menatap wajah Alvin lekat. "Iya. Kita jalani aja dulu". Jawab Alvin.
Memang, setelah hampir dua tahun yang lalu saat Zea mengalami keguguran, sampai sekarang mereka masih belum di karuniai seorang anak.
Setiap periksa, selalu negatif. Itu yang membuat Zea sedih dan kecewa. Dia takut, jika dia tak bisa memberikan Alvin seorang buah hati, maka Alvin akan berpaling darinya dan menikahi wanita lain.
Setelah dua puluh menitan di perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit.
Alvin mematikan mesin mobil, lalu keluar dan membukakan pintu buat Zea. "Silahkan tuan, putri". Ucapnya sambil tersenyum dan menglurkan tangan.
Zea hanya diam. Tubuh nya sudah basah oleh keringat. "Ayo, sayang". Zea menggeleng. "Aku ragu, Mas. Kita balik saja yuk?" Ajak Zea
"No. Kita sudah sampai disini, masa mau pulang? Kan sudah, Mas bilang mau hasilnya apa pun itu, di syukuri aja. Yang penting kita udah usaha". jelas Alvin
"Kalau misalnya nanti hasilnya negatif, gimana?" Tanya Zea.
"Ga apa-apa. Berarti kita buatnya ada yang kurang. Atau bisa jadi kurang lama. Kapan-kapan kita sampai pagi aja". Sahut Alvin, yang membuat Zea kesal dan langsung memukul lengan Alvin
"Nah, gini kan cantik". Ucap Alvin sambil menarik kedua pipi gembul milik Zea dengan gemas.
Zea menarik nafas dalam. "Udah siap?" Tanya Alvin sambil menggeser rambut-rambut halus yang menutupi wajah cantiknya itu.
Zea mengangguk. Keduanya pun masuk sambil terus bergandengan tangan
"Gimana, dok? Positif atau negatif? Kalo masih negatif berarti saya kurang lama atau gimana ya dok? Padahal kami keseringan sampe pagi loh, dok. Kadang sampai lupa nyabut nya gitu". Cerocos Alvin dengan mulut jujurnya.
Wajah Zea sudah merah padam menahan malu. Sementara sang dokter hanya menanggapi dengan senyuman, dan sedikit menggaruk tengkuknya.
"Hust!" Sentak Zea yang langsung membuat Alvin menoleh.
"Kenapa, Yang?" Tanya Alvin dengan polosnya. Zea menarik lengan Alvin agar mendekat dengan wajahnya.
"Jangan di ceritain dong, ga malu apa?" Bisik Zea.
"Ngapain malu, yang? Kita biar berbagi pengalaman aja loh". Sahutnya
"Berbagi pengalaman, ndas mu. Bongkar aib yang iya". Kesel Zea dan di balas dengan tawaan oleh Alvin
"Udah cepetan, dok meriksanya. Lama amat, malah nguping".
"Selamat ya, bu, pak. Ibu positif hamil, dan sudah memasuki bulan ke tiga". Ucap dokter dan berhasil membuat Alvin pingsan.
Bruk!!!
__ADS_1
"Yang! Yang! Bangun, Yang!!!" Zea terus menepuk-nepuk wajah tampan Alvin.
"Walah-walah. Ndue bojo koyo wong wedok ngene toh, mbak". Celetuk sang dokter membuat Zea jadi malu.
Setelah beberapa menit, Alvin pun akhirnya sadar dari pingsannya. "Kok malah kamu yang pingsan? Buat malu aja". Ketus Zea
"Namanya kaget, Yang. Mualnya baru semalam, hamilnya dah tiga bulan". Ucap Alvin
"Apa tidak pernah periksa, bu?" Tanya dokter. "Memang udah beberapa bulan ini belum. Karena asal periksa selalu zonk". Sahut Zea
"Oh, pantas sampai tiga bulan hamil tidak tahu". Sahut sang dokter lagi.
"Klo sempat kamu ga mual-mual, yang. kita ga akan tahu klo kamu hamil kan? Mana di bawa periksa payah banget".
"Bisa-bisa, anak kita tiba-tiba lahir tanpa ada yang tau klo kamu sedang hamil. Bisa firal kamu nanti, soalnya dikira hamil anak jin. Ga tau kapan hamilnya, tau-tau dah lahiran aja". Ucap Alvin sambil tertawa terbahak-bahak.
"Iya. Aku emang hamil anak jin! Kamu jinnya. Jin tomang!" Ketus Zea
"Cie ngambek. orang setampan gini kok di bilang jin".
"Kamu bilang aku hamil anak jin. Sedangkan aku buat nya aja sama kamu, berarti kan kamu jinnya".
"Oh iya, ya, yang. Lupa, mas. Orang mas kok yang sering manjat kamu, sampe-sampe lupa bangun hahahah". Ketawa Alvin penuh menggelegar di ruangan ini.
"Maaf. Masih ada orang disini". Sindir sang dokter
"Eh, maaf ya, dok. Klau gitu kami pamit dulu ya, mau jenguk dedek soalnya". Ucap Alvin asal lalu berlalu keluar dari ruangan.
"Dokter mau suami saya? Klo mau ambil aja. Saya iklas". Bisik Zea.
"Gak lah, bu. Bisa-bisa saya gila tujuh keliling lagi". Sahut sang dokter. "Gak papa, dok. Suami saya ini jago loh".
"Jago pun klo udah sampe pagi gitu, duh ga lah". Sahut dokter lalu Zea kembali keluar
"Hati-hati, bu. Kalau keseringan bisa jadi nanti ga bisa pakai lagi". Bisik sang dokter yang membuat Zea bergidik ngeri.
"Iri bilang, dok. Ledek Zea.
"Gak lah ya, dok. Suami saya lebih hot". Sahut Zea lagi lalu kembali keluar
Dia yang nawarin, dia yang ngegas. dumel sang dokter.
Bersambung.....
Buat yang lagi nunggu-nunggu novel ini up, maaf ya. agak telat up nya, soalnya akunya lagi banyak urusan juga hehehe.
__ADS_1
apa? ga ada yang nungguin? okelah ga papa, yang penting aku udah up aja.