ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 61 Keguguran


__ADS_3

Terlihat bulir-bulir bening lolos dari pipi yang di tumbuhi bulu-bulu halus itu.


"Zea kenapa, mah? Kok bisa begini?" Ucap Alvin yang mulai terisak


"Sus, cepat bawa istri saya ke dalam! Dan panggilkan seluruh dokter yang paling terbaik!" Perintah Alvin, nyaris membentak


"Mama mau ikutan masuk!" Pinta mama


"Maaf ibu, ibu gak bisa masuk". Ucap suster dan langsung menutup pintu.


"Loh, dokter kok di dalam?" Tanya salah satu suster.


"Maaf, dokter. Dokter bisa nunggu diluar". Ucap salah satu suster tadi


"Terserah saya, atau mau kalian saya pecat?" Ancam Alvin, dan semuanya pun menunduk


"Cepat tangani istri saya! Lakukan yang terbaik!" Teriak Alvi


"Baik, Dok!"


************


"Istri anda mengalami pendarahan yang cukup hebat, sepertinya kandungannya tidak akan selamat". Ucap Dokter itu.


Alvin yang tak terima pun langsung menyerang dokter tadi. "Apa maksud anda? Jangan asal bicara!" Ucap Alvin sambil mengangkat kerah baju dokter Itu


"Saya akan keluar buat menenangkan mama saya. Lakukan yang terbaik buat istri saya, saya mohon!". Pinta Alvin pada para dokter itu.


Kali ini nada bicaranya mulai lebih lembut dari yang semula


Saat Alvin keluar, ia mendapati mama nya yang sedang terisak di lantai. "Mah!" Lirih Alvin


Sungguh ia tak kuasa menahan ini semua. Melihat istrinya terbaring lemah tak berdaya, dan mama nya yang seperti orang drepesi seperti ini.


"Maaf kan mama, Vin! Maaf!" Lirih mamanya sambil terus terisak


"Ada apa sebenarnya mah? Apa yang terjadi?"


"Tadi pas mama nyuruh Zea buat makan siang, tiba-tiba Zea jatuh dari tangga saat mau turun kebawah. Hiks ...." jelas mamanya sambil terbata-bata


"Maaf! Maafin mama! Ini semua salah mama! Hiks...hiks..hiks.." ucap mama yang semakin terisak.


Alvin langsung memeluk tubuh mamanya. "Ini bukan salah mama, ini juga bukan salah Zea. Ini sudah takdir mah!" Jelas Alvin menenangkan mamanya


"Ini salah mama! Mama yang salah! "


Bruk!


Mama Alvin tiba-tiba pingsan. Alvin di buat semakin panik ketika mamanya pingsan.


Untung saja ada mertua nya yang baru datang. Jadi Alvin bisa menitipkan mamanya dengan mama Zea. Lalu Alvin kembali masuk ke dalam ruangan operasi


"Bagaimana ke adaan istri saya? Apakah ia baik-baik saja?"


"Istri anda selamat dokter, tapi tidak dengan kandungannya". Sahut Dokter


"Kenapa dengan kandungan istri saya? Bagaimana ke adaan istri saya dan calon anak kami? Jawab!" Desak Alvin

__ADS_1


"Maaf dok, istri anda mengalami keguguran dan harus melakukan pengurekan". Ucap dokter itu


Alvin pun ikitan terisak. tak bisa ia bayangkan bila Zea dan seluruh keluarganya tau, bahwa kandungan Zea keguguran. Betapa kecewanya mereka?


Tiba-tiba pandangan Alvin mulai gelap dan..


Bruk!! Alvin ikutan pingsan


*********


Saat Alvin terbangun, ia langsung keluar dari ruangannya dan menemui mama dan mertuanya


"Zea udah sadar, Mah?" Tanya Alvin pada mamanya


Mama menggeleng. "Belum, Vin". Sahut nya


Tak lama, srorang dokter pun keluar. "Bagaimana keadaan mantu saya, Dok?" Tanya mama


"Pasien sudah siuman, buk". Sahut dokter membuat semuanya lega


"Boleh saya masuk?" Tanya mami nya Zea


"Boleh, tapi salah satu aja yah, bu. Jangan masuk semua". Jawab Dokter


"Klo gitu, Alvin aja yang masuk ya mah?" Akhirnya Alvin pun masuk ke dalam.


Saat Zea siuman, dia terkejut kala telah berada di ruangan serba putih ini. "Zea ada di dimana? Aww, sakit banget". Ucap nya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat


"Zea kok ada di sini? Bukannya tadi di rumah?" Ucap nya


"Mas! Zea kenapa? Kok bisa ada di sini?"


"Ha? Jatuh?" Ia berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya


"Kandungan Zea gak kenapa-napa kan, Mas? Jawab dong, jangan diam aja!" Desak Zea sambil mengguncang-guncang kan lengan Alvin


"Ka--mu ke guguran, Ze".


"Ha? Gak mungkin! Mas pasti bohong kan? Jawab mas, jawab!" Desak Zea sambil terisak


Alvin langsung memeluk tubuh mungil Zea. "Kita harus iklas, ini semua udah takdir".


"Nggak! Nggak mungkin! Anak Zea! Hiks...hiks...hiks.." isak Zea


"Kamu harus bisa iklas ya". Ucap Alvin menenangkan Zea


"Udah, sekarang kamu makan dulu ya?"


Zea menggeleng. "Zea gak mau makan".


"No! Kamu harus makan, sayang".


"Zea gak mau makan, titik". Kekeh Zea


Tak lama, mama mertua dan maminya pun masuk kedalam ruangan Zea


"Mami!" Panggil Zea pada sang mami

__ADS_1


"Kamu harus kuat ya, sayang? Mama tau kamu pasti kuat. Mana Zea yang mama kenal? Kok sekarang malah lemes kaya gini?" Ucap mami Rina pada putrinya


"Anak Zea, Mi! Nggak mungkin! Ini gak mungkin! Katakan, Mi, kalian bohong kan? Kalian lagi ngerjain Zea kan? Jawab!" Teriak Zea


Mama Lisa pun ikut menenangkan menantunya itu. "Sabar, sayang. Kamu harus bisa nerima ini semua".


"Sekarang makan dulu, yuk? Mau mama suapin?" Ucap mama Lisa.


Zea menggeleng. "Loh, kok gak mau? Gimana mau sembuh klo kaya gini?"


"Klo mami yang suapin, mau gak?" Ucap mami Zea. Zea juga menggeleng.


*********


Setelah Zea sembuh total, Dokter membolehkan Zea untuk pulang.


Sesampainya di rumah.


"Hei, murung terus". Tegur Alvin sambil menyenggol lengan Zea.


"Mas!" Panggil Zea.


"Hem, ada apa sayang?" Sahut Alvin. "Mas sayang gak sama Zea?"


"Sayang dong! Sayang banget malah". Sahut Alvin


"Klo mas sayang Zea, Zea bisa minta sesuatu gak?"


"Bisa! Apa sih yang nggak buat kamu".


"Klo gitu, Zea minta anak Zea kembali, bisa?"


Deg!


"Ya allah, sayang! Itu semua udah di tangan tuhan. Ini semua udah takdir, kamu harus bisa menerimanya".


Zea kembali terisak. "Ini semua salah,Zea! Zea yang salah! Zea gak becus jaga anak Zea! Hiks...hiks..hiks..."


"Shut! Gak boleh ngomong gitu. Ini semua udah takdir". Ucap Alvin yang ikutan terisak


"Klo Mas mau marah sama Zea, marah aja. Zea gak papa kok, ini semua memang salah Zea".


"Nggak! Kamu gak salah, sayang! Saya juga gak marah sama kamu, ini semua udah takdir sayang, takdir!" Tegas Alvin


"Sekarang makan dulu yuk? Ntar kamu sakit loh".


"Zea gak mau makan". Tolak Zea


"Ya udah klo kamu gak mau makan, saya pergi aja ni". Ancam Alvin


"Eh, jangan dong. Ya udah iya, Zea makan". Sahut Zea. "Nah, gitu dong".


"Nanti habis makan, kita jalan-jalan yuk?" Ajak Alvin mencairkan suasana


Zea menggeleng. "Gak mau".


"Lah? Kenapa?" Tanya Alvin "Gak apa-apa, Zea lagi males aja".

__ADS_1


"Ya udah, habisin dulu nasinya".


Bersambung....


__ADS_2