ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 42 Perang


__ADS_3

Saat Zea hendak menjawab, tiba-tiba Alvin datang


"Ini mah, Om Suaminya".


"Kamu selingkuh ya, Vin? "Tanya mama penuh selidik


"Nggak kok, mah! Ini Zea cuman salah paham". Sahut Alvin


"Salah paham gimana? Jelas-jelas tadi Zea liat sendiri kok". Kekeh Zea


"Huh! Om tega! Zea gantung diri aja!" Drama Zea sok paling tersakiti


"Ha? Gantung diri? Silahkan!" Sahut Alvin sambil tertawa


"Alvin! Eh jangan, sayang! Ga baik klo gantung diri, dosa loh". Sahut mama


"Biarin aja kali, mah! Emang kamu mau gantung dimana?" Tanya Alvin


"Pohon Toge!"


"Yaelah! Mau mati kok nanggung amat. Minum racun tikus dong, baru hebat! "


"Idih, Om! Ntar Zea mati beneran dong?"


"Kan emang pingin mati, ya udah minum racun aja".


"Udah gak usah ngalihkan masalah. Jujur, Om tadi selingkuh kan? Jujur!" desak Zea


"Siapa yang selingkuh, Zea?"


"Ya, Om lah! Masa mama!" Ketus Zea


"Bisa jadi juga yakan, mah?" Ucap Alvin sambil menyikut lengan mama nya


"Enak aja! Mama pula yang kamu tuduh! Mama mau selingkuh sama siapa?" Ucap mama tak terima


"Alah, itu loh mah! Alah, siapa yah namanya. Ah iya, Berondong yang di depan sana loh, mah! Itu gebetan mama kan?" Tuduh Alvin


"Enak aja! Mana ada mama selingkuh? Sama brondong lagi, kamu jangan fitnah mama yah, Vin!" Ucap mama tak terima, dan spontan memukul lengan Alvin


"Aduh! Sakit mah!" Ringis Alvin


"Biarin! Siapa suruh gangguin mama". Sahut mama sambil terus memukuli Alvin

__ADS_1


"Tunggu-tunggu! Mama selingkuh? Sama siapa? "Tanya Zea


"Itu, sama lelaki yang kost di depan jalan sana". Sahut Alvin


"Wiss! Hebat banget mama! Padalan, dia itu udah inceran Zea loh".


"Enggak loh, sayang! Gau usah di dengerin tuh si Alvin". Ucap mama


"Tapi ganteng juga kan, mah? "Tanya Zea dan diangguki oleh mama dan keduanya pun tertawa bersama


"Tunggu-tunggu! Tadi kamu bilang apa? Incaran?" Tanya Alvin mengulang kembali ucapan Zea


"Iya. Emangnya kenapa?"


"Ah, gak apa-apa! cuman mau bilang, semoga berhasil"


"Pasti dong! secara Zea itukan manusia tercantik di muka bumi ini".


"Hm, tapi kan...."


"Tapi apa? Om iri kan sama Zea? ya iri lah, masa nggak!"


"Ya gak gitu juga sih! Masalahnya, dia mau gak sama kamu?"


"Udah, Om tenang aja. Klo Zea di tolak, Zea kedukun aja". Sahut Zea santai


"Gak papa, yang penting matinya bersama dia". Eakk!


"Dasar bucin! Oh iya, Bocil kan emang kemarok bucin semua. Alias budak cinta!" Cibir Alvin


"Biarin! Iri ya? "


"Sok-sokan bucin, padalan sering di tinggalin!" Eakk


"Udah lah, Om! Gak usah sok-sokan kaya anak gaul gitu, Om itu udah tua gak cocok bahas cinta-cinta". Ketus Zea


"Diam lah bucin alay!" Sahut Alvin tak mau kalah


"Tau ah! Mama mau ke kamar aja, bisa gila liat kalian berdua". Ucap mama, lalu pergi ke kamarnya


"Udah mah, mamah pigi aja. Biar pasukan gila ini perang dulu". Sahut Zea


"Lanjutkan, ya! Ingat, gak mati gak keren!" Sahut mama, lalu masuk ke kamar nya

__ADS_1


"Liat nih ya, Om! Kalo orang dulu ada yang bilang gini ' cinta ditolak, dukun bertindak'. Berarti boleh dong yakan dukunin orang?"


"Pikir sendiri! Saya capek!"


"Lah, Om! Mau kemana?"


"Gantung diri di pohon toge! "Sahut Alvin


"Oh! Bagus-bagus! Ingat tadi kata mama, yang gak mati gak keren!" Ucap Zea sedikit berteriak karena Alvin sudah sampai di atas


"Klo gitu, kamu aja yang mati biar keren!" sahut Alvin dari atas tangga


"Enak aja! Zea masih mau hidup tau.


"yah, berarti gak keren dong?"


"Biarin! udah sana masuk kamar aja, eneg Zea liat muka Om!" usir Zea


"Saya malah alergi klo liat muka kamu! " sahut Alvin


"Idih! ngomong gak pernah di filter ah! ngajak perang beneran ya? tunggu Zea kesana". Zea pun mulai menyusul Alvin ke kamar


"Apa mau perang? ya udah ayo!" tantang Alvin dan langsung membanting pintu kamar


"Om! keluar! katanya ngajak perang, tapi malah ngumpet! dasar banci!" cibir Zea terus menerus


"Teriak aja, Ze! gak papa, gak bakal saya buka!" sahut Alvin dari dalam


"Ngajak perang, tapi ngumpet! katanya laki, kok cemen sih? tunjukkan lah kejantananmu!" teriak Zea lagi dari luar


"Ceklek!" pintu pun terbuka


"Kejantanan mana ni, yang harus di tunjukan?" tanya Alvin sambil menaik turunkan alis nya


"Giliran gini aja cepet! dasar mesum!" cibir Zea


"Gak mesum, gak normal". sahut Alvin


"Alasan!" sahut Zea


"Dari pada kamu, sok polos. padalan, beuh ratunya!" ucap Alvin


"Ih! Om bilangin Zea ratu? ah jadi baper! "ucap Zea senyum-senyum

__ADS_1


"Ratu mesum maksudnya". hahaha... ucap Alvin sambil tertawa


Bersambung....


__ADS_2