
Dari tadi Zea memperhatikan Alvin yang sedang asyik dengan ponselnya itu
Zea mengendap- endap mendatangi Alvin yang sedang berada di atas ranjang nya
Ia berjalan terjinjit-jinjit, agar Alvin dan mengetahui kedatangannya
"Wayo! Om ngapain tuh? " Ucap Zea mengejutkan Alvin.
Karena terkejut, ponselnya terlempar dan beruntungnya di tangkap oleh Zea
"Wuis! Nonton cara buat anak ah!" Ucap Zea sambil terus menonton fidio itu
"Heh, kembalikan ponsel saya!" Pinta Alvin dan langsung merampas dari tangan Zea
Zea yang mengetahuinya pun segera merubah posisi ponsel yang ia genggam semula
"Balikin! "
"Nggak!"
"Zea!" Bentak Alvin
"Om!!" Sahut Zea tak kalah kerasnya
"Kamu gak boleh liat beginian! "Alvin berhasil mengambil alih ponsel nya
"Iss seru loh, Om!"
"Seru-seru! Seru pala lo peang!"
"Enggak kok, ini buktinya kepala Zea bulat"
"Kamu gak boleh nonton fidio gini".
"Kenapa? Om aja boleh, masa Zea gak!" Sahut Zea
"Gak boleh pokonya!" Keukeh Alvin
"Gak papa lah, Om! Zea juga sering kok liat fidio beginian!" Jawab Zea
Mata Alvin mengerjab beberapa kali, saat mendengar perkataan Zea barusan
"Apa kamu bilang? Sering?"
Zea mengangguk
"Yaelah! Muka aja yang polos, otak astagfiruallah, subhanaallah, masyaallah!" Sahut Alvin
"Berarti kamu tau semua kan? Kenapa sok-sokan belagak polos?"
__ADS_1
"Kalo yang itu Zea memang gak tau, Om! "
"Gimana sih maksud kamu, Bocil? Gak jelas banget!" Cibir Alvin
"Iya. Zea sering nonton, cara buat anak! Tapi caranya beda".
"Beda? Beda gimana?" Tanya Alvin yang tak mengerti apa yang dimaksud Zea
"Zea itu sering nonton yang pake tepung gitu, terus di cetak deh jadi anak". Jelas Zea
"Jadi kalo buat dede asli, belum pernah liat?" Tanya Alvin
"Belum sih, Om! Makanya Zea penasaran banget nih, gimana sih isinya?"
"Udah, gak usah dibahas!" Sahut Alvin
"Oh iya, Om! Om kok sering banget sih liat begituan? "Buat apa coba?
"Udah, diem aja kamu!"
"Kan Zea cuman nanya, kok malah marah sih!"
"Sekali lagi kamu ngomong, saya kasih hukuman kamu!" Ancam Alvin
"Apa hukumannya?"
"Buat anak! Mau gak?"
"Udah! Mau gak?"
"Kapan? Sekarang?" Tanya Zea
"Terserah!" Sahut Alvin
"Ya udah, siapa berani?"
"Siapa takut bego! Siapa berani, ngomong aja masih belepotan!" Cibir Alvin
"Udah lah, suami lacnat! Jadi gak nih?"
"Yakin? Ya udah ayo".
Tok....tok...tok....
Tiba-tiba, pintu kamar ada yang mengetuk
"Ck! Siapa sih? Ganggu orang aja". Gerutu Alvin
"Iya, sebentar!" Sahut Alvin lalu membukakan pintu
__ADS_1
"Eh, mah! Ada apa mah?"
Mata mama mengerjap beberapa kali, saat melihat celana yang di pakai Alvin terbalik
"Mama ganggu, ya?"
"Nggak kok, mah! Memangnya ada apa mah?"
"Itu, di bawah ada yang nyariin kamu. Mama gak tau siapa. Ucap mama
"Oh! Ya udah, ntar Alvin nyusul".
"Oke! Nanti sebelum keluar, tolong celana kamu di betulkan dulu ya?" Ucap mama sambil cekikikan
Alvin langsung segera melihat ke arah bawah
"Oh, astaga!" Gumamnya
"Udah ya, mama turun duluan". Lalu mama pun turun ke bawah
"Ada apa, Om?"
"Mama. Tadi kata mama ada yang nyariin saya".
"Oh!" Sahut Zea
"Kamu kok gak bilang klo celana saya kebalik?"
"Gak papa deh, Om! Estetik jadinya". Sahut Zea
"Estetik kepala, kamu! Mala saya tau gak sih?"
"Nggak tau. Kan Zea gak liat, gimana mau tau aneh banget sih, Om! Belum minum obat ya?"
"Kamu diam di sini! Saya mau ke bawah sebentar". Pesan Alvin
"Gak jadi nih?"
"Jadi! Tunggu bentar". Sahut Alvin
"Gak ada siaran ulang ya, Om? Lewat dari lima belas menit, cancel!" Peringat Zea
"Lima belas menit? Cepat banget!" Protes Alvin
"Gak ada protes! Mau, mau! Gak, ya udah. Gak susah kan?"
"Oke-oke! Kamu tunggu saya"
"cepetan!"
__ADS_1
"Iya bawel!"
Bersambung...