
Karena tadi dapat telpon dari Zea, bahwa ingin mempersatukan bangsa. Hatinya jadi tak karuan, dan ingin cepat-cepat pulang.
"Wih, momen yang langka ini harus di abadikan. Hem, klo aku siaran langsung? Ah bisa juga hehehe". Pikirnya sambil senyum-senyum
"Eh, tunggu-tunggu. Masak siaran langsung? Malu dong. Ah, tinggal di matikan saja lampunya". Pikir nya lagi
Saat semua pekerjaannya sudah selesai, Alvin pun bergegas langsung menuju parkiran dan langsung pulang.
Sesampai nya di rumah....
"Assalamualaikum". Salamnya dan langsung masuk ke dalam
"Waalaikumsalam". Sahut mama
"Lah, kok mama yang bukain pintu? Zea nya mana mah?"
"Ada di dalam kamar. Emangnya kenapa klo mama yang bukaiin? Gak seneng?" Sungut mama
"Eh bukan gitu mah. Mama ih, baperan mulu deh". Goda Alvin sambil mencubit pipi mama nya
"Siapa yang baper?" Elak mama
"Ya mama lah. Lagian mama pun, baper kok sama anak sendiri".
"Jadi mau sama siapa? Klo sama papa kamu, ntar kamu punya adek lagi gimana? Gak mungkin juga kan sama suami orang?"
"Ya ampun mah. Bucin gak harus sampe jadi anak juga kali".
"Ya klo ke blablasan gimana?"
"Emang mama masih bisa memproduksi lagi? Hahaha"
"Sepele kamu. Buatnya aja sampe pagi kok, bahkan bisa sampe malam lagi hahahaha"
Alvin menatap takjub ke mamanya. "Waw, hebat banget mama". Ucap Alvin sambil bertepuk tangan
"Hebat kan? Gak kaya kamu!"
Deg!
"Emangnya aku kenapa?" Tanya Alvin heran
"Gak pernah di kasih main hahaha". Kini papa Alvin yang berbicara. Ya, kebetulan papanya Alvin baru pulang dari luar negeri karena ada pekerjaan yang harus di kerjakan.
"Ih, papa nyamber aja. Kaya tiang listrik tau".
"Biarin! Lagian kamu itu ya, masik muda tapi jarang di ajak tempur". Ucap papa Leo
"No! Siapa bilang?". " Zea yang cerita sama mama". Sahut mama yang berhasil membuat wajah Alvin merah akibat menahan malu
"Hahaha, kaya papa dong. Rajin di ajak tempur". Sahut papa, membuat mata mama mendelik. "Apa maksud papa sering bertempur? Apa jangan-jangan papa selingkuh, iya?!"
__ADS_1
"Eh, enggak kok mah". Elak papa. "Jadi kok papa bisa bilang sering bertempur? Kita aja udah lama terpisah pah".
"Ih, serem ya papa. Diam-diam makan dalam juga rupanya". Ucap Alvin memanas-manasi suasana
"Ck! Dasar anak durhaka. Bukan nya belaiin papanya, ini malah memperkeruh suasana"
"Jawab dulu pertanyaam mama, pah".
Di saat mama dan papanya sedang berdebat, Alvin lebih memilih pergi ke kamarnya karena ia sudah tak sabar dari tadi
"Mau ke mana kamu, Vin?"
"Buat dedek lah. Emang mama sama papa aja yang bisa". Sahut Alvin. "Nah, bagus. Gas terus jangan kasi kendor. Papa kepengen nimang cucu soalnya".
"Siap, pah. Aman nya itu". Sahut Alvin. "Yok, mah." Ajak Leo. "Mau ngapain, pah?"
"Buat anak juga dong".
"Inget umur, pah". Ucap mama.
"Wah, papa gak mau kalah ya".
"Iyalah, emang kamu aja yang bisa". Sahut papa
"Ayo lah, mah". Ajak Leo lagi. "Males ih". Tolak mama
"Palingan ntar lahirnya kaya Alvin juga. Bikin kesel". Ucap mama.
"Tenang, mah. Semoga yang kali ini beda gak kaya Alvin". Sahut papa
"Udahlah, buang-buang waktu aja pun". Kesel Alvin
"Udah pigi lah sana kamu, Vin. Cerewet amat kaya cewek aja".
"Bye mah, pah semoga sukses ya". Teriak Alvin sebelum masuk ke kamarnya
"Morning, sayang". Sapa Alvin saat sudah masuk ke dalam kamar
"Besok kita kerumah sakit ya, Mas?"
"Mau ngapain, Yang? Kamu sakit?" Tanya Alvin panik
"Bukan aku, tapi kamu. Sahut Zea. Aku? Aku gak sakit kok".
"Iya, sepertinya mata kamu sedang bermasalah deh, Mas".
"Enggak kok, orang masih bagus gini".
"Jadi kenapa kamu bilang good morning tadi?"
"Oh itu, biasalah. Efek terlalu bahagia, Yang".
__ADS_1
"Bahagia kenapa? Tanya Zea. Mau unboxing hehehe". Sahut Alvin
"Lebay". Cibir Zea
"Ayolah, Yang". Ajak Alvin tak sabaran. "Masih sore loh, Mas. Kamu kan juga belum mandi. Uh, bau banget". Ucap Zea sambil menutup hidungnya
"Ini aroma cinta loh, Yang". Sahut Alvin sambil tertawa. "Aroma cinta apaan? Bau prengus iya". Cibir Zea
"Mandi dulu ih, Mas bau tau".
"Mandiin". Rengek Alvin seperti anak kecil
"Mas, udah pernah liat kulkas terbang belum?" Tanya Zea
"Belum sih. Emang ada?" Zea berjalan ke arah kulkas dah langsung memeluknya. Mau liat?
"Is, main ngancem mulu. Bentar lah, saya mandi dulu".
Saat Alvin sudah berada di kamar mandi. Ia berteriak memanggil Zea untuk mengambilkan handuk.
"Yang, oh yang! Yang! Yang! Halo! Yang!" Teriak Alvin
"Apa sih, Mas? Keter deh".
"Tolong ambilin handuk dong". Pinta Alvin. Zea pun menurut, dan mengantarkan sebuah handuk buat Alvin
Alvin menarik tangan Zea buat ikut masuk ke dalam kamar mandi.
"Apaan sih, Mas?"
"Sekalian, Yang."
"Mas!" Tolak Zea dan berusaha melepaskan diri
Bukannya mandi, kedua pasangan halal ini malah tarik-tarikan di pintu kamar mandi.
Alvin tak membiarkan Zea kabur. Sampai-sampai Zea merangkak keluar dari kamar mandi, dan Alvin malah menarik kedua kaki Zea
"Astaga, Mas! Tolong! Tolong!" Teriak Zea
"Di kasih enak, kok malah minta tolong sih, Yang".
"Enak pun, tapi inget waktu dan tempat jugadong mas".
"Kan ini enak, Yang"
"Terserah kamu deh, mas." Pasrah Zea
Bersambung...
Tarik-tarikan aja terus, sampai pagi hahahaha.
__ADS_1