ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 2 tidur di sofa


__ADS_3

"Ya elah Om-Om, mulut kok lemes amat!"


"Suka -suka saya dong, mulut-mulut saya, terserah saya mau bilang apa". Jawab Alvin membalikkan perkataan Zea


flash back


Alvin seorang dokter ahli bedah. Yang dijodohkan oleh orang tuanya dengan bocil yang petakilan, dan luar biasa resenya


Orang tua mereka telah berjanji, bahwa kelak akan menjodohkan anak mereka, dan akan menjadi besanan


Sedangkan Zea, ia adalah siswi kelas dua belas SMA yang sudah dijodohkan oleh orang tuanya


Zea memiliki sifat jahil, nakal, dan keras kepala. Di sekolah, jika tak berulah bukan Zea namanya


*****


"Udah sana, om pergi dulu." Usir Zea


"Hey, kamu siapa ngusir-ngusir saya?" Tanya Alvin dengan wajah garangnya


"Saya manusia yang paling manis dan imut di muka bumi ini." Jawab Zea percaya diri


"Pede banget kamu ya?" Ucap Alvin


"Jelas dong! Itukan kenyataannya." Jawabnya


"Udah, sana om pergi dulu."


Lalu ia berdiri dan mendorong Alvin keluar dari kamar


"Ribet amat sih tu Om-Om." Gumam Zea


Lalu ia masuk ke kamar mandi, dan mulai menjalankan ritualnya


Setelah selesai ia langsung mengenakan pakaian tidurnya

__ADS_1


Ia berjalan menuju pintu, dan membukanya


"Lama amat sih kamu! Bisa-bisa nya kamu usir saya dari kamar saya sendiri." Omel Alvin


"Maaf dong, om namanya Zea tadi lagi ganti baju, ntar klo, Om ngintip gimana?" Ucap Zea asal menebak


"Enak saja! Kamu pikir saya sudi gitu ngintip kamu? Uh sungguh tak berguna." Ucapnya dan berlalu begitu saja


"Eits, mau ngapain?" Tanya Alvin


"Ya tidur dong Om, masa mau nyanyi?" Jawab Zea asal


"Iya saya tau kamu mau tidur, maksud saya, siapa yang nyuruh kamu tidur disitu?" Ucap Alvin terus mengomel


"Jadi, Zea tidur dimana?"


"Di situ!" Ucap Alvin sambil memajukan bibirnya dan menunjuk kearah sofa


"Di sofa? " Tanya Zea terkejut


"Iya! " Jawab Alvin singkat


"Ck! Sudahlah. Biar aku saja yang tidur di sofa." Ucap Alvin mengalah


"Nah, gitu dong. Sama perempuan itu harus ngalah."


"Bodok!"


Alvin langsung membentangkan karpet di lantai, lalu merebahkan tubuhnya.


******


Keesokan paginya Zea di buat terkejut oleh Alvin yang membangunkannya seperti orang yang hendak ngajak demo.


"Woy bocil! Kebo! Bangun lo!" Teriak Alvin hingga membuat Zea terkejut

__ADS_1


"Aduh Om! Pake toak mesjid aja sekalian." Ucap Zea sambil menutup kedua telinganya.


"Makanya kamu itu jadi perempuan harus tepat waktu. Ini enggak, Jam segini masih molor lagi." Oceh Alvin geram


"Iya, iya! Ngerepet mulu ngalahin mami aku aja."


"Biarin!"


"Mau kemana? " tanya Alvin


"Ya mau mandi lah, Om jadi mau kemana?" tanya Zea sewot


"Oh, baiklah! saya tunggu kamu dibawah! awas aja kamu tidur lagi?" ancam Alvin


"Berisik deh Om! aku mau ngumpulin nyawa dulu nih." Ucap Zea sambil sesekali menguap


"Udah sana buruan! lama banget sih!" ucap Alvin tak sabaran


"Ya udah sih Om! ngerepet mulu dari tadi. "


"kamu saya suruh mandi, bukan jadi wawancara." ucap Alvin, dengan wajah garangnya lalu Zea lari terbirit-birit ke kamar mandi


"Tau takut, tapi ngeyel." Gumam Alvin lalu pergi kembali ke meja makan


"Zea nya mana, Vin?" tanya mama


"Masih mandi mah! aku heran deh sama mama, orang kek begitu dijadiin menantu, bangunnya aja kesiangan." Cerocos Alvin


"Udah kamu tenang aja. Pilihan mama gak pernah salah." jawab Mama Lisa sambil terkekeh


"hm, terserah mama." Jawab Alvin pasrah


"Nah gitu dong. Gini baru namanya anak mama."


"Alvin cerai aja deh, Mah. Gak sanggup, Alvin mah kalo hidup sama manusia labil itu."

__ADS_1


"Eh, kamu ngomong apa sih? Gak ada cerai-cerai! Kamu denger itu!"


Bersambung...


__ADS_2