
"Benarnya nih, Om? Kok Zea rada ragu ya".
"Bener! Kan sekarang lagi banyak virus. Jadi gak boleh ramai-ramai gitu". Ucap Alvin
"Gimana? masih mau pergi?"
"Gak mau ah!"
"Lumayan!" Batin Alvin sambil mencium dompetnya
*******
"Om! "Panggil Zea
"Hm, ada apa?"
"Zea pingin rujak deh. Beliin ya?" Pinta Zea
"Rujak?" Zea mengangguk
"Baiklah". Sahut Alvin sambil berjalan keluar
"Eh, Om! "Panggil Zea lagi
"Ada apa lagi bocil?"
"Nanti klo misalnya yang jualan rujaknya ganteng, bilang ya Zea kirim salam".
Alvin tak menjawab dan langsung pergi
Setelah beberapa menit pergi, kini Alvin kembali dengan sekantong plastik rujak
"Nah!" Ucap Alvin sambil memberikan rujak pada Zea
"Aduh, tangan Zea pegel nih Om! Suapin ya?"
"Modus, modus!" Cibir Alvin
"Ngangak!" Alvin memasukkan rujak kedalam mulut Zea
"Satu-satu dong,Om! Banyak banget, mulut Zea gak muat". Keluh Zea
"Makanya, klo punya tangan makan sendiri". Gak usah manja.
"Om, yang jualan ganteng gak? "Tanya Zea penasaran
"Ganteng! Rambutnya putih, gigi nya ompong, kulit nya keriput". Sahut Alvin
"Itu mah, udah aki-aki dong Om?"
"Yes."
"Mata Om ini buta ya? Udah aki-aki dibilang ganteng". Cibir Zea
"Berdosa kamu nyeritain orang tua." Peringat Alvin
"Astagfiruallah! Maaf kan Zea ya allah, ini gak salah Zea. Ini salah Om Suami yang pancing-pancing Zea". Ucapnya
"Terserah kamu, asalkan kamu bahagia". Sahut Alvin datar
"Lagi dong,Om!"
"Em, Zea gak mau timun". Tolak Zea sambil menggelengkan kepala
"Jadi?"
__ADS_1
"Itu nanasnya, Om!"
"Gak asam?" Alvin ngilu sendiri melihat Zea memakan nanas. Bisa di bayangkannya betapa asamnya buah nanas itu
"Nggak! Om mau? "Alvin menggeleng cepat
"Kedondong nya Om! "Pinta Zea sambil menunjukkan buah yang di maksud
"Apa? Berondong?"
"Kedondong! Jauh banget sama berondong". Cibir Zea
"Mirip tau".
"Nanti kamu sakit perut loh, Zea." Terlihat raut wajah Alvin yang khawatir akan Zea
"Gak! tenang aja, dah kebal"
"Mau lagi?"
"Gak! Zea udah bosen". Sahut nya
"Sayang dong klo ga dimakan, ntar mubazir! "
"Om aja yang makan."
"Gak mau ah, asam!"
"Nggak lo, percaya deh sama Zea".
"Gak mau." Tolak Alvin
"Om!" Panggil Zea lagi
"Idih, ketus amat!"
"Mau apa? Cepetan, jangan bertele-tele".
"Om, Zea pingin buah deh". Pinta Zea
"Tapi tadi udah".
"Beda. Zea pingin nya lain."
"Kenapa gak sekalian?"
"Orang kepinginnya sekarang kok".
"Ya sudah, mau apa?"
"Rambutan!"
"Gak ada, belum musim"
"Durian?"
"Belum musim juga"
"Duku?"
"Sama belum musim juga"
"Jadi, yang ada apa?"
"Semangka, mangga, ya gitu lah". Sahut Alvin
__ADS_1
"Gak jadi deh".
"Jadi maunya apa?"
"Em, oh iya. Om pinta mangga kenapa yang di samping rumah kita ini"
"Mangga? "
"Iya. Yang muda tapi."
"Di depan rumah kan banyak?"
"Gak enak! Enakkan mangga orang".
"Apa bedanya coba? Bentar lah, saya pinta dulu".
Alvin keluar dan mememui rumah yang di maksud
"Permisi! Permisi, ada orang?" Lama Alvin berdiri namun tak ada sahutan
"Minta mangganya ya? Makasih!" Ucap nya menjawab pertanyaan nya sendiri
Saat udah dapat beberapa buah mangga, ia kembali turun
Saat napakkan kaki di tanah, ada suara anjing yang menlong-long
"Mampus! Ada anjing lagi". Spontan Alvin lari terbirit-birit
"Tolong....mama...tolong.... "teriak Alvin
Bahkan saat sudah masuk perkarangan rumah pun, Anjing itu masik mengejar. Untung nya Alvin segera menutup pintu utama
"Kenapa sih,Vin?" Tanya mama bingung
"Di kejar Anjing mah".
"Kok bisa?"
"Panjang ceritanya mah, bye! "Ucap Alvin lalu pergi menuju kamarnya
"Zea! "Teriak Alvin
"Apaan sih,Om?""l
"Gara-gara kamu, saya sampai di kejar Anjing". Tuduh Alvin
"Ye, salah mangganya dong, kok salah Zea?"
"Nah mangganya. Gara gara dia, sama sampai kena kejar Anjing"
"Kamu ya mangga, gara-gara kamu Om suami di kejar Anjing."
"udah Zea marahin Om mangganya, sampe nangis lagi"
"Gak apa-apa lah Om, itung itung lari pagi". Sahut Zea
"Makasih loh ya, mangganya."
"Hm!"
"Cie ....marah!"
Btw, klo laki bini begini, anaknya begimane ye?
bersambung....
__ADS_1