
"Jadi gimana ini, Ze?" tanya Yuna
"Ya aku mana tau, kan aku bukan dokter. Tapi saran aku sih, lebih baik laki kamu aja yang kamu suruh hamil". Saran Zea
"Gila lo, Zea! Laki-laki mana bisa bunting. Keluar nya dari mana?"
"Banyak sih. Dari hidung, mulut, dan lain-lain. Banyak kan?" sahut Zea
"Sudah lah Zea, saran mu gak ada yang masuk akal semua. Jadi sebel".
"Klo gak, kamu maling anak orang aja Yun?"
"Ketinggian kau ini, Zea. Apa pula anak orang ku maling, di penjara lah aku". Omel Yuna
"Bego banget sih. Ya jangan sampai ketahuan lah".
"Walaupun! apa orang tua nya gak nyariin? Pasti bakalan ketahuan juga".
"Ribet amat sih hidup kau, Yun. Anak kambing mau? Atau anak kucing, anak ayam gitu misalnya, mau gak?"
"Error kau ini, Ze. Ntar cek ke rumah sakit ya". Saran Yuna
"Klo anak buaya ada gak?" tambah Yuna lagi
"Buaya gak ada, tapi biawak ada. Mau?"
"Udahlah, Ze aku mau pulang aja". Ucap Yuna sambil berdiri, dan hendak keluar
"Loh, kok cepat kali? Belum juga buatin minum". Ucap Zea basa basi.
"Basi, Ze! Alasan kau aja. Dari tadi udah di kode pun, tetep gak keluarnya tuh air putih". Sindir Yuna
"Oh iya? Mungkin aku gak denger kali ya". Elak Zea
Yuna memutar bola matanya malas. "Ya udah deh, aku pulang dulu ya".
"Hati-hati". Pesan Zea
Saat Yuna sudah benar-benar keluar dari kamarnya, Zea pun langsung menutup pintunya rapat
"Huft! Untung aja dia cepetan pulang, kalau nggak? bisa abis sirup di dapur. Hehehe". Gumamnya
__ADS_1
Tak lama, terdengar suara pintu terbuka.
Ceklek.
"Ck! Kebiasaan, gak pernah ketuk dulu". Omel Zea
"Kan di kamar sendiri, kenapa harus ketuk-ketuk dulu?"
"Ah udahlah, lupakan".
"Oh iya, Ze tadi kok temen kamu cepat banget pulangnya? Tumben Gak kaya biasanya? klo biasanya betah sampe gak mau pulang hehehe". Ucap Alvin sambil cengengesan
"Betah kali pun gak bagus juga, Om. Ntar makanan di dapur habis semua hehehe". Sahut Zea lagi
"Iya kan? Kalo datang bawa rezeki mah gak apa-apa, lah ini? Datang malah cuman bikin tumpur doang". Sahut Alvin
"Udahlah, Om. Dosa tau ghibahin orang?" Peringat Zea
"Oh iya, Ze. Kamu gak ada niatan gitu, mau ganti nama panggilan buat saya?"
"Memangnya kenapa, Om?"
"Gak apa-apa sih, cuman takutnya ntar orang nyangka klo saya ini Om kamu gimana?"
"Terserah lah".
"Kan betul sih. Om Suami! Keren kan?"
"Hem". Sahut Alvin
"Yaelah, bigini doang udah ngambek. Jangan jadi alay Om, mau pake sayang-sayangan segala, ntar juga di tinggalin. Betul gak?"
Alvin tak merespon.
"Apa lagi kan, Om orang yang lagi pacaran panggil nya ayah-bunda, giliran putus jadi janda-duda". Ucap Zea sambil tertawa
"Itu kan kamu. Berarti kamu janda dong? "Tebak Alvin
"Enak aja. Zea gak alay yah! Pacar aja gak punya". Sahut Zea
"Karena kamu jelek! Makanya gak laku! Hahahaha". Ledek Alvin
__ADS_1
"Enak aja! Zea itu cantik ya! sangking cantiknya, gak ada yang mau sama Zea. Mungkin!" Sahutnya
"Ya itu karena kamu alay! Ayah-bunda hahaha". Ledek Alvin lagi
"Diam lah! Dari pada, Om? Kapten negara, kapten oleng, bapak negara, abi, ayah, papa, papi, pipi! Alay!" Cibir Zea
"Enak aja! Mana ada saya begitu?" Elak Alvin
"Saya itu gak pernah pacaran ya, jadi gak alay kaya kamu!"
"Berarti Om jelek juga dong? Makanya gak ada yang mau, hahaha". Ledek Zea balik
"Udahlah gak usah di bahas. Mendingan kamu masak, saya lapar". Perintah Alvin
"Apa? Masak?" Ucap Zea terkejut
"Kenapa, kaget? Jangan-jangan kamu gak pande masak?" Tebak Alvin
Zea mengangguk. "Zea gak pande masak loh, Om".
"Udah asal-asal aja pun gak apa-apa". Sahut Alvin lagi
"Kalo mau keracunan, ayo". Sahut Zea lagi
"Ngerih banget sampe keracunan? Ada apa di dalamnya sampai keracunan?"
"Ada Sianidanya!" Sahut Zea asal
"Udahlah, Om aja sana yang masak. Masak yang enak ya?" Ucap Zea sambil mendorong tubuh Alvin keluar kamar
"Istri durhaka, penghuni neraka!" Cibir Alvin
"Istri soleha, penghuni surga! Ini yang bener". Sahut Zea
"Sholeha dari hongkong? Salahah iya". Sahut Alvin lagi
"Apaan tuh salaha? Zea itu, solehot! Hahaha". Ucapnya lagi sambil tertawa lebar
"Iya hot! Hot jeletot! "Ucap Alvin lalu pergi dari kamar.
"Nah itu tau!" sahut Zea
__ADS_1
"Dari tadi kek minggatnya. Buat kesel aja, kan jadi esmosi". Gerutu Zea lalu langsung menutup pintu
Bersambung.....