ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 22 belajar masak


__ADS_3

"Ya tapi jangan tiap hari juga kali mah! Kalo tiap hari, terus setiap hari jadi, semana banyaknya nanti anak Zea?" Ucap Zea sambil mengetuk-ngetuk kepalanya dengan jari telunjuknya


"Ya, gak mungkin dong sayang!" Sahut mama


"Bisa jadi aja sih mah!" Sahut Zea lagi


"Ya udah mari kita makan". ajak mama pada menantunya


"Kamu gak ke rumah sakit?" Tanya mama


"Gak mau lah, mah! " Sahut Zea


"Kenapa?"


"Nanti Zea jumpa sama tante ganjen itu, is jijik banget! "Jawab Zea


"Mah!" Panggil Zea


"Hem, ada apa sayang?" Sahut mama


"Mama ajari Zea masak ya?" Pinta Zea


"Kamu belum bisa masak?" Tanya mama


"Hehehe! Gak pande mah! Nginjek dapur aja Zea malas, apa lagi masak?" Sahut Zea


"Ya udah, nanti mama ajari masak ya!" Jawab mama


Setelah selesai sarapan, kini keduanya telah berada di dapur.


Ketika Zea menggoreng ikan, dia lompat-lompat sambil berteriak


"Aduh! Duh! Ih, Zea sebel deh! Kan panas banget!" Teriaknya sambil terus memasukkan ikan kedalam minyak panas


"Pelan-pelan, sayang! Minyaknya nyembur semua". Ucap mama


"Udah pelan nih, ma! Cuman minyak nya aja yang gak bisa di ajak kompromi". Teriak Zea


Mama hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah menantunya itu.


"Duh, mah! Liat ni, tangan Zea kena minyak semua". Rengek Zea pada mama mertuanya


"Makanya pelan-pelan, sayang!" Sahut mama


Saat sedang merajang cabai, tiba-tiba tangan Zea terkena pisau.

__ADS_1


"Aww!" Ringis Zea sambil memencet jarinya yang terkena pisau tadi


"Ya ampun! Kok bisa gini? "Ucap mama panik


"Duh, mah! Perih banget!" Rengek Zea


"Sabar ya, sayang! Mama cari kotak obat dulu". Mama berlari keluar dapur, berniat ingin mencari kotak p3k


"Sini tangannya". Lalu mama mengobati luka di jari Zea dengan plaster


"Hiks....hiks...hiks... sakit mah!" Lirih Zea sambil terus menangis


"Tahan! Nanti juga sembuh kok". Ucap mama


"Masih mau masak lagi? "Tanya mama


Zea mengangguk


"Lain kali hati-hati!" Ucap mama lalu kembali menyimpan kotak obat tadi


"Mah!" Panggil Zea lagi


"Apa, sayang!" Sahut mama


"Mungkin gak ya, Om suami ninggalin Zea, karena Zea gak bisa masak gini?" Tanya Zea


Lalu keduanya kembali lagi berkutat dengan bahan-bahan yang ada di dapur itu


"Tada... udah jadi". Zea menghidangkan masakannya di atas meja makan, dengan mama sebagai juri nya


"Silahkan,nyonya!" Ucap Zea


Saat mama sudah memasukkan masakan itu kedalam mulutnya, dan lihatlah apa yang terjadi


"Gimana,mah?" Tanya Zea


" ini masakan, atau air laut ya? kok asin banget!." Batin mama


"Hm, enak kok! Cuman terlalu asin". Sahut mama


"Berarti Zea udah pande masak? Yes!" Ucap Zea ke girangan


"Kaya mana kalo Zea yang tiap hari masak? Duh, bisa mati muda aku nih! " Batin mama lagi


Mama hanya mengangguk. Sungguh ini semua ini hanya terpaksa.

__ADS_1


"Mah! "Panggil Zea lagi


"Iya, ada apa?" Sahut mama


"Gak jadi deh, mah! Nanti sama Om suami aja! "Jawab Zea


"Mah! Kaya mana kalo Zea jadi dokter juga kaya Om suami?" Ucap Zea


"Kamu mau jadi dokter?" Tanya mama


Zea mengangguk.


"Ya, sudah! Nanti kita daftar ya". Sahut mama


"Eh, tapi gak jadi deh mah!"


"Kenapa?"


"Gak enak kayanya! "Jawab Zea


********


"Om!" Panggil Zea


"Ada apa?"


"Kalo Zea jadi dokter juga gimana?" Tanya Zea pada Alvin


"Kamu mau jadi dokter?" Alvin tertawa terbahak-bahak


"Kok ketawa sih!"


"Tipe kaya kamu mau jadi dokter? Yang ada kabur semua pasiennya". Jawab Alvin


"Sebel deh! "Ucap Zea sambil memanyunkan bibirnya


"Om, Zea mau nanya".


"Nanya apa?"


Lalu Zea mengambil gawainya, dan membukanya. Terlihat ada gambar sesuatu di dalamnya


"Ini apa? "Tanya Zea sambil menunjukkan gawainya


"Ini?" Tanya Alvin sambil tercengang.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2