
Yuna adalah sahabatnya, Zea dari sekolah dulu. Mereka berteman dekat sejak lama.
Yuna dan Zea hampir memiliki sifat yang sama. Cuman gak separah, Zea sih.
Ia kemari hanya untuk mengundan Zea ke acara pernikahannya.
Nah jadi, nanti kita akan kedatangan dua istri somplak ya, hihihi
**********
Ini adalah hari ke empat Zea mengalami mual-mual atau morning sickness
Kali ini beda dari hari biasanya. Pagi ini Zea terbaring lemah di atas ranjangnya yang berukuran king size itu.
Yang paoknya, kenapa gak di bawa periksa ke dokter? Istri sakit malah di pertahanin di rumah, bloon emang tu si Alvin.
"Kita ke rumah sakit aja ya?" Ajak Alvin, dan di balas dengan gelengan kepala oleh, Zea.
"Kamu harus di periksa, Zea! Wajah kamu pucat banget! " Ucap Alvin yang semakin khawatir akan kondisi sang istri.
"Zea gak mau, Om!" Tolak Zea dengan suara lirih
"Jadi mau nya gimana?"
"Mau di rumah aja".
Tak tega dengan kondisi Zea yang sekarang, Alvin diam-diam menghubungi rekannya untuk segera datang ke rumahnya
[Hallo]
[Hallo, dokter Alvin! ada yang bisa saya bantu?]
[Kamu datang kerumah saya, sekarang!]
[Emangnya siapa yang sakit, dok?]
[Gak usah banyak tanya, cepetan datang!]
[Oke, baik dok!]
Lalu sambungan pun di putuskan sepihak oleh Alvin
__ADS_1
"Kamu makan dulu ya?" Tawar Alvin, dan lagi-lagi di balas dengan gelengan kepala Zea
"Kamu belum makan, ntar tambah sakit lo".
"Zea gak mau makan lo, Om suami!"
"Kamu bilang aja kau mau apa?"
"Zea gak mau apa-apa".
Selang beberapa menit, sampailah dokter yang di hubungi Alvin tadi
Ia langsung menuju kamar, dan di antar oleh Art rumah ini
"Pagi, dok!"
"Eh, pagi! Buruan kamu periksa ini istri saya!" Sahut Alvin
"Istri?" Dokter itu pun terkejut, kala Alvin menyebut Zea sebagai istrinya.
Wajar saja bila ia terkejut. Sebab pernikahan Zea dan Alvin hanya privasi, dan keluarga saja yang tahu.
Saat Zea melihat wajah dokter itu, seketika raut wajahnya berubah. Ia sangat senang
"Wah, ada dokter ganteng rupanya". Ucap Zea sambil senyum-senyum
"Saya periksa kamu dulu, ya?" Ucap Dokter Zein
Dokter Zein, adalah orang yang menolong Zea saat ia kesasar di rumah sakit kemarin.
"Aneh sekali bocil ini. Tadi dia sakit, bahkan untuk berbicara pun susah. Mengapa saat Dokter Zein datang, ia langsung berubah? " batin Alvin
"Mungkinkah dia membohongiku dengan cara berpura-pura sakit? Jika benar,habis kamu sama saya". Batin Alvin merasa geram pada Zea
"Apa yang kamu rasakan sekarang?" Tanya Dokter Zein
"Mual, pusing, lemas, gak selera makan, gitu sih dok! Tapi saat liat wajah dokter, langsung baik aja gitu". Ucap Zea yang berhasil membuat Alvin cemburu
Zein pun tersenyum dengan perkataan Zea barusan. Berbeda dengan Alvin, sebenarnya cemburu, cuman gengsi.
"Zea!" Bentak Alvin
__ADS_1
Zea langsung terdiam, dan seketika raut wajahnya langsung berubah.
"Apaan sih, Om! Iri banget deh!"
"Ngapain saya iri dengan kalian? Oh, jangan-jangan kamu bohongin saya ya, Zea? "Tuduh Alvin dengan tatapan tajam nya
"Ha? Enggak-enggak! Siapa yang bohong sih, Om?"
Kamu lah! Tadi sakit, sekarang "tertawa. Kan aneh?"
"Aduh, Om! Kepala Zea pusing nih, lemes juga". Ucap Zea sok pura-pura sakit
"Halah, banyak kali alasan!" Cibir Alvin
"Om, ganteng! Zea emang sakit kan?"
"Iya! Soalnya kamu..." ucapannya terhenti sebab di potong oleh Zea begitu saja
"Om, denger kan? Zea itu beneran sakit! Gak boong loh. Sama istri sendiri gak percaya". Zea membuang muka nya ke sembarang arah
"Tunggu-tunggu! Tadi kamu mau bilang apa? Zea kenapa? Jawab!" Ucap Alvin ngegas
"Sabar ya ,dok! Tarik nafas....buang! Tarik nafas...buang! Tarik lagi... buang!" Ucap Dokter Zein memberi instruktur pada Alvin
Alvin pun mengikuti instruktur rekan kerja nya itu.
"Sudah-sudah! Kamu kira saya mau lahiran? Jawab aja sekarang, habis itu kamu langsung pulang". Omel Alvin
"Pulang ke rumah, dok? "Tanya Dokter Zein senang
"Ke rahmatuallah!" Sahut Alvin
"Astaga! Masih mau hidup,dok!"
"Ya pulang ke rumah sakit lah, pake nanya!" Ketus Alvin
"Jawab dulu, Zea kenapa?"
"Zea.... "Dokter Zein memotong ucapannya
Bersambung....
__ADS_1