ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 34 pergi kondangan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi Yuna. Sebab, ia akan menikah dengan pria pilihannya yang bernama Kelvin.


Yuna dan Kelvin sama-sama sahabat Zea saat sekolah dahulu.


Yuna kembali menghubungi Zea, agar ingin memastikan bahwa ia benar-benar datang ke acara pernikahannya itu


"Halo"


"Hm, ada apa?"


"Lo gak lupa kan?"


"Lupa apaan?"


"Ck! Datang ke pernikahan gue goblok!"


"Oh astaga! Aku lupa, hehehe"


"Datang ya?"


"Pasti!"


"Udah dulu ya, inget harus datang. Awas enggak, gue culik laki lo!"


"Kok laki gue pulak?"


"Biar lo jadi janda, hihihi"


"Bye, Ze!"


Sambungan pun di putuskan sepihak oleh Yuna


"Gak jelas" cibir Zea


"Om Suami!!!" Teriak Zea


"Astaga! Ini masih pagi buta, mengapa teriak-teriak? "Omel Alvin


"Ga papa, Om! Biar sekalian sport jantung". Jawab Zea


"Buruan, ada apa?


"Om lupa ya? "


"Lupa apa?"


"Hari ini kan Yuna nikah, terus dia ngundang Zea."


"Terus?"


"Ya Om anterin Zea lah."


"Ogah!" tolak Alvin


"Om!!" Teriak Zea lagi

__ADS_1


"Astaga! Suara kamu udah ngalahin toak mesjid aja sih!"


"Makanya anterin dong!"


"Oke, oke! Saya akan mengantar kan mu"


"Bener ya? Awas aja bo'ong."


"Tapi kan, Om! Zea gak punya kado gimana?"


"Bego banget, sih! " Alvin menoyor kepala Zea


"Apa salahnya tinggal kamu beli, gampang kan?"


"Iya sih, masalahnya kadonya itu apa?"


"Aha! Kamu belikan saja balon yang kemarin sebagai kado, gimana?" Usul Alvin


"Iss! Norak bin kuno banget! Orang nikahan malah di kasi balon". Cibir Zea


"Klo gak, kamu kasih aja sebuah ****** *****!" Ucap Alvin lagi terus memberi pendapat


"Idih! Topi koboy gitu? Hahaha". Zea tertawa dengan usul Alvin barusan


"Saya tidak ada bilang topi koboy, saya tadi bilang ****** *****!" Ucap nya penuh dengan penekanan


"Ah sudah-sudah! Bicara sama Om, hanya buang tenaga saja".


"Nanti kita pikirkan itu. Sekarang, kita siap-siap aja dulu" tambah Zea lagi


"Sana masuk duluan!"


"Sendiri-sendiri saja lah! Sama aja kan?"


"Beda loh, Om! Klo mandi sama Om itu, eh..em...ih..uh...beh... " ucap Zea dengan ekpresi yang kebelet BAB sepertinya


"Bahasa apa itu?"


"Udah, Om masih bocil! Wajar ga paham. Kita mandi bareng ya?" Alvin mengangguk dan kedua nya pun jadi mandi bersama


Zea nampak sangat cantik dengan dres berwarna navy yang di kenakannya


Di tambah lagi make up tipis, dan rambut hitam lebat tergerai


"Zea cantik gak, Om?"


"Biasa aja!"


"Gini klo orang dengki sama orang lain. Segini cantik nya Zea, dibilang biasa aja dasar aneh! "Gerutu Zea


"Cocok gak, Om klo kita jalan barengan gitu?" Tanya Zea


"Mengapa rupa nya?"


"Jawab aja dulu, cocok ga?"

__ADS_1


"Cocok sih sebagai Om dan keponakannya. Hihihi " Sahut Alvin sambil cekikikan


"Makanya Om itu jangan tinggi kali, udah ngalahin begu aja! "Cibir Zea


"Emang dari orok dah begini! Kamu aja yang ke kecilan, kaya kotoran gigi". Celetuk Alvin


"Udah ah, ayo buruan!"


Sebelum berangkat, kedua nya terlebih dahulu berpamitan pada mama


Setelah berpamitan, baru lah kedua nya berangkat


Saat di perjalanan hening, tak ada pembukaan pembicaraan


"Oh iya, Om! Dokter ganteng itu masih ada di rumah sakit ga?" Tanya Zea sambil menatap Alvin


"Sudah saya pecat!" Sahut Alvin dingin


"Mengapa di pecat?"


"Saya kasihan dengan hidupnya bila terus-terusan di ganggu oleh setan bocil". Sindir Alvin


"Setan bocil? Aneh sekali, Zea gak pernah denger".


"Iya, setan model gitu langka". Sahut Alvin lagi


Selang beberapa menit, sampailah keduanya di kediaman rumah Yuna


Zea langsung masuk dan menemukan Yuna


"Hai, Yun! "Sapa Zea


"Wah, kau cantik sekali". Puji Zea


"Makasih, Ze! Kau juga cantik."


Lalu Zea kembali pada tempat duduk nya semula. Ya itu di samping Alvin


"Cantik banget kan Yuna, Om? " Ucap Zea merasa kagum dengan sahabatnya itu


"Hm! " Sahut Alvin dengan cuek nya


"Makan yuk, Om?" Ajak Zea


"Kau lihat lah Zea, belum ada yang makan". Sahut Alvin


"Mungkin mereka sudah kenyang kli, Om!"


"Tahan sebentar kenapa? Macam gak pernah makan aja kamu!" Cibir Alvin


Saat Zea menatap ke arah hidangan, seakan-akan makanan itu memanggilnya


"Makan aku! makan! makan lah Zea!"


Zea langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"dasar setan! jangan berani-berani goda Zea ya? Zea itu udah punya suami. genit banget". gumam Zea


Bersambung....


__ADS_2