ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab: 7 sakit


__ADS_3

"Udah buruan, lama banget? "


"Nah, dah selesai."


"Lain kali, jangan ngerepet terus Om! Ntar cepet tua". Cibir Zea


"Bye Om! "


Lalu Zea kembali turun ke bawah, menuju ruang kelurga rumah itu


"Dasar bocil! cibir Alvin"


"Eh, tapi kalo di pikir-pikir Zea lucu juga yah". batin Alvin


Sambil senyum-senyum Alvin mulai mengganti pakaiannya.


"Apaan sih vin? ya kali lo suka sama bocil SMA gitu?" batinnya


Sudah genap sebulan pernikan mereka. namun sama sekali tidak ada perubahannya


pagi hari


"Hey, bocil! woy! bangun kamu mau sekolah ga?" Alvin terus berteriak di telinga Zea


Namun Zea sama sekali tidak merespon ucapan Alvin


"Zea! bangun!" kini Alvin semakin kuat berteriak


"Ih, apaan sih Om teriak-teriak?" tanya Zea dengan suara sangat lemas


"Kamu kenapa?" tanya Alvin yang mulai cemas


"Gak tau nih Om, badan Zea lemes banget! kayanya gara-gara gak di semangati ayang deh!" ucap Zea


"Jangan bercanda deh,Zea! gak lucu tau gak?"


"is! siapa yang bercanda sih, Om? badan Zea emang lemes banget"


Lalu Alvin menempelkan telapak tangannya ke kening Zea


"badan kamu panas banget! kita ke rumah sakit ya?" tawar Alvin


"Gak mau deh Om!" tolak Zea


"Tapi badan kamu itu panas banget, jangan ngeyel kenapa kalo di bilangin". omel Alvin


"Om kan dokter, Om aja yang periksa Zea gimana?"


"Sudah, ayo!" Paksa Alvin dan terus menarik tangan Zea


"Ih, kok Om kasar sih?" air mata Zea mengalir begitu saja


"kalo kamu ya bocil! di gituin aja nangis, padahal kamu gak saya apa-apain". omel Alvin


"Om sih ngerepet mulu! kuping Zea sakit nih".

__ADS_1


"Namanya saya khawatir sama kamu, nanti kalo terjadi apa-apa gimana?" ucap Alvin panik


"Cie! Om udah perhatiin Zea! udah mulai suka ya sama Zea?" tebak Zea


"Idih! dasar bocil geer!"


"Kamu udah minum obat?" tanta Alvin


"Belum!"


"kok belum?"


"Belum di suruh sama ayang! jadi gak Zea minum dong". jawab nya polos


Alvin menepuk jidatnya


"Dari tadi serba ayang mulu deh!emang harus ya disuruh ayang dulu, baru diminum?"


"Oh jelas dong Om! Om mana tau beginian!" cibir Zea


Lalu Alvin memberi beberapa obat penurun panas untuk Zea


"Nah di minum."


"makasih, Om!" ucapnya sambil ingin meminum obat nya


"Loh, kok diminum? kan belum disuruh ayang? "ucap Alvin


"Udah tapi". jawab nya


"Barusan!"


"ha? kok saya gak denger?"


"tapi Om yang bilang".


"Saya? jadi saya ayang kamu?" tanya Alvin senang


terlihat dari raut wajahnya. bibirnya mulai mengembang, mukanya merah dan Alvin akhirnya menjadi salting


"Jangan baper! cuman bercanda". kecus Zea membuat wajah Alvin langsung berubah


"Siapa juga yang baper?"


"Ya Om lah!"


"Saya? saya baper sama bocil? idih ogah banget!" ucap Alvin


"terserah deh Om!"


"Em,Om! Zea pingin bubur nih, Om beliin ya?" pinta Zea


"hemm!"


lalu Alvin mulai mencari bubur di sekitaran komplek

__ADS_1


setelah dapat, ia langsung kembali pulang


"Nah! "ucapnya sambil memberi semangkuk bubur kacang hijau


"Aduh, kok tangan Zea tiba-tiba sakit ya? aduh, gimana mau makan nih?" ucapnya berbohong


padahal minta disuapin, tapi gengsi! beginilah akibatnya


"ayo dong, Om! pekaan dikit kek? sini Zea, saya suapin! gitukan enak, ini mah malah diem mulu kek patung". batin Zea


"Aduh gimana ini, padahal Zea pingin banget makan bubur. tapi tangan Zea sakit". rengeknya sambil sesekali melirik Alvin


"Om!" panggil Zea


"Apa?" jawab Alvin ketus


"Suapin Zea, dong?" pinta Zea


"Ya sudah sini!" jawabnya


Ada yah orang kek begini? dikode-kode, eh dianya kagak ngarti. batin Zea


*******


"Oh iya Om, Zea mau nanya."


"nanya apa?"


"Om suka gak sama Zea?" tanya Zea


"Ya nggak lah! mana mungkin saya suka sama kamu".ketus Alvin


"saya sebenarnya suka sama kamu Zea, cuman saya malu". batin Alvin


"kalo Om ga suka sama Zea, kenapa kita gak langsung cerai aja?" tawar Zea


"Gila kamu! sampai kapan pun saya gak akan ceraikan kamu! "tegas Alvin


"Klo kaya gini berarti pernikahan ini sama aja bohong dong?"


"kok bohong? ini semua nyata Zea, nyata!"


"Pernikahan ini hanya status saja Om! kita sama-sama menderita disini! Zea juga pingin bebas, pingin dicintai,di sayangi, semuanya lah. tapi Zea gak mendapatkan itu semua di pernikahan ini". jelas Zea panjang lebar


Hati Alvin sakit mendengar perkataan Zea barusan.


Akankan pernikahan ini sampai disini saja? atau harus ia pertahankan


"Maaf kan saya, Zea! jika memang kamu merasa tersiksa dengan pernikahan ini". jelas Alvin


"Jadi sekarang kita gimana? putus atau terus?" tanya Alvin


bersambung....


Nah, gimana nih? cerai atau masih lanjut?

__ADS_1


__ADS_2