ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab: 67 Salah Paham


__ADS_3

"Kamu tadi buat malu aja sih, yang." Ucap Zea dengan bibir yang cemberut


"Buat malu gimana?" Tanya Alvin sok polos. "Alah, sok-soan pake acara lupa segala". Kesel Zea, dan di balas tawaan oleh Alvin


"Ih, kok malah ketawa sih?". Omel Zea.


"Abisnya kamu lucu banget. Untung cuman aku ketawain, kalo sempat aku masukin kan gawat". Ucap Alvin lagi sambil terus tertawa.


"Mulai deh, ih sebel".


"Cie, pake acara sebel-sebel segala". Ucap Alvin sambil mencubiti pipi Zea dengan gemas


"Tanggung jawab!" Ucap Zea tiba-tiba, membuat Alvin kebingungan


"Tanggung jawab apa?"


"Mas kan udah buat aku ngambek, jadi harus tanggung jawab". Terang Zea. "Oh, itu. Ya udah, sekarang mau apa?" Tanya Alvin


"Mau shoping". Sahut Zea antusias


"Shoping? "Ulang Alvin. Zea pun mengangguk. "Klo ini mah, namanya cari kesempatan". Gumam Alvin


"Jadi ga mau nih? Ya udah aku ngambek aja lagi". Ancam Zea. "Idih! Udah gede pake acara ngambek-ngambek".


"Biarin".


"Ya udah, ayo. Mau ke mall mana?" Tanya Alvin. Seketika membuat wajah Zea cerah kembali.


"Yang bener?" Tanya Zea, dan di balas anggukan oleh Alvin


"Hem, Zea mau ke mall yang paling besar di kota ini". Ucap Zea. "Terserah Mau tokonya sekali pun, bisa mas beli". Ucap Alvin


"Alah-alah, keluar sombong nya". Sahut Zea lalu keluar mendahului Alvin.


Sesampainya di mall


"Kamu mau yang mana, tinggal pilih". Ucap Alvin. Zea langsung memilih pakaian yang tergantung itu dengan terlalu bersemangat.


"Aku mau yang ini, yang ini, yang ini, sama ini juga". Ucap Zea sambil mengambil pakaian dengan jumlah yang banyak dan harga yang tinggi juga.


Alvin meneguk ludah beberapa kali. "Semua ini?" Zea mengangguk. "Ini nominalnya gak salah?" Tanya Alvin.


Zea mengangguk. "Namanya mall besar, norak banget sih, Yang". Oceh Zea


"Ini kemahalan, Yang. Belum lagi skincare nya, tas nya, sepatu nya Hadeh! " Ucap Alvin sambil menepuk jidat.


Dia bukan pelit, cuma harus berhemat. Siapa tahu kan kedepannya ekonomi lagi sulit, dan gak megang uang sama sekali. Itulah yang ada di pikiran Alvin sekarang


"Is! Pelit banget, deh. Gini doang di bilang kemahalan". Kesel Zea lalu mengembalikkan pakaian ke tempat semula.


"Ya udahlah, Zea ambil yang ini aja". Ucap nya sambil mengambil barang dengan harga di bawah seratus ribu.


"Murah banget?" Tanya Alvin membuat Zea kesal. "Ihh! Tadi katanya kemahalan Ini kemurahan. Ya udahlah pulang aja". Ucap Zea sambil pergi.


"Ya ampun, bukan begitu loh, Yang. Baperan banget deh". Pujuk Alvin. "Gak mau, mau pulang aja".


"Yakin? Gak jadi belanja nih?" Zea hanya diam. "Ya udahlah, ayo pulang". Ajak Alvin membuat Zea mencak-mencak bak anak kecil


"Ihhh, ga peka banget deh". Kesel Zea. "Kan memang kuping ku ga peka, yang. Klo peka, ga bisa denger kamu ngomong dong". Sahut Alvin


"Au ah, gelap".


"Masik siang ini, yang".


Zea yang geram, langsung memukuli lengan Alvin. "Au..aduh, sakit, Yang". Ringis Alvin


"Jadi suami kok gak peka banget sih, mas? Istrinya minta di ajak belanja tuh". Ucap ibu-ibu yang lewat sambil tertawa


"Oh, mau belanja?" Tanya Alvin. "Telat, udah basi". Sahut Zea kesal


"Ya udahlah. Pilih sana mau yang mana, biar nanti, mas yang bayar".

__ADS_1


"Gak mau,Nanti di marahin lagi". ucap Zea


"Enggak, udah sana masuk lagi". Zea diam, dan tak merespon ucapan Alvin


Alvin masuk ke dalam mall tanpa mengajak Zea. "Ih, bukannya di pujuk malah di tinggalin". Dumel Zea


Lalu Alvin mengambil semua pakaian yang di pilih Zea tadi. Selesai membayar di kasir, Alvin pun keluar


"Wah, banyak banget?" Ucap Zea kegirangan


"Ada satu lagi yang kurang, Yang". Ucap Alvin


"Apa?"


"Mbak-mbak yang di dalam. Cantik-cantik loh, Yang. Sayang aja klo ga di bawa pulang". Ucap Alvin membuat Zea kesal.


Brukk!!


Zea meninju perut Alvin.


"Aww. Sakit, yang". Ringis Alvin kesakitan


"Makan tuh, cantik. Udah tua gak inget umur. Masih aja jelaratan tuh mata".


"Cie-ciee.. ngambek nih yee... "ledek Alvin


"Bercanda loh, yang. Yok pulang?" Ajak Alvin


Sesampainya di rumah.


"Loh, mantu mama kenapa?" Tanya mama Alvin dan langsung meluk sang menantu


"Tau tuh, mah. Mas Alvin ganjen banget, Masa godain cewe lain." Adu Zea


Mama langsung menatap tajam ke arah putra semata wayangnya itu.


"Ngerih amat litiannya, mah. Awas, ntar lari loh matanya". Canda Alvin


"Ayo, sayang kita masuk". Ajak mama, lalu merangk tubuh Zea.


"Heran, sebenarnya anak kandungnya itu aku, atau Zea sih?" Gumam Alvin


**********


"Ah...ah...ah...."


Terdengar seperti suara seseorang yang sedang melakukan ritual, membuat Alvin terbangun dari tidurnya.


"Uh, berisik amat sih! Mau enak-enak aja harus tau sekampung ya?" Dumel Alvin


"Eh! Ini seperti suara..." ucap Alvin sambil berfikir.


"Mama buat sama siapa? Bukannya papa lagi keluar kota ya?" Pikirnya lagi. "Ada yang gak beres ini". Ucapnya lalu melangkah pergi keluar kamar


Tok! Tok! Tok!


Alvin menggedor pintu kamar dengan sangat keras, dan kaya lagi kesetanan.


Ceklek!


"Apaan sih? Ucap mama saat pintu terbuka. Mana laki-laki itu, mah? Mama lagi selingkuh kan?"


Plak!


Mama memukul kepala Alvin, membuatnya sampai meringis kesakitan.


"Sakit tau, mah."


"Salah sendiri. Siapa suruh fitnah mama?"


"Jadi suara tadi?" Ucapnya kebingungan. "Suara apa lagi? Mama lagi tidur, Alvin. Datang-datang malah fitnah orang sembarangan". Omel mama

__ADS_1


"Hehehe. Sorry ya, mah". Alvin salah denger. Ucapnya sambil cengengesan


Alvin pun kembali ke kamarnya. Saat sudah sampai kamar, suara itu makin terdengar jelas.


"Aneh?" Ucapnya.


Saat selimut di buka. Ternyata Zea lah pelakunya. Zea sedang menonton vidio panas itu


"Loh, yang". Kaget Alvin


"Kenapa? Kamu dari mana?" Tanya Zea.


"Tadi itu suara...?"


"Oh, ini? "Ucap Zea sambil menunjukkan ponselnya.


"Jadi dari tadi kamu ga tidur?" Tanya Alvin. "Tidur, cuman kebangun terus gak bisa tidur lagi". Jelas Zea


"Ya allah, yang aku udah fitnah mama loh barusan". adu Alvin.


"Kok bisa?"


"Ya karna kamu lah".


"Kok aku?"


"Kamu yang nonton ternyata. Mas kira mama tadi lagi gitu-gitu". Jelas Alvin. "Makanya jangan asal tuduh, liat dulu betul-betul".


"Kok kamu tadi gak bangunin aku?" Tanya Alvin. "Mas udah tidur, lelap banget malah. Jadi aku ga tega buat banguninnya".


"Alah, klo buat ginian mah, ga masalah". Ucap Alvin semangat sambil colek-colek Zea.


"Apaan sih, mas?"


"Yok". Ajak Alvin memberi kode. "Gak lah, aku mulai ngantuk nih. Lagian udah puas juga kok, liat yang besar barusan". Ucap Zea lalu memejamkan matanya


"Apanya yang besar, yang?"


"Batang".


"Punya? Pasti punya aku kan? Kamu mah nakal ih".


"Geer! Orang aku bilangin batang pisang kok. Tuh, liat aja sendiri". Ucap Zea sambil menunjukkan handphone miliknya.


Alvin terbengong.


"Tidur, udah malam".


"Tapi aku pengen, yang"


"Sana di pohon mangga".


"Loh, kenapa di pohon mangga? Kan enakan di kamar, yang?"


"Kamu bilang pengen, yaudah sana ke pohon mangga. Banyak tuh yang nunggu kamu".


"Siapa?"


"Mbak kun. Ga tau juga? Turu aja lah klo masik ga tau". Ketus Zea


"Ketus amat, yang".


"Biarin".


"Gagal lagi, gagal lagi. Apes mulu lah perasaan". Gumam Alvin membuat Zea senyum-senyum di balik selimutnya


"Mas.... mari mas...."


"Yang, suara siapa itu?" Ucap Alvin mulai ketakutan. "Kayanya suara mbak kun itu, mas".


"Ih, kok serem yang?" Ucap Alvin semakin ketakutan. "Katanya kamu pengen, ya udah sana". Ucap Zea sambil tertawa

__ADS_1


Alvin yang ketakutan langsung memeluk tubuh Zea, dan langsung tertidur.


__ADS_2