
Zea berjalan ke meja makan dengan menampilkan bibir yang selalu tersenyum. Terkadang ia juga tertawa sendiri
"Zea kenapa, Vin?" Ucap mama sambil menyenggol lengan Alvin
Alvin menggeleng. "Gak tau, mah. Kesambet kali ya?" Pikir Alvin
Mama dan Alvin terus menatap lekat Zea.
"Kenapa sih?" Ucap mama yang sangat penasaran
"Ya udah sih, mah gak usah di pikirin". Sahut Alvin sambil mulai mengambil nasi ke dalam piring nya
"Kamu kenapa, Ze?" Tanya mama khawatir
Zea menggeleng, dan kembali tertawa lagi
Mama yang melihat tingkah Zea itu hanya bisa menggelengkan kepala
"Vin, Zea kok jadi serem gitu sih? Mama jadi takut". Ucap mama yang menatap iba pada Zea
"Gak usah di ladeni loh, ma. Ntar juga baik sendiri". Sahut Alvin santai
"Tolongin dulu dong, Vin Kasihan". Perintah mama
"Ya udah bentar, biar Alvin liat dulu". Alvin berdiri di dekat Zea, dan memegang erat kepala Zea dan mengucapkan sesuatu.
"Mama tenang aja, biar Alvin yang urus". Ucap Alvin
"Bismillahirrohmannirrohim. Allahumma lakasumtu, wabika amantu, waalarizkika afthortu, birohmatikaya arhamarrohimin. Aminn". Doa Alvin
Mama terheran-heran melihat Alvin. "Mengapa kamu baca niat berbuka puasa Alvin?"
"Shut! Mama tenang aja, ini kayanya jin nya lagi puasa, terus gak hafal niatnya, ya udah Alvin bacain dulu". Sahut Alvin
"Yasallam". Mama menepuk jidatnya
"Apaan sih, Om? Sakit tau". Kesel Zea
"Diem dulu jin kafir!" Celetuk Alvin
"Enak aja ngatain Zea, jin". Kesel Zea
"Udah diem aja. Yaelah, bawel amat". Omel Alvin
__ADS_1
"Mau di apain, Vin anak orang?" Ucap mama khawatir
"Di gorok mah". Sahut Alvin asal
"Bismillahhirrohmanirrohim. Bismika allahumma ahya wabismika amut. Aminn". Sambung Alvin lagi
Mama terlihat semakin bingung. "Lah? Tadi niat buka puasa, sekarang doa mau tidur? Gimana sih?" Kesel mama
"Iya mah. Kata setannya, dia abis buka puasa jadi ngantuk katanya". Ucap Alvin
"Yang iya, kamu yang kesambet Vin, bukan Zea". Ucap mama
"Tenang mah, tenang! Harap bersabar ini ujian". Ucap Alvin asal
"Jangan bercanda deh, Vin".
"Siapa yang bercanda sih, mah? Orang lagi serius juga". Sahut Alvin
"Ya kamu lah, masa tukang sayur". Sahut mama asal
"Bisa jadi".
"Alvin! Jawab mulu klo di bilangin". Omel mama
"Yaelah mah, namya juga punya mulut".
"Diem dulu dong, mah. Alvin lagi fokus nih. Ntar klo salah mantra, bisa bahaya". Ucap Alvin
"Mantra? Mantra apaan? Mantra dari hongkong?" Kesel mama
"Shut!" Ucap Alvin sambil meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya
"Udah mau keluar nih!" Ucap Alvin
"Apanta yang mau keluar?" Tanya mama bingung
Tak lama terdengar suara. "Prut...prut...prut...nyess. ah, lega!"
"Alvin!" Teriak mama
"Yaelah mah, gitu doang pun".
"Jorok banget!"
__ADS_1
"Keceplosan mah, sorry dong". Sahut Alvin tak berdosa
"Hey, wahai jin kembaran Zea, keluar lah engkau!" Ucap Alvin sambil mengacak-acak rambut Zea
"Sakit Om!" Teriak Zea namun tak di gubris oleh Alvin
"Mah, tolong ambil kan air". Pinta Alvin
"Air? Buat apa?" Tanya mama bingung
"Udah ambilin aja mah".
Mama lalu menuangkan air ke dalam gelas, dan memberikan pada Alvin.
"Ini, Vin".
"Makasih, mah".
"Masalah apa lagi ini?" Gumam mama
Mulut Alvin mulai komat kamit baca mantra. Udah kaya lirik lagu yah, hehehe.
"Wes sewes sewes bablas angine!" Ucap Alvin dan
Byur! Byur! Byur!
Alvin menyemburkan air tepat di wajah Zea
"Om!!!" Teriak Zea
"Alhamdulillah. Akhirnya sadar juga". Sahut Alvin lega
Zea berdiri dan mengambil se teko air, lalu menyiramkan pada Alvin
Byur!
"Rasain noh".
"Astaga, Zea! Apa -Apaan kamu?" Pekik Alvin
"Wes! Udahlah, perang dunia ke tiga nih". Gumam mama, lalu mulai melanjutkan makanannya lagi
"Zea!" Teriak Alvin
__ADS_1
"Stop! Klo mau berantem jangan di sini. Noh, di luar sono". Usir mama
Bersambung....