
"Zea gak mau makan". Tolak Zea
"Ya udah klo kamu gak mau makan, saya pergi aja ni". Ancam Alvin
"Eh, jangan dong. Ya udah iya, Zea makan". Sahut Zea. "Nah, gitu dong".
"Nanti habis makan, kita jalan-jalan yuk?" Ajak Alvin mencairkan suasana
Zea menggeleng. "Gak mau".
"Lah? Kenapa?" Tanya Alvin "Gak apa-apa, Zea lagi males aja".
"Ya udah, habisin dulu nasinya".
Sebulan pun berlalu. Kini Zea sudah bisa meberima kenyataan, bahwa kandungannya telah ke guguran.
DI DALAM KAMAR
"Uuhh....!" Desahhan seorang wanita yang sedang menikmati permainannya
"Ahh...! Lagi sayang, lagi....." tambahnya lagi dengan nada yang menggoda
"Ternyata kau sangat bergaairah ya, Sayang?" Ucap pria itu
"Kau sangat panas, Sayang. Sampai-sampai aku kecanduan. Ahh..!" Ucap nya sambil terus menggoda
Wanita itu meletakkan kaki nya di punggung pria itu, dan tangannya melingkar di leher sang pria
"Apakah kau menikmatinya?" Tanya pria itu . "ya, sayang! Aku sangat menikmati serangan demi serangan mu". Sahut wanita itu
Begitulah isi vidio yang sedang di tonton oleh Alvin dan Zea.
Zea menatap layar laptop milik suaminya tanpa berkedip sedikit pun. Ia berusaha menelan saliva nya berkali-kali
"Fokus amat?" Ucap Alvin mencairkan suasana Zea tak mengubris, ia masih tetap fokus menonton
"Astaga! Pelan-pelan dong sayang! Kau menyiksaku, uhh....ahh......" mohon wanita itu, serta mengeluarkan suara-suara nya
"Sabar, Sayang! Ini lah puncaknya". Sahut pria itu santai
__ADS_1
'Astaga, dia yang bermain, mengapa aku yang panas dingin?' Batin Zea
'Lah? Kenapa Zea yang jadi kepanasan? Astaga!' Batinnya lagi
Zea menatap suaminya lekat-lekat. "Ada apa?" Tanya Alvin
Sudah tak tahan melihat vidio panas ini, Zea lebih memilih untuk mengakhiri menonton nya
"Loh? Kok di matiin, Yang?" Tanya Alvin terheran-heran.
"Udah ah, ga bagus liat vidio gituan". Sahut Zea
"Halah, bilang aja kamu pengen, iya kan?" Tebak Alvin membuat Zea menjadi kikuk
"Eh, mana ada? Jangan fitnah ya!" Sahut Zea membela diri.
"Oh, ya? Jadi ngapain gesek-gesek gitu? Udah pengen banget ya?" Ucap Alvin lagi yang membuat wajah Zea menjadi merah bak kepiting rebus
"Gak usah fitnah! Itu? Ini itu gatal"
"Lagian, Apa itu yang di balik layar? Kayanya udah mau keluar aja tuh?" Ucap Zea membuat Alvin menjadi salah tingkah
Alvin langsung melihat ke bawahnya, dan langsung menutupinya dengan kedua tangannya
"Astaga! Apa ini? Mengapa keras sekali?" Gumamnya. Alvin menampilkan wajah yang tak dapat di artikan.
Saat Zea menoleh, begitu terkejutnya dia saat yang sedang ia pegang bahkan sampai di remas itu adalah senjata milik Alvin
"Kyaa! Astaga!" Terkejut Zea sambil teriak sekencang mungkin karena terkejut
"Kok malah diem sih, Zea megang itu nya?" Omel Zea
"Namanya terkejut, lagian lama juga gak papa sih hahah". Tawa Alvin
"Mulai, mulai". Ucap Zea sambil memutar bola matanya malas
"Pasti tadi sengaja kan?" Tebak Alvin. "Fitnah! Mana ada Zea sengaja". Ucap Zea membela diri
"Mana pake di remes-remes segala lagi, jadi bangun kan?"
__ADS_1
"Namanya gak sengaja. Lagian pun, sebelum Zea pegang, anu mas kan emang udah bangun". Sahut Zea apa ada nya
"Heh? Tau dari mana kamu? Pasti kamu ngintip kan?" Tuduh Alvin
"Is! Fitnah mulu dari tadi. Gak perlu ngintip pun, emang udah keliatan. Orang dia nonjol gitu kok dari tadi". Sahut Zea polos nya
"Eh, udah pande ya sekarang? Siapa yang ajarin?"
"Tapi Mas yang ajarin, Zea. Bahkan sampai di praktekin lagi, ya pasti tau lah gimana sih!" Cibir Zea
"Kamu juga itu, kenapa geter-geter gitu? "Tanya Alvin. "Mana ada?" Elak Zea
"Orang jelas-jelas kamu kaya lagi gelisah gitu kok, malah bohong".
"Lagian, mereka yang sedang main, tapi malah kita yang ketar ketir". Sahut Zea dengan keadaan badannya yang panas dingin
'Duh, efek liat vidio tadi nih. Malu dong klo minta deluan'. Batin Zea
"Uhh..! " Alvin berhasil mengeluarkan sesuatu dari mulutnya
"Eh? Apa tuh?" Zea sontak pangsung menatap Alvin.
Alvin hanya nyengir kuda. "Kenapa?" Tanya nya
'Aduh, ya allah! Kok aku jadi gak bisa ngendaliin diri gini ya?' Batinnya
Alvin menatap Zea dengan senyuman licik. "Yok, Yang?"
"Kemana?" Tanya Zea.
Alvin langsung mendorong tubuh Zea hingga terjatuh di ranjang. Dan Alvin langsung menimpahi tubuh mungil Zea
"Akan ku buat kau lebib panas, dari vidio yang kita tonton lagi". Bisik Alvin di telinga Zea
"Kamu siap?" Zea diam. "Lebih tepatnya, aku pasrah!" Sahut Zea
"Udahlah gak usah bertele-tele, pake acara pidato segala!" Cibir Zea
"Pemanasan Yang, hehehe".
__ADS_1
"Siap? Siap gak siap, kita mulai". Ucap Alvin dengan napas yang memburu.
Bersambung....