ISTRI KECIL TUAN DOKTER

ISTRI KECIL TUAN DOKTER
bab : 60 Pendarahan


__ADS_3

"Saya gak mau tau, pokok nya kamu harus panggil saya Mas! Paham?" Tegas Alvin yang ingin di ganti panggilannya dengan sebutan 'mas'.


"Ih, Zea gak mau Om!" Kekeh Zea


"Om lagi, Om lagi! Kan sudah saya bilang, saya bukan Om kamu! Kapan saya menikah dengan tante kamu?"


"Is, gak tau lah Om!" Sahut Zea ketus


"JANGAN PANGGIL 'OM' PAHAM?" Ucap Alvin dengan penuh penekanan


"Is iya deh, Om! Eh Mas". Sahut Zea


"Nah, itu bisa nya? Awas kamu panggil saya Om ya? Saya gorok kamu!" Ancam Alvin


"Mas? Mas? Kok geli ya?" Ucap Zea sambil terkekeh


"Udah diam, nurut aja kenapa sih! "Kesal Alvin


"Kalo gak, kamu panggil saya pake sebutan sayang juga boleh, hehehe".


"Ye! Tambah males!" Ucap Zea acuh


Lalu Alvin mengarahkan tangannya ke hadapan Zea. "Eh, apaan nih?" Tanya Zea heran


Alvin tak menjawab, ia malah mengayunkan-ayunkan tangannya . "Ih, apaan sih? Ga jelas banget". Ketus Zea sambil menepis kasar tangan Alvin


"Apaan sih, Om?" Ucap Zea yang mulai kesal.


Alvin memplototi Zea. "Iya, iya! Apa Mas?" Ucap Zea dengan nada yang malas


Alvin tersenyum. "Gak ngerti ini apa?" Zea menggeleng


"Dasar istri durhaka!" Ketus Alvin


Zea masih diam di tempat, dan tak bereaksi sama sekali. "Salim Zea, salim! Dari tadi di anggurin mulu, capek tau! Di cium kek, apa kek!" Kesel Alvin

__ADS_1


"Oh, minta di salim toh? Mbok ya bilang to". Sahut Zea santai sambil mencium punggung tangan Alvin


"Hati-hati Om! Eh, Mas maksudnya". Sahut Zea sambil nyengir-nyengir


"Baik-baik dirumah, jangan lasak. Aktif boleh, tapi jangan berlebihan. Satu lagi, ini rumah ya bukan kebun binatang. Ga ada acara manjat-manjat lagi, atau apalah itu". Ucap Alvin panjang lebar


"Hem". Hanya itu yang keluar dari mulut Zea, dan berhasil membuat Alvin kesal. "Ham, hem, ham, hem! Ngerti gak? Kalo orang ngomong itu di dengerin!" Oceh Alvin tanpa henti


"Iya loh, astaga ngerepet mulu dah! Udah sana pigi, ntar kesiangan baru tau". Ucap Zea sambil mendorong tubuh Alvin


"Hati-hati ya? Jaga diri baik-baik". Pesan Alvin lagi


Alvin merasa tak tenang bila harus pergi meninggalkan Zea di rumah sendirian.


Alvin menatap wajah Zea dalam-dalam. "Kenapa? Kok nengokinnya gitu banget?" Ucap Zea yang merasa risih dengan tatapan Alvin


"Saya kok gelisah ya? Dan pikiran saya juga gak enak". Ucap Alvin


"Itu perasaan Mas aja, udah sana pergi. Ntar kesiangan loh". Ucap Zea


"Kenapa sih mas? "Ucap Zea yang merasa bingung


"Kok perasaan ku gak enak ya? Ada apa ini? "Batin Alvin


"Kamu sakit, Ze? "Tanya Alvin tiba-tiba


Zea menggeleng cepat. "Enggak kok, Zea gak sakit. Mas kenapa sih? Kok aneh banget".


"Ga tau, perasaan saya gak enak banget".ucap Alvin.


"Udah, gak bakal terjadi apa-apa sama Zea kok. Udah Mas buruan pergi ih, ntar kesiangan loh". Peringat Zea lagi


"Ya allah, lindungilah hamba dan istri hamba ya allah". Pinta Alvin dalam hati


Dengan berat hati, Alvin melangkah dengan berat hati keluar dari rumahnya dan menuju garasi.

__ADS_1


Perasaan nya sama sekali tak tenang. Ia selalu kepikiran tentang Zea, Zea, dan Zea. Ada apa sebenarnya dengan Zea? Apakah iya akan baik-baik saja?


Saat mobil Alvin sudah melaju jauh hingga tak terlihat lagi, Zea pun masuk ke dalam rumahnya.


"Aneh-aneh aja deh Om suami, bisa-bisa nya dia nyuruh Zea buat manggil 'Mas'. Aneh banget kan? Tapi unik juga sih hehehe".


*********


Mama Alvin berulang kali menghubungi nomor Alvin, namun tak ada jawaban.


"Alvin kemana sih? Kok di telpon gak di angkat?" Ucap mama nya panik.


Saat hendak makan siang tadi, saat Zea hendak turun kebawah, kaki nya terpeleset dan terjatuh dari tangga hingga pendarahan hebat.


Saat tau Zea terjatuh hingga mengalami pendarahan, mama langsung meminta bantuan satpam dan supir buat membawa Zea ke rumah sakit.


"Kamu yang kuat ya, sayang. Mama tau kamu pasti bisa melewati ini semua". Lirih mama sambil menangis saat menatap wajah menantunya


"Pak, buruan dong! Kasihan ini mantu saya". Ucap mama panik


"Iya buk! Ini saya udah tancap gas kok". Sahut sang supir


Mama tak henti-hentinya menangis meratapi menantunya yang sedang terbating lemah tak berdaya.


Orang tua Zea pun tak lupa di beri tahu kabar ini. Dan katanya mereka akan segera datang. Sedangkan Alvin? Alvin sama sekali tak menjawab telpon dari mamanya.


Saat sudah sampai rumah sakit, kebetulan mereka bertemu dengan Alvin yang hendak menuju kantin.


"Loh, mah. Mama kok ada di sini? Siapa yang sakit?" Tanya Alvin bingung.


Saat matanya menatap ke arah brankar yang di bawa suster, ia terlihat panik


"Zea!" teriak Alvin


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2