
"Apa senyum-senyum? Udah ah, Zea kebelet!" Zea pun bangkit dari duduknya, namun tak bisa pergi seakan ada yang menariknya
"Om! Lepas ih! Orang kebelet, malah di gangguin! Om!!" Teriak Zea, namun tak kunjung ia melihat kebelakang
Alvin yang melihat tinggah Zea itu pun hanya diam, sambil geleng-geleng kepala
Saat Zea menghadap ke belakang. "Eh, nyangkut ternyata. Hehehe" . Ucapnya sambil cekikikan
"Om kok gak bilang sih, klo nyangkut?"
"Buang-buang waktu". Sahut Alvin
"Kok bisa nyangkut sih? Kan jadi malu". Gumamnya sambil berjalan menuju kamar mandi
"Dasar aneh!" Cibir Alvin sambil terus memakan cemilannya
"Tolong! Tolong! Tolong!"
Terdengar teriakan Zea dari dalam kamar mandi. Alvin yang mendengarnya itu pun langsung berlari ke arah sumber suara
Saat Alvin membuka pintu kamar mandi, ia mendapati Zea yang tengah pingsan dan tergeletak di lantai kamar mandi
"Astaga! Zea! Zea, bangun!" Alvin menepuk-nepuk pipi Zea berharap ia akan bangun. Tapi hasilnya nihil
Alvin yang merasa panik kini memnggendong tubuh Zea dan membawanya ke dalam kamar
Alvin membaringkan tubuh mungil Zea di King Size mereka
"Zea bangun! Ze, saya mohon bangun lah!" Lirih Alvin sambil menciumi tangan mungil Zea
"Nah, kena lo!" Batin Zea
"Kok bisa gini sih?" Alvin terlihat semakin panik
Lalu Alvin mengambil sebuah Balsam, dan ingin mengoleskannya pada hidung Zea.
Kenapa pakai Balsam? Karena minyak kayu putih nya habis wkwkwk
Zea bangunlah! Ucap Alvin sambil ingin mengoleskan Balsam itu
Zea yang menyadari akan hal itu pun langsung bangkit dari tidurnya
"Lah? "Alvin terpelongo ke heranan
"Prank!" Teriak Zea sambil cengengesan
"Astaga, kamu bohongin saya?" Tanya Alvin kesal
"Hehehe, sorry dong Om!"
Alvin yang merasa geram telah di bohongi, ia menaruhkan Balsam yang di tangannya tadi ke hidung Zea
"Om!" Teriak Zea marah
"Prank!" Teriak Alvin sambil berlari
"Oh astaga! Hidung Zea panas banget". Ucap nya panik sambil mengibas-ngibaskan tangannya
"Itu orang nyebelin banget sih?" Geram Zea
Zea mengambil tisu dan mengelapnya terlebih dahulu, baru mencucinya dengan air
"Bisa-bisa nya aku kena prank? Awas aja kamu, Zea". Omel Alvin sambil menonton tv
*********
"Mau kemana?" Tanya Kevin
"Ke rumah Zea, boleh ya?"
__ADS_1
"Iss, boleh dong! Cuman sebentar kok". Ucap Yuna dengan wajah memelasnya
"Ya udah. Mau aku anterin gak? "Tawar Kevin
"Gak usah. Aku minta anterin supir aja".
"Oke, hati-hati ya". Pesan Kevin lalu kembali fokus pada laptop nya
"Belum juga pergi, udah di cuekin! Laptop mulu, Laptop mulu! Nikah aja sana sama laptop kamu!" Celetuk Yuna
"Jadi ngambek nih?"
"Kalo aku gak kerja, kamu mau makan apa? Makan batu? Makan cinta? Emang bisa kenyang?"
"Sudahlah, aku mau pergi. Jangan lupa makan Vin! Oh iya, anak kita kasih makan juga yah".
"Anak? Anak siapa? Bunting aja belum". Tanya Kevin keheranan
"kucing aku loh, Vin! Jangan lupa kasih makan ya. Bye !! " Yuna pun mulai melangkah keluar dari dalam kamarnya
"Kucing? Aku harus ngurusin kucing gitu? Males banget!" Gerutunya
Sesampainya di rumah Zea
Ting tong! Ting tong! Ting tong!
Yuna beberapa kali menekan bel, namun tak ada seorang pun yang membukakannya pintu
Tok! Tok! Tok!
"Zea! Assalamualaikum! Ze!" Teriak Yuna sambil terus mengetuk pintu besar di hadapannya itu
"Apa Zea pergi ya?" Gumam Yuna
Tak lama pintu terbuka, dan ia mendapati sosok lelagi tinggi besar sedang menguap lebar di hadapannya
"Eh, Yuna. Mari masuk". Ucap Alvin dan mempersilahkan Yuna masuk
"Zea nya ada kak?" Tanya Yuna ramah.
Sebenarnya Yuna sangat takut dengan Alvin. Karena ulah Zea. Ya, Zea selalu menghasut dan menakut-nakuti Yuna jika sedang berbicara dengan Alvin
Zea bilang Alvin itu seram, tegas, kasar, dan lebih-lebih ia suka makan orang. Begitulah kata Zea, sampai Yuna selalu terbayang-bayang.
"Sebentar ya, saya panggilkan dulu". Ucap Alvin lalu segera pergi
"Bener gak sih yang di bilang Zea? Tapi kaya nya, Kak Alvin itu baik deh. Baik banget malah". Batin nya
Tak lama, turun lah Alvin dengan di ekori oleh Zea
"Hai, Yun! "Sapa Zea
"Hai Zea! Apa kabar?" Sahut Yuna antusias
"Baik! Kita kedalam aja yuk?Di sini banyak setan soalnya". Ucap Zea sambil mengarah ke Alvin
Yuna terdiam, dan ikut menatap Alvin
"Apa liat-liat? Gak seneng? Main!"
Alvin tak merespon, dan fokus pada tv yang di hadapannya
Saat Zea dan sudah sampai di dalam kamar. "Kalian bertengkar?"
"Gak! Cuman lagi marahan aja!" Sahut Zea
"Itu mah namanya sama, Bambang!"
"Oh iya nya? Ya udah klo iya". Sahut Zea
__ADS_1
"Mau ngapain kemari?"
"Gitu amat nanyanya?"
Lalu mata Yuna beralih menatap bagian perut Zea yang sudah mulai keliatan agak buncit
"Ze, kamu hamil?"
Zea mengangguk
"Kok kamu gak ngabarin aku sih?"
"Lupa!" Sahut Zea sekenanya
"Kamu kok keliatannya biasa aja, gak ada seneng senengnya?"
"Seneng kok! Seneng banget malah". Sahut Zea
"Oh iya, aku mau nanya sama kamu Zea".
"Nanya apa?"
"Gimana supaya cepat hamil? "Tanya Yuna
"Klo aku kemaren sih, kebanyakan!" Sahut Zea
"Kebanyakan? Kebanyakan apanya?"
"Ngadon nya! terus gak lama jadi deh"
"Emang harus?"
"Gak tau juga sih. Cuman aku kemarin gitu".
"Klo yang itu gak mau ah, yang lain gak ada?"
"Hm, coba kamu KB aja Yun?" Saran Zea
"KB? Ya makin gak punya anak dong Ze, gimana sih?"
"Klo gak, kamu pake balon?"
"Balon? Balon apaan?"
I"tu yang kamu kirim kemaren".
"Sama aja, Zea! Mana bisa hamil". Sahut Yuna kesal
"Kamu coba aja masukkan bayi kedalam perut kamu". Ucap Zea lagi
"Jangan konyol deh, Zea!"
"Klo nggak, kamu masukin aja anak kecebong kedalam rahim kamu".
"Astaga Zea! Bego banget sih!" Geram Yuna
"Lah, buktinya ini aku hamil! Hamil anak kecebong juga". Sahut Zea dengan polosnya
"Itu anak orang Zea, bukan anak kecebong!"
"Anak kecebong loh, Yuna! Om Suami aja bilang gitu". Sahut Zea tak mau kalah
"Oh iya nya? Klo begitu aku hamil anak buaya aja deh".
"Itu ke gedean, gimana keluarinnya?"
"Dari mulut! "Sahut Yuna asal
Bersambung....
__ADS_1