
"Maaf, Om! Zea gak sengaja". Ucap Zea sambil menunduk
"Ya sudah! Gak papa". Sahut Alvin
"Om, gak marah? "Alvin langsung menggeleng
"Ya, sudah! Saya ganti baju dulu, kamu jangan kemana-mana ya?" Ucap Alvin
"Tumben baik, biasanya kek singa hihihi ".batin Zea sambil cekikikan
*******
Belakangan ini, hampir setiap saat Zea selalu muntah-muntah. Mama Alvin lagi gak dirumah, itu yang membuatnya khawatir bila harus meninggalkan Zea sendirian
Pagi ini, entah sudah berapa kali ia keluar masuk kamar mandi
"Kamu yakin gak apa-apa?" Tanya Alvin yang sangat khawatir akan kondisi Zea
"Udah, Om kalo mau pergi, pergi aja. Zea gak apa-apa kok". Ucap Zea
"Serius? Tapi wajah kamu pucat banget tuh".
Saat sibuk melihat Zea yang mondar mandir ke kamar mandi, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu
S"aya kedepan sebentar ya". Pamit Alvin sambil berjalan ke arah luar
"Assalamualaikum!" Salam seseorang itu
"Waalaikumsalam!" Sahut Alvin
"Eh, cari siapa? "Tanya Alvin basa basi
"Zea nya ada mas?" Tanya seseorang itu
"Ada! Mari masuk". Tawar Alvin, lalu di angguki oleh orang itu
"Sebentar ya, saya panggilkan dulu". Alvin pun pergi menuju anak tangga
"Zea!" Panggil Alvin dengan nada suara yang lembut
__ADS_1
"Ada apa, Om? "Sahut Zea
"Itu ada temen kamu di depan, mau di temui gak?"
"Temen, Zea? Siapa?" Tanya Zea
Alvin mengangkat kedua bahunya pertanda tak tahu
"Mau di gendong, atau jalan sendiri?" Tanya Alvin
A"lay banget sih, Om! Pake di gendong segala". Ucap Zea sambil terkekeh
"Mana tau". Sahut Alvin sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal
"Zea bisa jalan sendiri". Ucap Zea
Sepanjang menuruni anak tangga, tak henti hentinya Alvin menyuruh Zea tuk hati-hati.
"Apa sih, Om? Dari tadi bising banget". Omel Zea
"Saya cuman nyuruh hati-hati doang".
"Inget, Om. Gak usah alay!" Cibir Zea
"Yunaaa!!!" Teriak Zea, lalu memeluk erat sahabatnya
"Kamu apa kabar?" Tanya Zea basa basi
"Baik sih. Klo kamu?" Tanya Yuna balik
"Alhamdulillah, baik". Sahut Zea
"Kamu kok tau aku tinggal di sini?"
"Iya, tadi aku kerumah, terus kata tante Rina kamu tinggal disini". Jelas orang itu yang bernama Yuna
"Kamu nikah kok gak ngundang-ngundang? "Tanya Yuna sambil melirik Zea dan Alvin
"Iya, kemaren hanya kumpul keluarga aja". Jelas Zea
__ADS_1
"Oh iya, kenalin ini suami aku, Alvin". Ucap Zea memperkenalkan suaminya pada sahabatnya
"Yuna!" Sambil mengulurkan tangan
"Alvin!" Kedua nya pun saling berjabat tangan
"Ada apa, yun?" Tanya Zea
"Ini, aku mau ngundang kamu ke acara pernikahan ku". Jelas Yuna
"Wah, kamu mau nikah?" Tanya Zea senang
Yuna pun mengangguk senang
"Kapan nikahannya kapan, Yun?"
"insyaallah, minggu depan".
"Sama siapa, Yun?"
"Sama Kelvin!"
"Kelvin?" Tanya Zea terkejut
"Kenapa, Zea?"
"Kamu yakin mau nikah sama dia?"
"Memangnya kenapa?"
Zea pun mulai berbisik di telinga Yuna
"Hati-hati, Yun! Kelvin mesum, ntar kamu habis di telannya". Bisik Zea di mana membuat sang empu tertawa terbahak-bahak
"Kok ketawa, sih?"
"Udah, pokoknya kamu harus datang ya. Aku pamit pulang dulu". Yuna pun pulang setelah berpamitan dengan Zea dan Alvin
"Hati-hati! Dan ingat kata -kata ku tadi ya". Peringat Zea
__ADS_1
Emang bisa ya, manuasia nelan manusia? hihihi
bersambung...