Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(11)


__ADS_3

 


sudah, 5 hari berlalu tapi sikap arka tidak berubah pada nya bahkan semakin dingin, ia seperti sengaja menghindari Clarisa.


 


ia pergi kerja sangat pagi, ketika Clarisa masih tertidur, dan pulang sangat malam.


arka sudah menyuruh Clarisa untuk tidak menunggu nya pulang, tapi setiap kali pasti Clarisa menunggu nya di sofa ruang tamu mereka.


beberapa hari ini clarisa tidak pergi kemana mana, karna libur nya belum selesai, aktipitas nya hanya belajar memasak, dari resep resep internet, yang ia coba


beberapa makanan ada yang sudah berhasil Clarisa masak, tapi ada juga yang tidak berhasil. Clarisa selalu menyiapkan sarapan dan makan malam untuk arka tapi sekalipun arka tidak pernah menyentuh nya.


ia menangis di kamar nya sendirian, ia tidak tau bahwa di abaikan itu bisa sesakit ini, ia akan meminta maaf dan memohon arka memaafkannya hari ini, ia bertekad kali ini.


 waktu sudah menunjukan pukul 11 malam tapi arka masih belum juga pulang, ia menunggu arka di ruang tamu, ia sudah sangat mengantuk tapi hanya ini kesempatanya, untuk bertemu dengan arka.


kreek pintu terbuka, Clarisa melihat arka yang berdiri di depan pintu.


 " sudah ku bilang tidak usah menungguku" kata arka dingin melihat Clarisa yg duduk di sofa.


Clarisa berlari dan bersimpuh memeluk kaki arka erat. arka mencoba melepaskan pelukan Clarisa pada kakinya, tapi tidak bisa, karna Clarisa makin memeluknya erat.


" jangan menatapku seperti itu lagi "


arka terkejut karna tiba tiba Clarisa menangis dan memeluk kaki nya erat. ia diam tidak bereaksi, sedikitpun.


" aku minta maap, jangan marah seperti ini , aku minta maap " Clarisa semakin memeluk arka erat, arka menghela napas, ia juga tidak bisa mengabaikan Clarisa terlalu lama, itu sama saja membuat hati nya sakit, ia mengangkat tubuh Clarisa dan memeluknya erat.

__ADS_1


" aku hanya tidak suka kau nyonya prasetya berpelukan dengan orang lain apalagi itu lelaki kau juga mengabaikan ku"


arka berkata lembut sambil memeluk Clarisa erat.


" aku tidak, akan mengulanginya lagi, tapi jangan abaikan aku " Clarisa menangis semakin keras.


" sudah ssst jangan menangis lagi, itu salah ku maafkan aku"


arka mencium bibir Clarisa cepat, Clarisa terbelalak, tapi ia tidak menolak ia menutup mata nya, menikmati perlakuan arka pada nya. arka menggendong Clarisa menuju ranjang mereka ia juga sudah panas, melihat wajah Clarisa yang memerah, berapa hari ini ia menahan diri untuk tidak menyentuh Clarisa, dan hari ini waktu nya ia sudah tidak bisa menahan hasrat nya lagi, ia juga pria normal yang tidak tahan godaan apalagi itu istrinya sendiri.


pagi nya arka terbangun, ia melihat wajah istri muda nya yang pucat dan kurus, ini salah nya karna beberapa hari ini ia menghukum Clarisa, dengan mendiaminya dan mengabaikanya.


 


ia mencium dahi Clarisa lembut, dan segera bangun dan bersiap siap, untuk membuat masakan untuk Clarisa dan dirinya, sekaligus sebagai permintaan maaf karna sudah mengabaikan Clarisa beberapa hari ini.


 


Clarisa turun ke dapur dan melihat arka yang memasak ia sangat senang karna Arka sudah kembali seperti semula.


" apa yang kau masak?"


" daging ayam spesial untuk nyonya Prasetya ku, yang sudah menghangatkan suaminya semalam"


" kau jangan mulai"


" benar sayang, kau sangat agresif semalam, lain kali seperti itu lagi, aku sangat menikmati nya" kata arka menatap Clarisa mesum.


" kau sangat mesum, tidak bisakah kau sehari saja tidak berkata mesum padaku?" kata Clarisa mulai emosi.

__ADS_1


" tidak bisa sayang, kan aku sudah bilang mesum di perlukan untuk menambah keturunan"


Clarisa kesal ia menjambak rambut arka kuat.


" ah maap kan aku cepat lepaskan tangan mu, ini sakit!"


kata arka pada Clarisa.


" itu pantas untuk orang mesum seperti mu"


" tapi kau menikmatinya semalam sayang bukan hanya aku saja, bahkan kau sangat keras mendesah kan namaku semalam"


" kau sangat mesum, ah kau bodoh sekali"


Clarisa menginjak kaki arka cepat, dan berlari dari dapur menuju kamar mereka.


" Kau tega sekali nyoya Prasetya melakukan kdrt padaku, kau sangat tega padaku sayang" teriak arka sambil tertawa.


Sayup sayup Clarisa mendengar arka berteriak, tapi ia tidak peduli. Ia masuk Ke kamar nya dan langsung mengunci pintu nya.


 


wajah nya sangat merah, mengingat kejadian semalam, ia memang meminta sentuhan lebih pada arka, itu membuat nya sangat malu pada arka.


 


Clarisa kau bodoh kau sangat bodoh sekali, batin Clarisa kesal pada dirinya sendiri.


tapi ia senang, arka sudah tidak dingin lagi padanya , ini lebih baik dari pada arka mengabaikan nya pikir nya, seperti beberapa hari kemarin, ia bahkan tidak bersemangat melakukan apapun karna perlakuan arka yang dingin pada nya.

__ADS_1


ia sangat bersyukur mereka berhubungan baik seperti semula lagi, walaupun setiap hari arka mengganggu nya, tapi setelah itu mereka kembali seperti biasa lagi.


__ADS_2