Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
season 2 (1)


__ADS_3

"selamat sayang, kamu


hamil, trimakasih, untuk semuanya, sekarang keluarga kita sudah lengkap, sekali


lagi terima kasih nyonya Prasetya, aku sangat mencintaimu dan anak kita."


jantung


clarisa berdegup dengan kencang mendengar, arka mengucapkan bahwa ia hamil, ia


tidak merespon sama sekali ucapan arka, ia juga tidak balas memeluknya, tatapan


nya menjadi dingin dan seperti patung tidak bergerak sama sekali.


arka


memeluk clarisa erat, tapi lama kelamaan ia merasa ada yang aneh dengan


clarisa, ia melepaskan pelukanya dari Clarisa dan menatap wajah clarisa yang


tidak berekspresi sama sekali.


"nyonya Prasetya ada apa denganmu?" kata arka mulai aneh dengan clarisa,


saat ia melihat wajah clarisa sama sekali tidak senang dengan ucapan nya, bahwa


ia hamil


"kenapa?"


kata clarisa dingin


"kenapa apa nya sayang?" kata arka tidak mengerti


"kenapa?


kenapa aku bisa hamil?, padahal aku setiap hari rutin selalu meminum obat yang


kamu berikan itu! apa aku tidak ingat, meminum obat itu, apa kita gugurkan saja

__ADS_1


bayi ini?" kata clarisa berbicara cepat.


"clarisa firnanda!!!" teriak arka murka.


arka marah karna clarisa mau menggugurkan calon bayinya. clarisa terkejut, ini ke


dua kalinya ia, di panggil dan di bentak seperti itu, setelah ia bertemu dengan


Rion dulu.


"kenapa kau membentak ku!!!!" balas clarisa berteriak, pada arka ia sedang


di selimuti emosi Sekarang, karna dirinya mengetahui bahwa ia mengandung


membuat ia emosi dan juga arka yang membentak nya.


"maapkan aku. tapi aku tidak suka kamu mau mengugurkan anak ku, anak kita


clarisa" kata arka merasa bersalah karna hilaf membentak clarisa.


"tapi aku tidak menginginkan nya, ini semua salah mu! dan bayi ini, aku tidak suka


nya pada arka.


ia berlari ke kamar nya, dan mengunci kamar nya cepat, arka mengejar nya tapi


telat karna clarisa sudah mengunci pintu nya duluan.


arka terkejut mendengar suara barang barang berjatuhan ke lantai, dan suara


kaca pecah, berserakan. dan ia juga mendengar suara clarisa yang menangis


meraung Raung.


"Clarisa! buka pintu nya!!! nyonya Prasetya buka!!" arka panik dan


menggedor gedor pintu kamar mereka, tapi clarisa seakan tuli tidak mendengar


kata kata arka lagi.

__ADS_1


arka mencoba mendobrak pintu itu, dengan sekuat tenaga nya, beberapa kali ia mencoba


dan akhirnya pintu itu terbuka, ia terkejut melihat clarisa menggenggam kaca


yang sudah pecah, dan itu membuat tangan nya berdarah.


arka mendekati clarisa, tapi clarisa mengancam arka, kalau arka mendekat ia akan


menusuk perut nya sendiri dengan kaca yang ada di genggamanya.


"clarisa apa yang kau lakukan, ingat dia darah daging mu sendiri, lepaskan kaca


itu!" kata arka mulai jengah, dan emosi melihat tingkah bodoh istrinya


yang melukai dirinya dan calon bayi Mereka.


"kau tidak mengerti arka Prasetya!" kata clarisa meneriakan nama lengkap arka, emosinya sudah di ambang batas kesabaran, di tambah mood orang hamil yang


mengerikan.


"apa, yang aku tidak mengerti?" kata arka bingung, ia senang clarisa hamil, tapi


melihat reaksi clarisa menjadi seperti ini, ini di luar perkiraan Anya,


walaupun begitu ia tidak suka dengan perilaku clarisa yang ingin membunuh calon


bayi mereka sendiri.


"kau tidak mengerti, jika anak ini lahir hiks nanti, aku takut , ia akan seperti ku


nanti hiks, apalagi seperti alvaro , aku belum siap menjadi orang tua , aku


takut melukai nya, kalau sudah besar , aku takut , menjadi orang tua yang jahat


saat ia besar nanti hiks"


tangisan clarisa pecah, ia menggenggam kaca di tangan nya erat, hingga tangan nya


berdarah pun ia sama sekali tidak merasakannya.

__ADS_1


__ADS_2