
tengah malam di rumah keluarga kecil ini, clarisa membolak balikan badan nya karena ia tidak bisa tidur, clarisa menatap suaminya arka yang sudah tertidur lelap, ia ingin tidur juga tapi apalah daya mata nya sama sekali tidak bisa diajak kompromi.
" arka bangun" ucap clarisa pelan sambil menggoyangkan tubuh arka pelan.
sebenarnya ia tidak tega membangunkan arka yang sudah tertidur lelap setelah lelah pulang kerja, tapi ia tidak mau bangun sediri dan tidak ada yang bisa dilakukannya sekarang karena saat ini tengah malam , ia merasa takut.
arka masih belum membuka matanya ia masih terlelap dalam tidurnya, ia sama sekali tidak terusik dengan sentuhan kecil tangan clarisa di tubuhnya.
clarisa akhirnya menyerah dan membalikan badannya membelakangi arka, dan tidak lama kemudian terdengar suara tangisan kecil clarisa.
" ada apa? kenapa menangis clarisa?, ada yang sakit? mana yang sakit?" ucap arka bertubi tubi saat mendengar tangisan kecil clarisa ia refleks bangun saat mendengar tangisan clarisa.
clarisa tetap diam, arka membalikan badan clarisa untuk menghadap dirinya, saat melihat air mata clarisa arka langsung menghapus nya dengan lembut.
__ADS_1
" kenapa apa ada masalah nyonya Prasetya?" ucap arka lembut menatap wajah clarisa yang memerah karena menangis.
" aku sudah membangun kan mu, tapi kamu tidak bangun bangun aku tidak bisa tidur dan juga takut" ucap clarisa sambil menahan tangisnya dan tidak mau menatap wajah arka, yang menatap nya.
" maap kan aku, karena tidak cepat bangun saat istri ku memanggilku, sudah tidak usah takut" ucap arka merasa bersalah dan menenangkan clarisa yang masih menangis pelan.
" anak ayah takut juga? jangan seperti ibu ya sering menangis karena ketakutan" ucap arka mengejek clarisa sambil mengelus perut rata clarisa lembut.
" si siapa yang takut, kamu pasti salah dengar" ucap clarisa tergagap dengan muka yang memerah, ia tidak tau kenapa ia begitu cengeng hingga sangat mudah menangis sekarang, kadang hanya gara gara hal sepele bisa membuat ia menangis, seperti tidak suka saat arka pergi bekerja, dan ingin dia di rumah saja untuk menemaninya, belum hal hal sepele lain nya.
" oh berarti kamu sering ke rumah tetangga sebelah ya! , kenapa aku tidak tau apa kamu selingkuh dengan tetangga sebelah ya, kamu sangat menyebalkan, aku hamil kamu berani berbuat seperti itu ya arka, apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi sekarang?" ucap clarisa marah menatap arka tajam.
" bukan begitu " ucap arka kelabakan, saat clarisa mulai menuduh nya.
__ADS_1
" benarkan hiks kamu sudah tidak mencintai ku lagi, sebentar lagi perut ku membesar dan membulat seperti kura kura, tapi salahnya besarnya ke depan hiks apa kamu akan mencerai"
sebelum clarisa menyelesaikan ucapannya arka langsung mencium bibir clarisa lembut ia tidak tahan dengan ucapan ucapan clarisa yang tidak ada satu pun benarnya, ia sebenarnya sedikit lucu mendengar clarisa menyamakan dirinya sendiri dengan kura kura, tapi ia tidak bisa tertawa di saat saat seperti ini.
" aku selalu mencintaimu tidak pernah berubah walau sedetik pun, kamu satu satunya orang yang kucintai dan yang terakhir untuku. dengar aku hanya bilang bahwa yang menangis tadi kamu! bukan tetangga sebelah, memangnya rumah kita tetangga sebelah ada wanita cantik?, kanan kiri nenek nenek semua, apa kamu mau aku selingkuh dengan nenek nenek? " ucap arka setelah ia melepaskan ciumannya pada clarisa.
" boleh juga kalau kamu dengan nenek sebelah itu, aku akan rela melepaskan mu dengan nenek itu hehehehe" ucap clarisa tertawa dengan wajah yang kembali cerah.
" kamu tega sekali sayang, bagaimana kalau aku di hajar suami nenek itu sampai masuk rumah sakit dan kamu tidak punya suami setampan arka Prasetya ini lagi" ucap arka mulai membagakan dirinya
" aku bercanda hehehe, aku tidak akan melepaskan mu walau dengan nenek nenek, kakek kakek atau wanita lainnya, karena kamu satu satunya yang aku punya sekarang" ucap clarisa sedih saat mengucapkan kata terakhir nya.
" baiklah aku tau, aku juga hanya punya kamu sekarang dan selamanya, sudah waktunya tidur ini sudah sangat malam, tidurlah aku akan menunggu sampai kamu tidur nyonya Prasetya" ucap arka cepat cepat mengalihkan pembicaraan karena melihat clarisa mulai sedih lagi.
__ADS_1
clarisa mencoba untuk tidur dan menutup matanya kembali, ia merasa nyaman saat arka mulai mengelus rambut dan perut nya pelan, dan benar saja tidak lama dari situ clarisa tertidur kembali.
arka mengecup dahi clarisa lembut, dan menaikan selimut mereka, sampai dada, ia sadar clarisa saat ini, dalam keadaan mood swing, perubahan suasana hati clarisa sangat cepat jadi ia harus pintar pintar untuk mengendalikan nya.