Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(31)


__ADS_3

 


arka masih hidup, ia ditemukan oleh nelayan, yang sedang mencari Ikan di sungai, nelayan itu membawa nya ke rumah nya dan mengobati luka tembakan yang didadanya, secara tradisional.


 


arka sadar, setelah ia seminggu, koma, terbangun, dan ingin cepat pergi menemui clarisa tapi bapak nelayan itu, tidak membiarkan ia pergi karna kondisinya belum pulih.


 


arka berterimakasih pada tuhan, karna ia bisa selamat dari jurang maut melalui bapak nelayan ini yang menemukan nya dan mengobati nya, ia sangat berterimakasih.


 


arka mengingat kembali, ini sudah dua Minggu lebih orang tua clarisa meninggal, ia tidak tau bagaimana keadaan clarisa sekarang.


hari ini ia pamit pada bapak nelayan itu untuk pulang, ia berjanji ia akan datang lagi ke tempat ini, nanti. nelayan itu hanya tersenyum dan memeluk arka sudah seperti putra nya sendiri begitu juga, istri nelayan itu, mereka tidak mempunyai anak dan hidup pas Pasan.


arka beruntung ia ditemukan keluarga ini batinya, ia pergi dan kembali ke markasnya, untuk memberitahukan bahwa ia masih hidup dan misinya gagal kali ini, ia pergi kesana sekalian untuk mengambil barang barang dan ponselnya.


setelah arka pergi melapor pada, atasannya, ia mengambil semua barang barang nya, untung kawan kawan nya juga selamat, dari kepungan geng mawar berdarah, itu ia sampai sekarang penasaran siapanya Clarisa pembunuh itu.

__ADS_1


kenapa ia ingin memisahkan ia dan clarisa dan menggantikannya?. ia melihat ponselnya, dan ia melihat panggilan masuk entah sudah berapa, chat dari Clarisa juga banyak, sampai tidak terhitung lagi, ia sedih dan meneteskan air mata nya, melihat chat chat clarisa yang sangat menyedihkan, yang menyuruhnya untuk pulang.


sebenarnya luka arka masih belum terlalu sembuh, dada nya masih di perban, dan bagian perut juga membiru, wajah arka juga terlihat banyak terlihat memar memar yang membiru disana.


arka melihat GPS nya, dan melihat keberadaan Clarisa, ia terkejut kenapa clarisa masih di rumah lama nya, ia cepat melajukan mobilnya, menuju rumah orang tua Clarisa untuk melihat istrinya nya, ia sudah sangat merindukan clarisa dan ingin segera melihatnya.


ia bahkan langsung melihat keberadaan clarisa, sebelum kembali ke rumah orang tuanya.


setelah berkendara beberapa jam, lumayan memakan waktu juga dari markasnya ke sini, ia sampai di rumah di gerbang rumah lama clarisa, ia memarkirkan mobilnya dan melihat GPS nya lagi dan melihat clarisa berada di kamar orang tuanya.


arka melihat rumah mertuanya dengan tatapan kosong, entah apa yang dipikirkannya, yang pasti ia sangat sedih, rumah ini menjadi tak berurus batinya.


" cklek" pintu terbuka clarisa terkejut siapa yang datang ke rumah orang tuanya ini, ia melihat ke pintu dan melihat arka berdiri di pintu kamar orang tuanya.


 


 


arka melihat Clarisa yang duduk di ranjang orang tuanya dan melihatnya dengan tatapan kosong, hati nya sakit saat melihat wajah itu menjadi dingin, bahkan Clarisa sangat kurus, ia sedih sudah berapa lama clarisa seperti ini pikirnya sedih.


" aku pulang nyoya prasetya?" kata arka menekankan kata terakhir nya, untuk menyadarkan clarisa bahwa ia sudah pulang.

__ADS_1


clarisa hanya diam dan menatapnya dingin, arka jadi canggung dan takut mendekati Clarisa tapi, ia tidak peduli arka berjalan dan memeluk Clarisa erat membenamkan kepalanya pada lekukan leher Clarisa.


clarisa tidak menolak arka memeluknya tapi ia juga tidak membalas ia hanya diam, seakan mulut nya sudah terkunci, rapat sehingga sepatah katapun tidak keluar dari sana.


" bicaralah clarisa! katakan sesuatu" kata arka sambil memeluk clarisa.


" memangnya apa yang mau kubicarakan?" kata clarisa dingin pada arka.


" aku ingin kau bercerita, dan mencurahkan semua keluh kesah mu padaku" kata arka pelan.


Clarisa melepaskan pelukan arka, dari tubuhnya.


" kau mau aku bercerita? INI SUDAH TERLAMBAAAAT, AKU SUDAH MUAK MENUNGGUMU DI SAAT AKU PERLU SANDARAN KAU KEMANA? KAU KEMANA ARKAAA, ORANG TUAKU SUDAH MENINGGAL SEKARANG BAHKAN KAU JUGA TIDAK ADA DISAMPINGKU, KAU TENTARA TAPI KENAPA KELUARGAMU SAJA TIDAK BISA KAU LINDUNGI APA KAU SEBENARNYA TIDAK MENGANGGAP AKU KELUARGAMU?."


clarisa berteriak keras dan memukul li badan arka, keras, arka diam ia mendengarkan semua keluh kesah clarisa sambil menahan pukulan clarisa di dadanya, ia merasa sakit karna bekas luka nya belum sembuh.


" maap kan aku, aku tidak bisa melindungi mu, dan orang tuamu maap kan aku, tapi kau keluarga ku, kau nyonya Prasetya istriku satu satunya ya ng ku cinta iii" kata arka merasa bersalah ia tau ini sangat terlambat untuk nya datang, tapi ia juga tidak bisa melakukan apa apa, ia hanya bisa meminta maap pada clarisa.


" hiks orang tuaku hiks sudah meninggal hiks, aku ingin bercerai darimu hiks, pernikahan ini hiks juga sejak awal karena orang tuaku hiks, ingin membahagiakan ya sekarang hiks sudah tidak ada, hiks kita bercerai saja sekarang"


author up date kan, biar pembaca

__ADS_1


semuanya Gx penasaran😁😁😘


__ADS_2