
Clarisa terbangun, karna badan nya sesak dan berat, ia melihat kesamping kiri, ternyata arka yang memeluk nya dengan erat seperti bantal guling, bahkan kaki nya saja, berada di perut Clarisa.
Clarisa memerah karna arka tidur tidak memakai baju, alias toples, ia mencoba untuk bangun, tapi sangat berat, ia harus bersusah payah untuk mengangkat kaki arka yang berada di atas perut nya.
tidak lama kemudian akhirnya clarisa bisa bangun, dari Kungkungan pelukan arka, tanpa membangunkan arka.
arka sial*n badan nya berat sekali hingga tubuh ku jadi mati rasa, batinya berbicara.
ia ingat sekarang ia tertidur di mobil, dan sekarang berada di tempat tidur.
pasti arka yang menggendong nya, ia malu sendiri memikirkannya. ia bangun dan melihat arka yang tertidur pulas.
Clarisa terkejut melihat foto pernikahan mereka terpampang besar di kamar mereka, dan ia memperhatikan foto mereka, ia seperti anak kecil di rangkulan arka, ia jadi kesal sendiri dengan foto itu.
ia turun ke bawah melihat rumah mereka yang baru, rumah minimalis dengan 2 kamar satu ruang tamu, dapur dan tentu saja kamar mandi, ia lebih suka rumah yang tidak terlalu besar apalagi mereka hanya berdua saja.
ia melihat kulkas karna perut nya sangat lapar, dan plonggg tidak ada apapun disana, hanya bumbu bumbu masakan yang ada dan bahan mentah lainnya, dan ia tidak bisa memasak sama sekali, tidak ada makanan cepat saji batinya sedih.
ia kembali lagi ke kamar dan tidur disofa menunggu arka bangun, ia tidak berani membangunkannya.
ia tidak mau keluar membeli makanan karna ia masih belum tau daerah dekat rumah barunya, dan ia tidak bisa menyetir mobil, motor nya juga masih berada di rumah orang tuanya.
ia sangat lapar sekali, ia memegangi perutnya sendiri karna merasakan sakit yang luar biasa, karna ia mempunyai riwayat penyakit lambung jadi tidak bisa makan telat, jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi.
" kapan kau bangun arka?" lirihnya. ia merintih kesakitan, arka bangun dari tidur nya saat mendengar rintihan kecil Clarisa, ia melihat tempat tidur tapi kosong, dan melihat sekeliling kamar, ia terkejut karna Clarisa membungkukkan badannya dalam posisi tidur.
" Clarisa kau kenapa Clarisa?"
" perut uhk perutku sakit sekali" rintih Clarisa pada arka.
" knapa apa kau punya riwayat penyakit?" tanya arka khawatir.
" lam uhk lambung" kata Clarisa menahan sakit susah payah.
__ADS_1
arka bergegas mencari obat,dan segelas air, dan memberikanya pada clarisa.
" kau tidak membunuh uhk ku kan uh dengan obat uh iini"
" jangan banyak cerita nyonya Prasetya cepat minum dulu obatnya" perintah arka pada Clarisa.
walaupun arka tentara tapi pendidikan dasar kesehatan harus bisa ia mengerti.
Clarisa meminum obat itu cepat karna sudah tidak tahan dengan sakit nya, arka mengangkat Clarisa dan membaringkanya di ranjang.
" sudah tau kena penyakit lambung knapa kau tak makan tepat waktu nyonya Prasetya?" tanya arka
" aku sudah kedapur, tapi tidak ada makanan apapun disana, hanya bumbu mentah" Clarisa malu karna ia tidak pandai memasak
" kau kan bisa membangunkan ku"
" aku takut membangun kan mu yang tidur pulas, aku sudah menunggu mu berjam jam untuk bangun" kata Clarisa lirih
arka jadi merasa bersalah pada clarisa, ia berpikir sudah berapa lama Clarisa menahan lapar, dan sakit perutnya.
" bodoh knapa harus takut"
Clarisa menahan sakit lagi,
" sudah tunggu sebentar disini aku akan memasak apa yang ada dulu"
arka berlalu cepat meninggalkan Clarisa untuk memasak, karna ia kasihan dengan istri muda nya yang kelaparan.
Clarisa memandang punggung suaminya, yang berlalu untuk memasak makanan untuk nya, ia merasa bersalah karna tidak bisa memasak, seharusnya ia yang memasak untuk suaminya, bukan suaminya yang memasak untuk dirinya. ia jadi membebani arka lagi pikir nya sedih.
ia harus bertekad untuk belajar memasak mulai besok, ia tidak mau arka yang terus terusan memasak untuk nya.
" apa yang kau pikirkan, makanan ya sudah siap"
Clarisa terkejut dari lamunanya ia melihat arka membawa sepiring nasi goreng dan telur ceplok di atas nya.
arka mau menyuapi Clarisa tapi Clarisa menolak dengan alasan ia bukan anak kecil lagi.
__ADS_1
" nyoya Prasetya kau tunggu di rumah, aku akan pergi sebentar untuk membeli bahan bahan makanan di luar."
" aku ikut"
" kau masih sakit lain kali saja" tolak arka karna melihat kondisi Clarisa
" tidak aku ikut, apa kau meremehkan ku hah lihat aku sudah sembuh" kata Clarisa kekeh ingin ikut dengan arka
arka hanya menghela napas dan menyuruh Clarisa untuk membersihkan diri dan bersiap siap untuk pergi.
kini mereka sudah di dalam mobil, menuju ke toko swalayan terdekat, untuk membeli bahan makanan.
" arka"
" hn"
" bisakah lain kali kita mengambil motor ku ke rumah orang tuaku?"
" Kenapa?"
" aku tidak bisa pergi ke mana mana tanpa motor itu, ke sekolah juga payah, dan aku masih tidak tau rute jalan kalau naik bus, dari sini"
" aku bisa mengantar mu "
" jika kau tidak sibuk kau bisa mengantarku tapi kalau kau sibuk, aku bahkan mencari makan keluar saja payah" kata Clarisa panjang lebar, dan cemberut.
" sudah sudah, nanti kalo ada waktu kita ambil kerumah orang tuamu, kalau tidak sempat pakai jasa pengirim saja, dan tidak usah bermuka cemberut seperti itu, wajah mu saja sudah jelek, makin cemberut makin tambah jelek saja"
" kau menyebalkan tidak bisakah kau tidak mengejek ku sehari saja! dasar kau kepar*t mesum"
Clarisa emosi baru beberapa menit mereka damai arka membuat masalah lagi padanya.
arka tertawa mendengar Clarisa mengatai nya.
ia hanya senang saat melihat wajah Clarisa yang kesal karna ejekannya, itu menjadi hiburan tersendiri untuknya.
Clarisa makin kesal karna arka tertawa terbahak bahak, membuat tensi darah nya naik saja. ia mencubit perut arka membuat arka terdiam seketika.
__ADS_1
.