
waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, tapi pasangan suami istri ini masih berpelukan, tidak mau melepaskan diri satu sama lain, wajah clarisa memerah karna ia juga memeluk arka, bahkan kepalanya sudah ia sandarkan di dada bidang arka, ia bahkan mendengar kan bunyi detak jantung arka, yang berdetak secara teratur.
" oh ya, ibu menyuruh kita untuk pergi ke rumah utama" kata arka memecah keheningan di antara mereka.
clarisa diam, ia menjadi tidak enak, karna hari itu ia pamitan hanya sebentar pada orang tua arka, untuk mengunjungi rumah orang tuanya, tapi hingga saat ini ia pergi tidak berkabar, ia menjadi gelisah dan takut, kalau ibu mertua nya jadi tidak menyukai nya lagi, Karna sipat nya yang menyebalkan.
" tidak usah takut, ibu pasti mengerti" kata arka saat melihat wajah clarisa gelisah dan takut.
" benarkah? aku hanya takut ibu dan ayah mu tidak menyukaiku, karena sipat ku yang seperti ini" kata clarisa lirih
" tidak akan, ibu dan ayah sangat menyayangimu, bahkan ia marah padaku, waktu itu karna, tidak bisa membawa mu pulang, dan membiarkan mu pergi"
" maap kan aku, lagi lagi aku membuat masalah untuk mu, coba saja aku tidak se emosi dulu, mungkin ini semua tidak akan terjadi, kau juga tidak terluka, alvaro juga tidak akan menjadi seperti itu" kata clarisa menyalahkan dirinya lagi, ia menundukan kepalanya, tidak mau menatap arka.
__ADS_1
arka mengecup dahi clarisa lembut dan lama.
" kau lupa, nyonya Prasetya, apa yang aku sampaikan di pemakaman? semua sudah takdir jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri, kau nyonya Prasetya tidak pernah membuat masalah untuk ku, kau ingat kau adalah anugrah" kata arka menjelaskan lagi tentang hal itu.
" baiklah kau seperti ibu ibu saja, sangat cerewet" kata clarisa terkekeh
" aku cerewet hanya untuk mu istri ku"
" oh ya kita berangkat jam berapa?" kata clarisa mengalih kan pembicaraan karna ia malu di tatap se intens itu oleh arka.
" sebentar lagi, bersiap siaplah"
__ADS_1
" apa kau sudah benar benar sembuh?, apa kau sudah bisa menyetir? aku takut kau akan membunuhku karna, kau masih sakit, dan tidak fokus menyetir" kata clarisa nyerocos, ia tidak yakin kalau arka sudah bisa, menyetir padahal demam nya baru saja turun, ia perlu istirahat.
" aku sudah sembuh, tidak mungkin aku membuat istri ku sendiri terluka"
" baiklah, kau mandi saja duluan, aku akan membersihkan rumah ini dulu" kata clarisa memerintah pada arka.
arka berlalu, tapi sebelum itu, ia mencium dahi clarisa terlebih dahulu, ia heran Sekarang ia mempunyai hobi yang aneh menurutnya, ia sangat senang mencium dahi clarisa, ia hanya merasa senang saat melakukannya, mood nya yang buruk jadi bagus seketika, memang kasih sayang istri dan ibu obat yang manjur dan mujarab batinya berbicara.
clarisa Merapikan ranjang, yang mereka tiduri dan membersihkan rumah nya, rumah nya juga tidak terlalu berantakan, jadi ia bisa dengan cepat membersihkannya.
arka sebenarnya sudah menyuruh pembantu untuk membersihkan rumah nya dulu, tapi ia tidak suka, ia meminta arka tidak memperkerjakan orang, ia beralasan untuk mencoba menjadi istri yang baik.
setelah arka selesai mandi giliran clarisa yang membersihkan dirinya sendiri, karna ini juga sudah terlalu sore, takut mereka akan kemalaman sampai di rumah orang tua arka.
__ADS_1