Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(25)


__ADS_3

esok harinya Clarisa terbangun sangat pagi ia memulai rutinitas pagi nya seperti biasa menyiapkan seluruh keperluan arka untuk bertugas. kini semua tugasnya sudah selesai.



ia membangunkan arka, karna waktu nya, sudah menunjukan pukul setengah 7 pagi, takut nantinya mereka telat.


" Clarisa ada yang mau ku bicarakan" kata arka serius saat ia lagi di meja makan setelah memakan sarapan pagi nya.


" hn ada apa?"


" aku akan pergi bertugas "


" setiap hari kau pergi bertugas memang kenapa?" clarisa masih belum mengerti, biasanya juga arka pergi bekerja tapi tidak pernah seserius ini, pikirnya heran.


" bukan bekerja biasa, aku akan pergi agak lama, karna ini tugas yang agak Sulit dan sangat penting"


clarisa menghentikan kunyahanya pada makanan yang ada di mulutnya.


" Clarisa?" arka memanggil manggil nama clarisa karna Clarisa sedari tadi hanya diam, tidak menjawab perkataanya.


" kenapa, di saat saat seperti ini?" Clarisa sangat susah mengeluarkan kata kata nya, seperti ada sesuatu yang mengganjal di kerongkongan nya, ia mencoba menahan tangisnya.

__ADS_1


" maap kan aku, tapi tugas ini juga sangat penting". arka tau clarisa sangat takut dengan teror itu, tapi dia pergi juga karna ingin menyelesaikan masalah itu.


" ku mohon jangan seperti ini Clarisa " arka memohon agar clarisa tidak bersikap seperti itu, sebenarnya ia juga sangat berat meninggalkan Clarisa.


arka memeluk Clarisa erat, dan tumpahlah seketika tangisan yang di tahan clarisa sedari tadi. arka memeluk Clarisa erat membenamkan kepala nya pada bahu Clarisa, ia sangat sakit mendengar tangisan orang yang di cintai nya.


baru kali ini arka takut pergi untuk menyelesaikan tugas nya, sebelum menikah dengan clarisa, kemanapun dia di kirim ia tidak ada masalah, semua dikerjakan ya dengan sangat baik. tapi kali ini berbeda mungkin karna sudah beristri batinya.



" hiks hiks berapa hiks lama?" tanya clarisa menangis di pelukan arka.


" masih belum tau, kalau cepat selesai akan cepat pulang"


arka tidak bisa menjawab kalau tidak selesai , berarti ia tidak bisa pulang, mungkin selamanya, atau ia juga akan menghilang dari dunia, ia tidak sanggup menjawab clarisa dengan kata kata itu, takut clarisa semakin tidak mau membiarka dia pergi.


" aku akan pulang, aku janji" kata arka bersungguh sungguh


" kapan kau pergi?" tanya Clarisa, tangisan nya mulai reda.


" nanti malam, apa kau ke tempat ayah dan ibu mu saja selama aku tidak ada?"

__ADS_1


tanya arka pada clarisa karna ia juga sangat khawatir meninggal kan Clarisa sendiri di rumah.


" tidak aku disini saja, aku mencoba untuk terbiasa dengan pekerjaan mu" kata clarisa menguatkan dirinya, di depan arka.


" trimakasih sayang aku sangat mencintaimu, tapi kalau kau takut, pergi saja ke tempat orang tuamu, kalau tidak ke rumah utama saja di rumah orang tuaku" kata arka,


arka bangga ketika clarisa bersikap dewasa di saat seperti ini.


" lihat saja nanti"


" baiklah habiskan makananmu cepat biar kita berangkat, aku akan mengantarmu" kata arka setelah ia melepaskan pelukanya pada clarisa.


" tumben kau mengantarku? akhir akhir ini kau sangat sibuk" kata clarisa heran


" tidak sebelum berangkat nanti malam , aku masih banyak waktu luang, setelah kau pulang dari sekolah mu aku akan menjemputmu, dan kita pergi kencan"


" benarkah" kata Clarisa


mata Clarisa berbinar melihat arka, setelah menikah baru kali ini ia kencan dengan arka ia sangat senang.


" tentu apapun untuk mu"

__ADS_1


" trimakasih" (cup) Clarisa mencium bibir arka cepat dan melanjutkan memakan makananya.


arka hanya memperhatikan istri muda nya, akhir akhir ini clarisa selalu murung bahkan sipat ceria dan urakanya pergi entah ke mana, ia ingin senyum itu selalu seperti ini, apapun akan kulakukan untuk mu Clarisa batin arka berbicara.


__ADS_2