
" kepalaku pusing sekali uhk"
" lain kali jika aku menemukan mu lagi nyoya Prasetya ada di klub malam, akan ku patah kan tangan dan kaki mu"
" hehehe maap kan aku, aku hanya terlalu kalut saja, hingga melakukan hal bodoh"
" bodoh, kenapa kau bisa masuk ke klub malam itu dengan seragam SMA?"
" oh yang punya klub itu teman ku"
" apa lelaki yang ada di samping mu kemarin" kata arka kesal mengingat hal itu.
" iiiya dia "
" jangan lakukan hal seperti itu lagi clarisa "
" oh ya kenapa kemarin kau bisa menemukan ku di klub?"
" oh itu dengan ikatan cinta sayang seperti benang merah, kamu dan aku selalu terikat"
" dasar gombal, oh iya arka tolong, jangan beritahu orang tua ku mengenai hal ini ya" kata Clarisa memohon pada arka.
" tidak"
" aku mohon, tolonglah aku, ibu dan ayah ku pasti akan memakanku hidup hidup nanti"
" tidak, kecuali kau menciumku, setiap aku pergi kerja dan pulang kerja"
" tidak aku tidak mau melakukan hal bodoh seperti itu"
" ya sudah Kalau begitu"
arka pura pura mengambil ponsel nya, dan menelpon orang tua clarisa.
" iya iya aku akan melakukan nya kenapa kau sangat menyebalkan"
Clarisa merebut ponsel arka, dengan cepat.
" kau sudah setuju nyonya Prasetya, tidak boleh menarik kata kata sendiri, cepat cium aku!"
" eh apa apaan kau bilang hanya pergi kerja dan pulang kerja saja"
" ini hanya sebagai tanda persetujuan , semalam saja kau sangat agresif nyonya Prasetya, kenapa sekarang malu malu"
" kau ah kau bodoh sekali"
Clarisa mendekatkan wajah nya pada wajah arka, arka sudah menutup matanya, menunggu ciuman clarisa, clarisa deg deg gan saat melihat wajah arka sedekat itu tapi tiba tiba.
__ADS_1
" krookr krrroook" perut Clarisa berbunyi, dan tawa arka meledak seketika.
" hahahaha sayang suara perut mu indah sekali bahkan mengalahkan penyayi India"
dan momen romantis itu hancur seketika, Clarisa memasukan kepala nya kedalam selimut lagi karna malu, pada arka
" perut bodoh kenapa tidak bisa di ajak kompromi bikin malu saja" batin Clarisa berbicara.
" sayang buka selimutnya ada yang mau aku katakan"
Clarisa membuka selimutnya wajah nya sudah seperti kepiting rebus, sangat merah karna menahan malu.
" cup "
" hanya itu yang aku katakan, kau istirahat saja dulu kepalamu masih pusing aku akan memasak sarapan untuk kita."
arka keluar dari kamar, 1 detik 2 detik Clarisa masih me loading apa yg terjadi detik ketiga.
" ARKA KAU MENYEBALKAN, MENCARI KESEMPATAN DALAM KESEMPITAN, ARKA KAU SANGAT MENYEBALKAN"
arka tertawa mendengar Clarisa mengumpati ya, begitulah setiap pagi di rumah keluarga kecil ini , teriakan Clarisa di pagi hari sudah menjadi rutinitas bagi nya.
arka memasak menu sederhana yaitu sup pereda mabuk, dan nasi goreng sederhana, ia tidak bisa berlama lama, ia bahkan hampir telat pergi bekerja.
" arka kau mandi saja aku akan menyiapkan peralatan makan nya" kata clarisa pelan, ia malu juga karna ini seharusnya tugas nya, lagi lagi ia menyusahkan arka pikirnya.
" baiklah sayang tolong ya nyonya Prasetya"
arka mencuci tangannya setelah selesai memasak, ia mencium kening clarisa dan berlalu kembali ke kamar untuk bersiap siap.
Clarisa menyiapkan peralatan makan mereka, sambil menunggu arka mandi ia kembali ke kamar untuk menyiapkan seragam suaminya untuk bekerja, baru kali ini ia melakukan hal ini, toh apa salahnya ini sebenarnya memang kewajibannya.
Clarisa melamun, dan tidak sadar arka sudah keluar dari kamar mandi.
" apa yang kau lamunkan nyonya Prasetya?"
Clarisa terkejut karna suara arka mengagetkan nya.
" tidak ada, oh itu bajumu sudah aku siapkan di tempat tidur, aku menunggumu di bawah"
__ADS_1
" trimakasih sayang"
Clarisa pergi menuju ke dapur mereka, arka tersenyum, ia berharap Clarisa akan membuka hatinya pelan pelan untuk nya.
arka turun dan memakan sarapan mereka.
" apa yang akan kau lakukan selama kau di skors nyonya Prasetya?"
" entah lah mungkin aku akan belajar memasak saja"
" bagaimana dengan pelajaran mu, kau akan banyak ketinggalan nanti, apa kau home schooling saja sementara, aku akan menyewa jasa pengajar untukmu"
" tidak perlu, aku masih bisa mengejarnya dengan belajar sendiri, kau hanya akan membuang buang uang mu saja, karna aku akan tertidur dibuatnya"
" aku sudah menduganya nyonya Prasetya!, oh iya motor mu akan ku suruh di ambil jasa pengirim hari ini, karna aku tidak sempat"
" akhirnya, motor kesayangan ku, trimakasih arka"
" hn sama sama, ayo lanjutkan makan mu, jangan menyisakan makanan, itu tidak baik"
arka mengatakan itu Karna Clarisa mulai memainkan makananya. apa ia tidak suka makanan yang ku buat pikirnya.
"baiklah aku berangkat hati hati di rumah, jangan nakal, mana janjimu tadi pagi?"
kini arka sudah di depan pintu, Clarisa mengikutinya untuk melihat arka pergi bekerja, ia malu saat mengingat janji nya tadi pagi pada arka.
Clarisa melihat arka, wajah nya memerah ia menarik kerah arka, dan berjinjit, baru ia bisa mengecup bibir arka, arka membalas kecupan clarisa pelan tidak agresif dan sarat akan kasih sayang.
arka melepaskan ciumanya pada Clarisa ia memeluk Clarisa erat, seolah olah mereka akan berpisah lama.
" aku mencintaimu Clarisa" kata arka serius pada Clarisa.
" a aku juga" kata Clarisa tergagap,
arka tidak percaya akhirnya cinta nya terbalas juga, ia senang sekali, ia bahkan makin memeluk clarisa erat, sedangkan Clarisa wajahnya memerah saat arka makin memeluknya.
akhirnya ia jujur juga dengan perasaan nya, pada arka dan ia merasa lega sekarang karna sudah jujur dengan perasaanya sendiri.
semoga hubungan mereka selalu seperti ini dan jangan lagi ada guncangan rumah tangga yang baru lagi, apakah ini awal kebahagiaan mereka? atau malah awal dari bencana besar yang sedang menunggu mereka!.
__ADS_1