Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(15)


__ADS_3

 


Clarisa sudah sampai di sekolah, dan ia melihat maira melambaikan tangan pada nya, ia balas melambaikan tangan nya pada maira.


" se selamat pagi Clarisa"


 


" pagi"


kali ini Clarisa Tidak tidur pada jam pelajaran, ia mendengarkan guru menjelaskan walau ngantuk nya tidak tertahankan lagi, ia bertahan sebisa nya agar tidak menutup mata.


" hehhe seperti nya kau sangat mengantuk clarisa?" maira terkekeh melihat Clarisa yang mencoba untuk membuka matanya, agar tidak tidur, persis seperti balita.


 " ya semalam aku kurang tidur"


" kenapa? apa kau insomnia?"


" haha Begitulah" Clarisa berbohong,ia malu menceritakan aib nya yang sembelit pada maira, kalau arka bilang ia kena azab nasi padang.


tidak berapa lama waktu istirahat telah tiba, Clarisa langsung berubah cerah, entah apa yang merasuki nya hingga ngantuk nya pergi entah kemana.


 " apa kau membawa bekal? " tanya maira pada Clarisa


" tidak sempat"


karna arka tadi pagi telat bangun, bahkan ia yang membuatkan mereka sarapan tadi pagi, ia malas membuat bekal sendiri karna rasanya pasti tidak enak pikirnya.


" kalau begitu ayo ke kantin, aku lapar"


" ayo aku lapar juga"


mereka pergi menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi meronta ronta minta untuk di isi.


" Clarisa kau duluan saja, ya aku mau ke toilet sebentar"


" aku akan menunggumu saja"


" tidak usah aku agak lama, nanti kita kehabisan meja, dan tolong pesankan punyaku juga makanan nya, apa yang kau pesan punyaku pesan juga"


" baiklah jangan lama lama ya"

__ADS_1


Clarisa pergi menuju kantin, dan memesan beberapa makanan untuk dia dan maira.


Sementara itu di toilet.


.


.


" kau anak baru, kau sudah kuperingatkan untuk tidak dekat dekat dengan anak sialan itu kau membantah nya, dan kau akan tau akibatnya"


Lena menjambak rambut maira.


" lepaskan aku, apa hakmu melarang larang aku untuk berteman dengan Clarisa" kata maira sambil menahan sakit di rambut nya karna jambakan Lena.


" plak"


tamparan mengenai pipi putih maira,


" sudah berani kau membantah kami ya anak baru, kau sama ***** nya dengan si Clarisa sialan itu" kata Rina sambil menampar wajah maira.


" kita siram saja dia dengan air bekas pelan ini" Tika menyiram air itu pada tubuh maira.


maira memberontak tapi ia tidak bisa melawan ke 4 orang ini sekaligus.


maira memberontak tapi Dila menekan kepala nya kuat,


" Dila nanti dia mati" kata Lena ngeri saat melihat temanya, seperti ingin membunuh maira.


" dia sudah kuperingatkan tapi tidak menurut ini akibatnya" kata Dila dingin sambil mencelupkan kepala maira lagi ke dalam ember itu, seakan yang di aniayayanya itu bukan manusia yang bernyawa.


Clarisa sudah menunggu lama maira, tapi belum terlihat juga batang hidung maira, perasaan nya mulai tidak enak.


ia pergi ke toilet untuk melihat maira, dan betapa terkejut nya iya, saat geng Dila, menganiaya maira sebegitu kejam.


Clarisa menatap Dila dan kawan kawan marah.


" apa yang kalian lakukan" kata Clarisa dengan marah yang tidak bisa ia tahan lagi.


tangan nya mengepal, ketiga teman Dila takut dengan Clarisa, Dila melepaskan maira dari ember itu, wajah maira pucat, dan terbatuk batuk, lemas dan pingsan.


" aku selama ini, hanya diam saja dengan perlakuan kalian,dan sekarang batas kesabaran ku habis hari ini" . Kata clarisa menatap tajam Dila dan kawan kawan.

__ADS_1


ia mencekik Lena kuat, lalu menendang Lena hingga terbentur ke dinding toilet. darah mengucur keluar dari kepala lena.


ketiga orang ini ngeri melihat nya, mereka hendak kabur tapi Clarisa sudah mengunci pintu nya terlebih dahulu.


Clarisa mencekik Rina dan Tika dengan ke dua tangan nya, Dila ingin membantu dan memukul Clarisa, tapi Dila telat karna Clarisa terlebih dahulu menendang keras perut Dila hingga Dila terpental.


" aa ampun, tolong jangan bunuh kami uhk uhk" kata Tika pada Clarisa, sambil bersusah payah karna cekikan Clarisa pada lehernya.


" sekarang kau baru mengerti sakit nya di bully, dan kenapa KAU BISA MEMBUAT ORANG SEPERTI ITU" kata clarisa marah ia membenturkan kedua kepala itu, membuat Tika dan rina kesakitan dan jatuh ke lantai.


" Dan kau Dila, selama ini aku sudah cukup sabar dengan sikap mu itu terhadap ku karna rasa bersalah ku padamu, tapi lama kelamaan aku muak dengan mu" kata Clarisa sambil menarik kerah baju dila.


Dila bergetar takut, karna baru kali ini Clarisa melawan nya sebelumnya Clarisa tidak peduli apa yg dilakukan nya, hawa membunuh Clarisa makin terasa.


Dila dan kawan kawan menangis karna ngeri melihat Clarisa, Clarisa menjambak rambut Dila dan memasukan kepala Dila kedalam ember yang barusan digunakan Dila untuk maira.


maira terbangun dari pingsan sesaatnya, tapi dada nya masih sesak karna tidak ada nya oksigen dalam air tadi.


ia melihat sekeliling dan melihat Clarisa yang menganiaya dila, sama seperti yang dilakukan Dila padanya.


" Clarisa uhk hentikan" kata maira lirih.


" brraak" pintu terbuka seorang guru, melihat, Clarisa yang memasukan kepala Dila ke dalam air.


Ke empat orang itu langsung mengadu pada gurunya, bahwa itu semua salah clarisa.


" HENTIKA CLARISA APA KAU MAU MEMBUNUH MEREKA,KAU SANGAT KETERLALUAN". kata guru itu marah


Clarisa melepaskan jambakanya pada Dila dan menjatuhkannya pada lantai.


" Clarisa ikut aku sekarang juga, yang lain bantu lah kawan kawan mu ini untuk pergi ke UKS," kata guru itu.


Clarisa hanya mengikuti guru itu tanpa mengucapkan sepatah katapun, semua melihat adegan itu, dan mencemooh Clarisa yang sudah menganiaya ke empat siswi itu.


 Clarisa hanya diam saat orang orang mulai memakinya.


" kesalahanmu sudah sangat fatal clarisa firnanda, kau di skors selama 3 Minggu, dan setelah itu membersihkan toilet sekolah selama sebulan, syukur syukur kalau orang tua murid yang kau aniaya itu tidak menuntut, kalau mereka menuntut mu kau terpaksa harus dikeluarkan dari sekolah ini."


" apa kau benar seorang guru?, men judge seseorang berdasarkan yang kau lihat, tapi apa kau tau akar permasalahan disini dan langsung menuduh tanpa menanyakan apa yang terjadi, kau juga sama memuakanya"


kata Clarisa dingin ia keluar dari ruangan itu, guru itu memanggilnya untuk kembali tapi ia tidak mau,dan kembali kekelas untuk mengambil tasnya, semua orang lagi lagi mencemoohnya, tapi ia tidak peduli, ia keluar dari sekolah itu dengan cepat.

__ADS_1


ia muak pada semuanya 2 tahun sudah ia di cemooh di fitnah tapi tidak pernah sekalipun ia balas perbuatan mereka, sekali ia membela temanya dan membalas perbuatan mereka, ini yang di dapat Kanya.


 ia berjalan tidak tau arah, ia menundukan kepalanya, sambil menghapus air mata nya.


__ADS_2