Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(33)


__ADS_3

sepanjang perjalanan ke rumah Carlos, clarisa tak berhenti menangis, Carlos teman Clarisa yang mempunyai bar yang waktu itu,Carlos juga teman Clarisa dari SMP sampai sekarang selain Rion, dan Alvaro.


 


arka mengikuti Clarisa dan temanya, dari jauh, ia ingin melihat Clarisa di mana tinggal dan apakah ia aman atau tidak, walau hatinya sakit melihat Clarisa berboncengan dengan pria lain, tapi ia tahan, ke amanan clarisa lebih penting baginya.


setelah Clarisa sampai di rumah Carlos, arka pergi dari situ, dan kembali ke rumah untuk mengurus sesuatu. clarisa mendudukan dirinya di sofa ruang tengah Carlos.


 


" jadi apa masalahmu, sampai kamu bertengkar dengan, suamimu itu?" tanya Carlos pada clarisa setelah ia melihat clarisa mulai tenang, dan berhenti menangis.


 


" aku minta cerai darinya" kata clarisa dingin.


 " dan kau menjadikan aku kambing hitam disini, suamimu dulu juga menonjok ku, kau tau, waktu kau mabuk hari itu, dan kau ingin aku ditonjok lagi olehnya?" kata Carlos bercanda


 


" tidak, dia tidak akan lagi, dia juga sudah setuju kami bercerai"


" kenapa kau meminta cerai darinya? kau tidak mencintainya?"


" pernikahan ini juga karna ingin menuruti permintaan orang tuaku, sekarang mereka sudah tidak ada, untuk apa lagi aku meneruskan nya?"


 


" kau mencintainya?" tanya Carlos lagi pada clarisa.


" entahlah" kata clarisa lirih.

__ADS_1


Carlos tau Clarisa masih mencintai suaminya.


" jadi apa yang akan kau lakukan?"


" entah lah mungkin pergi keluar negeri?"


  kata Clarisa, ia juga masih ragu dengan keputusan yang akan diambilnya, di satu sisi ia ingin tetap bersama arka, tapi di satu sisi kekecewaan yang luar biasa menyelimuti hatinya hingga kebaikan arka sedikit pun tidak terlihat lagi oleh nya.


 


" bibi dan paman dimana?" tanya clarisa pada Carlos karna, tidak melihat keberadaan ayah dan ibu Carlos.


" oh mereka sedang melakukan perjalanan bisnis, mungkin lusa baru pulang"


" hn"


clarisa sangat dekat, dengan Carlos tapi mereka, tidak satu sekolah, dulu SMP mereka masih satu sekolah, dan Carlos masih tetap berteman dengan nya, walaupun semua orang menjauhinya, Clarisa sudah menganggap Carlos seperti Kaka sendiri.


dan clarisa sering bermain ke rumah ini, dan sudah mengenal lama ayah dan ibu Carlos.


" apa kau lapar?" tanya Carlos pada clarisa


 " tidak, aku hanya lelah"


 


" baiklah istirah saja dulu setelah itu baru, turun dan makan"


" trimakasih"


" jangan sungkan, biasa nya juga kau tidak tau malu"

__ADS_1


 " kau menyebalkan, baiklah aku istirahat dulu"


 


Carlos tertawa melihat ekspresi marah Clarisa.


  clarisa sudah terbiasa dengan rumah ini, dulu waktu ayah dan ibu nya, pergi perjalanan bisnis dan ia akan datang ke rumah Carlos ini untuk menginap, keluarga mereka juga lumayan dekat.


 


Clarisa membuka pintu kamar rumah Carlos ini, ia masuk dan menguncinya, ia membuka ponsel nya dan melihat semua chat yang di kirim nya dulu pada arka, dan arka sudah membaca dan menjawab nya.


  clarisa meneteskan air mata nya, saat melihat chat balasan dari arka.


 


( maap sayang aku terlambat)


( tunggu aku disitu jangan kemana mana)


dan terakhir chat dari arka


( aku akan selalu mencintaimu, nyonya Prasetya)


  begitulah chat chat balasan arka untuk nya, ia melihat panggilan tak terjawab sangat banyak, di ponselnya. Clarisa menangis lagi, ia sudah rindu dengan arka padahal Mereka baru saja bertemu.


 


sekarang ia jadi ragu dengan keputusan nya, padahal keluarga nya hanya tinggal arka seorang dan sekarang ia ingin memutuskan ikatan benang merah itu?


ia melihat, cincin pernikahanya , yang sudah di pasangkan arka di jari manisnya lagi, padahal ia ingin melepaskannya tadi dan mengembalikan nya pada arka, tapi arka tidak mau.

__ADS_1


ia memeluk lutut nya sendiri, dan menangis tertahan di kamar nya, ia ingin kembali pada arka, tapi seakan ada tembok menghalangi mereka untuk kembali bersama.


__ADS_2