
sore nya di kediaman arka Prasetya, setelah adegan yang dramatis yang terjadi di warung nasi padang itu , saat ini Clarisa sedang di pijit oleh arka karena kaki dan pinggang nya sakit semua.
"ah benar disitu, ya kaki sebelah kanan" ucap Clarisa agak meringis menahan nyeri di kaki dan pinggulnya.
" apa begini? " ucap arka sambil memijit betis Clarisa yang berada di pangkuannya.
" iya pinggang ku juga sakit, ini pasti karena dia, dia membuatku sakit, ini pasti salah nya" ucap Clarisa menggerutu dan kesal sambil menunjuk perut nya sendiri.
" itu bukan salah anak kita, itu salah ku membuatmu susah maap kan aku" ucap arka sedih saat melihat wajah Clarisa menahan sakit, tapi ia tidak suka Clarisa menyalahkan calon bayinya.
" hn " Clarisa Hanya bergumam menjawab pertanyaan arka karena ia tidak tau mau menjawab apa, ia juga merasa bersalah dengan kata kata yang barusan ia katakan.
" apa begini enak?" ucap arka pada Clarisa Sabil memijit pinggang belakang Clarisa pelan, karena ia tidak berani menyentuh perut Clarisa terlalu kuat, takut terjadi apa apa pada calon bayi mereka.
" oh iya, iya disitu minggir sedikit ke kiri" ucap Clarisa menikmati pijat gratis dari arka. setelah berapa lama
__ADS_1
Clarisa tersentak, kaget karena kegiatan tangan arka sudah melenceng dari kata pijit memijit, tangan arka sudah bergerak kemana mana.
" ah apa yang kamu lakukan, pijit dengan benar" ucap Clarisa dengan wajah memerah saat arka mulai menggoda nya dan menggerayangi tubuh nya.
" aku hanya memberikan pijit plus plus padamu sayang" ucap arka, tapi tidak melepaskan kegiatan tangan nya pada bagian pribadi Clarisa.
" ah tidak usah sudah cukup, trimakasih atas pijatan nya sayang" ucap Clarisa cepat cepat sambil menahan tangan arka yang mulai berani memasuki area pribadi nya.
" em baiklah, aku hanya rindu padamu" ucap arka pelan tapi di dengar Clarisa.
" ci cium " ucap Clarisa malu malu, ia juga sebenarnya rindu dengan sentuhan arka karena sudah lama mereka tidak ber manja manja seperti ini lagi, semenjak ia hamil arka tidak pernah menyentuh nya lagi.
arka langsung mencium Clarisa lembut dari kening hidung dan berhenti di bibir, ia mencium Clarisa lama, Clarisa memeluk leher arka erat seakan meminta lebih pada arka, arka menurunkan ciumannya pada leher Clarisa, dan mencium setiap inci apapun yang ada disana, Clarisa mendesah kan nama arka kuat.
entah kenapa tubuhnya lebih sensitif dari biasanya mungkin karena sudah lama arka tidak menyentuh nya dan juga ia sangat berisik, tapi arka menyukainya , tidak lama kemudian arka menghentikan kegiatannya.
__ADS_1
" kenapa berhenti?" ucap Clarisa heran saat arka menghentikan kegiatannya.
" aku hanya takut terjadi sesuatu pada kandungan mu" ucap arka pelan.
" tapi kan dokter sudah mengatakan kalau berhubungan suami istri itu diperbolehkan asal saat melakukan nya hati hati" ucap Clarisa tidak sabar pada arka.
" kalau yang beginian saja kamu, nyambung cepat saat dokter itu berbicara, tapi saat masalah makan sayuran kamu pura pura lupa ya?" ucap arka terkekeh sambil menyentil kening Clarisa.
wajah Clarisa memerah arka benar, ia sangat agresif seakan ia sangat menginginkan sentuhan arka padanya, ia sangat malu dan juga kesal.
" kalau kamu tidak mau ya sudah" ucap Clarisa mau bangkit dari posisi tidurnya. arka cepat cepat menahan Clarisa agar kembali ke posisi tidur nya kembali.
"aku mau, apapun untukmu nyonya Prasetya ku" arka mencium bibir Clarisa lagi dan membuka satu persatu kancing kemeja Clarisa, ia juga sebenarnya sudah tidak tahan melihat penampilan istri nya Sekarang yang terlihat sangat seksi di matanya, apa mungkin karena Clarisa lagi hamil makan nya terlihat sangat seksi, pikir arka.
malam itu kembali terdengar ranjang berderit dan suara suara ******* yang saling bersahutan, menikmati kenikmatan satu sama lain, dibawah cahaya rembulan yang menemani mereka.
__ADS_1