
arka terbangun, karna ponsel nya berbunyi, ia mengangkat ponsel nya cepat, ia sedikit kesusahan, Karna clarisa memeluk erat tangan kirinya.
" halo Bu?"
" halo, dasar anak nakal, sudah beberapa hari ini ibu menelpon kenapa tidak pernah di angkat?" kata ibu arka yang mulai mengomel Li anak bungsunya.
" arka sedikit sibuk Bu" kata arka serak, dan pelan karna takut membangunkan clarisa yang tidur pulas.
" sesibuk apa hingga telpon orang tua sendiri di abaikan? dasar anak nakal ini" kata ibu arka gemas pada putra bunsunya.
"maap kan aku, ada sesuatu hal yang terjadi" kata arka serius, ibunya tau kalau arka sudah berbicara serius pasti masalahnya tidak mudah.
" apa kau baik baik saja? bagaimana dengan menantuku? dia baik baik saja kan, kami sangat khawatir"
" aku baik, menantu ibu baik baik saja sekarang, tidak perlu khawatir"
" syukurlah, apa kau sakit arka? kenapa suaramu seperti itu?" tanya ibu arka khawatir mendengar suara arka yang serak dan lemah.
__ADS_1
" arka hanya sedikit demam dan lelah, setelah istirahat pasti akan pulih kembali bu jangan khawatir nanti ibu sakit"
" sudah tau seperti itu, tapi kenapa tidak pernah menjenguk ibu lagi kesini bersama menantuku, ibu hanya ingin membuat pesta kecil kecilan agar keluarga kita berkumpul kembali, akhir akhir ini terlalu banyak hal yang terjadi, ibu hanya ingin keluarga kita hangat lagi seperti dulu,
clarisa juga seperti nya sangat membutuhkan perhatian lebih, agar ia tau kita selalu ada, dan kita ini keluarganya juga" kata ibu arka sedih mengingat menantunya yang sudah kehilangan orang tuanya.
arka mendengar kan ibunya, berbicara yang dikatakan ibunya benar, clarisa butuh perhatian lebih saat ini, dia saja pasti tidak cukup bagi clarisa, ia tidak bisa menjadi orang tua bagi clarisa. ia menghela napas nya.
" baiklah, setelah arka mendingan nanti kami akan pergi mengunjungi ibu"
ibu arka mematikan ponsel nya, arka jengkel pada ponsel nya sendiri, tiap kali ibunya menganggapnya anak kecil, padahal ia sudah dewasa.
sekarang badanya sudah sedikit mendingan, ia merasa demam nya sudah berkurang sekarang, setelah ia menyentuh dahinya sendiri.
arka berbalik dan melihat clarisa memeluk tangan kiri nya erat, dan masih tertidur pulas, ia merapikan rambut clarisa yang menutupi wajah cantik Clarisa.
beberapa hari ini atau mungkin dalam bulan ini, clarisa banyak menderita sering menangis bahkan clarisa juga kurusan, ia tidur lagi dan memeluk clarisa, ia menciumi dahi dan wajah clarisa pelan, ia tidak ingin mengganggu tidur pulas Clarisa.
__ADS_1
arka tidak tidur lagi, karna sudah sangat puas seharian ini berbaring di ranjang saja, ia hanya melihat dan memeluk clarisa yang tertidur pulas, hingga clarisa terbangun.
" selamat siang menjelang sore sayang?" sapa arka pada clarisa yang sedang terbangun dan mengumpulkan nyawanya.
" APA SORE?" teriak clarisa sambil terkejut, karna waktu sudah sore. ia terkejut sudah berapa lama ia tertidur.
" ya, kau tidur sangat pulas sayang, aku jadi heran siapa sebenarnya disini yang sakit?" kata arka mengejek Clarisa.
tapi clarisa tidak peduli pada ejek kan arka padanya, ia cepat cepat mengambil pengukur suhu tubuh, dan memasukan nya pada mulut arka, arka tekejut karna tiba tiba benda itu dimasukan ke dalam mulutnya, tapi ia tidak membuang nya.
setelah beberapa saat Clarisa menghela napas lega ,saat melihat angka di alat itu menunjukan 36,5 °c artinya demam arka sudah turun.
" kau sangat khawatir sayang?" kata arka heran
" Tantu saja aku khawatir, melihat tidur mu sudah seperti mayat hidup, tidak bergerak sama sekali, membuat aku takut, jika benar kau juga akan pergi meninggalkan aku" kata clarisa berbicara lirih, ia tidak berbohong ia memang takut jika arka tidak membuka matanya lagi, dan pergi meninggalkannya.
arka terkejut, karna reaksi clarisa menjadi seserius ini, ia hanya bercanda tadi. ia memeluk Clarisa erat.
__ADS_1
" maap kan aku, aku tidak akan pergi kemana mana, aku akan disini bersamamu" kata arka sambil mencium dahi clarisa lembut.