Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(22)


__ADS_3

Sekarang mereka tengah berkumpul di ruang tamu, ayah clarisa juga sudah pulang dari tempat kerja nya, mereka bercerita berbagai hal, hingga keluarga itu sangat hangat.



mereka menonton siaran tv, dan lagi lagi terjadi pembunuhan di sekolah Clarisa, dengan motiv yang tidak di ketahui, tapi polisi berkata yang membunuh itu adalah orang yang sama, karna ada mawar putih berdarah juga ditemukan di sisi korbanya.



clarisa menjatuhkan gelas teh nya hingga pecah, ia takut sekarang itu tidak mungkin kebetulan kan?


" ada apa clarisa apa yang meninggal itu teman mu?" tanya Arka khawatir saat melihat clarisa sangat shock dengan kabar itu.


" ti tidak apa apa, aku kembali ke kamar dulu" kata clarisa bergetar ia tidak mau orang tuanya tau apa yg terjadi, itu akan membuat tuanya khawatir, dan takut nya penyakit darah tinggi ayah nya naik lagi.


ibu dan ayah clarisa juga terkejut dan menyuruh arka untuk, menyusul Clarisa.


Clarisa menelpon maira

__ADS_1


" halo maira"


" ah ha halo clarisa, aku minta maap padamu, aku juga tidak berani menghubungi mu duluan, karna kejadian itu membuat mu harus di skors oleh kepala sekolah, aku sangat bersalah maap kan aku"


" tidak masalah, aku hanya ingin bertanya, apakah akhir akhir ini banyak siswa siswi yang meninggal di rumah sekolah kita?" kata clarisa bergetar takut


" benar, sudah 10 orang korbanya, kepala sekolah, dan beberapa siswi lainya, ada rina, tika, Lena juga sudah meninggal, mereka di temukan di gudang sekolah, de dengan keadaan yang menggenaskan, bahkan sempat tidak dikenali juga mayatnya" kata maira takut menceritakan itu.


" apa benar seperti yang di katakan di tv, di mayat korbanya di temukan mawar putih berdarah?" kata clarisa takut takut.


" benar clarisa aku sempat melihatnya, di masing masing korbanya di temukan mawar putih berdarah di tangan nya, aku takut sekali maira, banyak siswa siswi tidak mau pergi ke sekolah lagi" kata maira ketakutan.


ia menutup telpon nya, ia mendudukan dirinya di ranjang sambil memeluk lututnya, ia takut, takut sekali, jika hal itu akan terjadi pada nya.


cklek pintu terbuka, Clarisa berlari dan memeluk arka erat, ia menangis sesenggukan takut sedih bercampur aduk semuanya.


" kenapa clarisa? cerita kan masalah mu agar aku tau?"

__ADS_1


" hiks aku hiks takut, mawar berdarah hiks bunuh hiks mati" sangking takut nya clarisa bahkan tidak bisa mengatur dengan jelas ucapanya.


" dengarkan aku, lihat mataku Clarisa, tenangkan dirimu berbicaralah pelan pelan" kata arka khawatir, juga penasaran sebenarnya istrinya ini kenapa?.


" hiks setiap hiks aku menemukan mawar putih berdarah pasti ada yang meninggal setelah nya. hiks hiks aku takut" kata clarisa


entah kemana sipat tomboy clarisa sekarang, hingga ia sangat cepat menangis, ia benar benar takut, arka terkejut apa benar seperti itu.


" jangan dipikirkan, itu hanya orang iseng mungkin, ingat jangan takut masih ada aku oke" kata arka menenangkan


Clarisa mengangguk ia makin memeluk arka erat. sebenarnya arka juga khawatir akhir akhir ini ada yang meneror nya lewat ponsel dengan mengirim kata kata yang sama.


(TINGGALKAN CLARISA KALAU TIDAK KAU AKAN MATI)


begitulah isi pesan yang dikirimkan seseorang untuk nya berulang ulang, ia tidak mau memberitahu Clarisa tentang hal ini, takut Clarisa makin khawatir.


bagaimanapun juga ia tidak akan melepaskan Clarisa, walaupun clarisa yang meminta nya. ia memeluk Clarisa erat dan mengecup kepala clarisa sayang, akhir akhir ini selalu perasaan nya tidak enak, selalu khawatir tentang sesuatu tapi ia tidak tau penyebabnya apa.

__ADS_1


semoga tidak terjadi hal buruk, batinya memohon.


__ADS_2