Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(24)


__ADS_3

 


Clarisa sudah kembali ke rumah, ia sedikit parno di depan pintu takut takut kalau ada bunga mawar itu lagi di sana, tapi untung nya tidak ada ia masuk ke rumah nya dengan cepat, karna merasa seperti ada mata yang selalu memperhatikannya.


 


dan benar saja seseorang melihatnya dari jauh sekilas dan menghilang.


 


clarisa memasak makanan untuk makan malam, ia masih memikirkan kemungkinan kemungkinan yang terjadi kenapa yang terbunuh itu semua orang yang pernah menyakitinya, dan juga orang yang pernah berhubungan dengannya, walau ia disakiti ia juga tidak akan sekejam itu, hingga sampai membunuh seseorang.


 


arka sudah pulang, dan kelihatan sangat lelah sekali, clarisa menyiapkan peralatan mandi arka, arka tidak banyak berbicara karna ia sangat lelah dan butuh mandi segera agar tubuh nya kembali segar dan pulih.


 


di ruang makan lagi lagi Clarisa melamun, ia banyak pikiran akhir akhir ini, karna kejadian itu, bahkan ke khawatiran selalu menyelimuti nya, seperti akan terjadi hal besar yang akan menimpa nya tapi ia tidak tau apa itu.


 


" akhir akhir ini kau sering melamun nyoya Prasetya?"

__ADS_1


" entah lah aku hanya banyak pikiran"


" jangan terlalu di pikirkan semakin kau memikirkan nya, semakin kau takut nantinya"


" hn"


" kau masak apa?"


" gulai ikan"


" wah kelihatannya enak, aku sudah tidak sabar lagi, untuk memakan masakan istriku ini"


kata arka pura pura ceria,untuk memecahkan keheningan yang menyesakan ini, ia tidak mau clarisa terus menerus memikirkan hal itu, ia akan melindungi clarisa walau nyawa taruhannya.


 


 


" arka, kau tau semua yang meninggal di sekolah itu berkaitan denganku, aku hanya sedikit takut" kata Clarisa bercerita pada arka.


" apa maksudmu berkaitan" arka mulai merasa sangat khawatir sekarang.


Clarisa menceritakan kembali cerita maira tadi siang pada arka, arka terkejut ia memeluk Clarisa erat, seakan takut kehilangan clarisa.

__ADS_1


" aku hanya takut arka, jika suatu saat aku akan kehilangan orang orang yang aku sayangi" kata Clarisa


air mata sudah tidak tertahankan lagi, ia mencoba menahan nya tapi tetap saja air mata itu lolos dan jatuh ke pipi putihnya.


" tidak akan terjadi apa apa" kata arka menenangkan Clarisa, ia menyenderkan kepala nya di bahu Clarisa, dan memeluk erat Clarisa dari belakang.


sebenarnya ia sibuk akhir akhir ini, yaitu menyelidiki kasus mawar berdarah itu, dan kemungkinan kemungkinan yang di katakan Clarisa itu benar adanya.


 


ia sudah menyelidiki beberapa korban, dan melihat nya secara langsung bagaimana keji nya pembunuh itu, sebelum ia membunuh korbanya, ia terlebih dahulu memotong lidah nya, dan setelah itu mencungkil ke dua mata korbanya, hingga keluar, dan terakhir memotong lehernya, seperti memotong ayam, dan seluruh korban itu di temukan dengan ke adaan yang sama, tentu saja mawar putih berdarah itu juga ada di setiap korbanya.


 


arka menenangkan clarisa, sebenarnya ia sendiri yang harus di tenangkan disini, ia bahkan tidak mau melepaskan pelukanya pada clarisa barang sedetikpun, ia memeluk clarisa sampai, clarisa tertidur.


firasatnya mengatakan ia akan berpisah lama dari clarisa, ia bahkan tidak bisa tidur malam ini ia memandangi wajah lelap Clarisa, takut esok atau suatu hari nanti ia tidak akan bisa melihat wajah damai ini lagi.


 


ia bahkan benci dengan pirasat nya sendiri, karna ia takut itu akan menjadi kenyataan, ia memeluk Clarisa erat dan menciumi pucuk kepala clarisa berulang ulang, agar ia bisa menghilangkan pikiran buruknya.


 

__ADS_1


__ADS_2