Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(54)


__ADS_3

" bibi, bibi kecil" teriak Dion keras pada clarisa


 


clarisa dan arka yang tengah memasak berlali, karna khawatir dengan teriakan dion,.


 


" ada apa, Dion!" tanya clarisa khawatir dengan keponakan kecil nya.


 


" hahaha lucu cekali bibi kecil, apakah ini Poto paman waktu kecil?" kata Dion sambil memperlihatkan foto watu arka waktu kecil.


ke dua orang ini menghela nafas lega, tapi arka langsung mencoba merebut foto, nya dari tangan keponakan kecil nya, Dion langsung berlari dan memeluk kaki clarisa.


" benar itu foto paman mu waktu kecil" kata clarisa makin menjelaskan foto itu.


" hahahah paman jelek cekali, inguc paman juga kelual, aku bawa caja foto ini pulang nanti hahah" Dion tertawa sambil memeluk kaki clarisa erat dan menggenggam foto arka kuat.


arka mencoba mengambil foto itu, ia menggelitik Ki dion, Dion tertawa dan mengadu pada clarisa, clarisa cepat cepat menghalangi arka untuk menggelitik Ki keponakan, tampan nya.


" hahahha paman hahahha Dion cudah capek hahah cudah hahah" Dion menyerah, tapi ia tetap tidak melepaskan foto arka waktu kecil.


arka pura pura ngambek pada keponakan kecil nya, tapi Dion pura pura tidak peduli, dan meminta clarisa untuk menggendong nya, arka akhirnya menghela nafas dan mengalah pada keponakan kecil nya lagi.


 


" bibi mau memasak dulu, Dion main sama paman dulu ya" bujuk clarisa saat Dion memeluk nya erat tidak mau turun dari gendongan nya.

__ADS_1


Dion menggelengkan kepalanya, dan makin memeluk clarisa erat.


" paman caja yang memacak, kita lihat paman caja" kata Dion memerintah arka.


"dasar merepotkan" arka mencubit gemas pipi Dion, dan berlalu pergi ke dapur melanjutkan memasak mereka yang tertunda.


clarisa dan Dion memperhatikan arka yang memasak, mata Dion berbinar saat melihat paman nya memasak sangat lihai, ia baru pertama kali melihat arka memasak dan ia langsung takjub dengan kemampuan memasak arka yang hebat.


 


" paman hebat cekali" kata Dion berbinar


" tentu saja paman mu ini memang hebat" kata arka membanggakan dirinya sendiri.


clarisa dan Dion jadi bosan melihat arka yang memulai narsis nya, setelah selesai memasak dan kini mereka tengah makan malam


 


 


" tlima kacih bibi kecil" kata Dion dan langsung melahap makanan nya.


" makan yang banyak keponakan tampan bibi" kata clarisa mengelus kepala Dion lembut.


" wah macakan paman cangat enak" kata Dion saat merasakan masakan arka.


" hn makan yang banyak" kata arka singkat melihat keponakan nya lahap memakan makanannya.


arka senang Mereka sudah seperti keluarga yang lengkap Sekarang dengan adanya keponakan nya, dan ia ingin suatu hari seperti dengan anak kandung nya sendiri.

__ADS_1


setelah selesai makan malam, clarisa mengajak Dion ke kamar mandi untuk membersihkan kaki nya, dan menggosok gigi, Dion menurut.


sekarang mereka berada di ranjang bertiga, Dion tidak mau tidur sendirian, alasannya karna tidak terbiasa tidur sendiri karna baru pertama kali kesini.


Dion berada di tengah tengah arka dan clarisa.


" bibi kecil bacakan aku dongeng" kata Dion yang sudah mengantuk


" eum bibi tidak tau satu dongeng pun" kata clarisa bingung karna ia memang tidak pernah di bacakan cerita sebelum tidur.


" cerita apa caja boleh" kata Dion


bersikeras.


akhirnya clarisa menceritakan kisah nya, tapi ia tidak menceritakan pembunuHan itu, ia hanya bilang orang tua nya meninggal karna sakit.


 


arka yang mendengar hal itu, hanya diam memikirkan clarisa, ia Merasa bersalah lagi.


" bibi kecil celita bibi kecil cedih juga, tapi bibi kecil jangan cedih Kalnaa ada Dion, paman, mama, papa, dan kake cama Nene di camping bibi" kata Dion menguap setelah mendengar cerita sedih clarisa, ia tertidur setelah itu.


clarisa terharu mendengar keponakan kecil nya, bisa berbicara seperti itu, arka mencium kening clarisa dan Dion.


" ingat clarisa aku mencintaimu, dan masih ada kami di sekeliling mu, kamu tidak sendirian" kata arka menatap serius clarisa.


" trimakasih" kata clarisa tulus


 

__ADS_1


__ADS_2