
" aku percaya padamu"
arka memasukan Clarisa ke mobilnya,dan berlalu pulang ke rumah mereka, sampai di rumah arka kesusahan saat menggendong Clarisa.
karna Clarisa tidak bisa diam, ia menciumi leher arka, pipi hidung ia bahkan memeluk arka sangat sensual, seperti menggoda arka untuk melakukan sesuatu.
" jangan memancing Clarisa, kau mabuk"
arka juga tidak tahan seperti ini, ia cepat cepat menggendong Clarisa menuju ranjang mereka, ia tidak mau bagian tubuh nya ada yang terbangun.
ia menidurkan Clarisa, pelan dan menyelimuti nya, saat hendak pergi tangan nya di tarik Clarisa kuat hingga ia kehilangan keseimbangan dan jatuh di tempat tidur.
" hentikan nyonya Prasetya kau mabuk"
ia mencoba menghentikan clarisa tapi Clarisa malah naik ke perutnya dan menciumi lehernya. Clarisa semakin memancingnya, membuat ia bergairah, Clarisa sangat mengerikan saat mabuk pikirnya.
" hentikan nyonya Prasetya uh kau mabuk sebelum aku melakukan sesuatu, jadi tolong hentikan"
ia mencoba lagi melepaskan Clarisa dari perutnya, tapi Clarisa malah semakin menggoda nya, sekarang ia malah duduk di area privasi nya.
" aku sudah memperingatimu nyonya Prasetya, nanti jangan sampai menyesal"
ia membalikan tubuh nya, kesabarannya sudah habis, ia juga tidak bisa digoda oleh orang Yang di cintai nya, kini ia berada di atas dan Clarisa di bawah, dan mulai lah malam panjang mereka.
Clarisa terbangun dan melihat dirinya, sudah di samping arka dengan tubuh yang tidak mengenakan sehelai benang pun.
" arka apa yang kau lakukan padaku" teriak Clarisa pada arka murka .
" huh kau berisik sekali pagi pagi nyonya Prasetya"
" kau tidak tau malu, apa yang kau lakukan padaku tanpa seizin ku kau melakukan itu padaku" kata clarisa menuduh arka
" coba ingat ingat nyonya Prasetya apa yang sudah terjadi lihat, aku juga tidak tahan saat kau menggodaku semalam, aku sudah memperingatimu semalam"
kata arka sambil memperlihatkan lehernya dan dada nya bekas ciuman clarisa sangat banyak di badannya.
__ADS_1
Clarisa wajah nya memerah melihat badan arka.
" pasti kau duluan kau ti tidak tau malu"
" aku sudah bilang ( cup) kau duluan kalau ini aku yang duluan"
kata arka sambil mengecup bibir Clarisa lembut.
" kau kau menyebalkan sekali kau ah kau menyebalkan"
Clarisa memukuli arka dengan bental yang di samping nya.
" jangan menggodaku nyonya Prasetya nanti aku akan melakukan nya lagi pagi ini"
arka melihat Clarisa yang masih tidak mengenakan pakaian
Clarisa masuk lagi ke dalam selimut dan menutupi tubuhnya hingga kepala, arka memeluknya erat.
" Clarisa , apa yang sudah terjadi di sekolah mu?"
Clarisa diam dan gugup juga takut, ia melupakan kejadian kemarin, padahal gara gara hal itu ia sampai datang ke klub malam kemarin.
" jawab Clarisa aku tidak akan memarahimu asal kau jujur padaku". kata arka bertanya dengan sabar pada Clarisa.
" janji tidak marah" kata Clarisa takut takut saat melihat arka
" tentu apapun untuk mu nyonya Prasetya"
flashback
Clarisa menceritakan Dari awal, saat Dila masih menjadi temanya. saat SMP Clarisa selalu menjadi yang paling unggul dalam hal apapun, prestasi, orang yang mempunyai banyak teman, cantik, dan tentu saja orang yang berada.
__ADS_1
sedangkan Dila selalu menjadi nomor 2, tapi walau begitu mereka masih berteman hingga puncak nya saat Dila menyukai Alvaro yaitu teman mereka juga dari kecil.
tapi Alvaro malah menyatakan cintanya kepada Clarisa, di depan mata dila.
Dila menuduh Clarisa sudah merebut orang yang disukainya, Clarisa mencoba menjelaskan bahwa ia tidak mempunyai perasaan apapun pada Alvaro itu.
tapi Dila tidak mempercayai Clarisa, lelaki itu juga sahabat Clarisa dan Dila dari kecil, saat Clarisa menolak untuk pacaran dengan nya, Alvaro membunuh dirinya sendiri, dengan melompat ke sungai , karna cinta nya tidak diterima Clarisa.
Clarisa tidak tau kenapa teman lelakinya itu bisa melakukan hal bodoh seperti itu, ia heran dan juga menangis berhari hari bahkan sampai sekarang juga sering terkenang, seandainya saja waktu itu ia menerima perasaan teman lelaki nya itu ia pasti, tidak akan melakukan hal bodoh seperti itu.
mayat temanya itu, di temukan tak bernyawa di sungai, wajah nya bahkan sudah tidak dapat dikenali lagi, karna sudah berhari hari terapung apung di sungai itu, yang di lihat hanya identitasnya saja, yang masih memakai bed nama sekolah mereka.
di hari pemakaman itu Dila menampar Clarisa di depan semua orang, dan Dila juga menyalahkan Clarisa atas kematian temanya itu, Clarisa tidak membalas perlakuan Dila karna ia juga menyalahkan diri nya sendiri.
dari hari itu, Dila selalu mengucilkannya, dan Dila bahkan tidak pernah menyukai Clarisa yang mempunyai teman, ia selalu berusaha untuk menyingkirkan teman Clarisa dengan cara membully nya, dan sebagainya, Clarisa tau itu salah nya tapi kemarin ia sudah tidak tahan lagi, melihat maira diperlakukan seperti itu hingga ia membalas perbuatan Dila sampai seperti itu.
Clarisa menangis di pelukan arka, arka mencium kening Clarisa, ia tidak tau permasalahan Clarisa sampai serumit ini.
.
.
.
disisi lain,
" prankk " bunyi pecahan kaca dan suara suara benda yang di lempar keras oleh seseorang, .
" KENAPA KAU MENGHIANATIKU, AKU AKAN KEMBALI DAN MEREBUTMU KEMBALI, SIAPA YANG MENGHALANGIKU AKAN KU BUNUH DAN KUHANCURKAN, SAMPAI TIDAK BERSISA "
ia memegang gelas kaca itu hingga pecah dan melukai tangan nya sampai berdarah, sorotan tatapan nya dingin, saat melihat lukisan perempuan cantik yang tersenyum lebar.
__ADS_1