
pagi nya, arka sudah terbangun dan melihat kesamping dimana istri yang dicintai nya, masih terlelap dalam tidur nya, ia mencium dahi Clarisa pelan, agar Clarisa tidak terbangun karena nya.
arka membersihkan dirinya, dan mulai mempersiapkan sarapan ia harus memasak banyak sayuran dan ikan untuk Clarisa, begitu lah pesan dokter untuk nya.
setelah selesai menyiapkan makanan arka, naik lagi ke lantai atas untuk melihat Clarisa, hari ini dia libur jadi bisa mengurus keperluan Clarisa, sekaligus mungkin mereka akan ke rumah orang tuanya untuk, melihat keponakan kecilnya.
arka tersenyum melihat Clarisa tertidur tidak ada anggun anggun nya pikirnya , rambut berantakan kemana mana, badan Clarisa terlentang, bahkan jarak kaki Clarisa satu di timur satu di barat Menurut arka. baju Clarisa bahkan sudah tersingkap sampai ke Dadanya. bagian pribadi arka bahkan menegang saat melihat Clarisa yang tertidur dengan posisi seperti itu.
arka bahkan mengatai dirinya sialan saat berpikiran kotor melihat tubuh Clarisa, cepat cepat ia rapikan kembali baju Clarisa sebelum pikiran kotornya mengendalikan nya.
" hoam jam berapa sekarang?" ucap Clarisa tiba tiba membuka matanya dan mengejutkan arka, dari lamunan kotornya pada Clarisa.
" dan kenapa wajah mu me merah?" ucap Clarisa heran saat melihat wajah arka ada semburat merah di pipinya
" em jam 9 lewat." ucap arka memalingkan wajah nya sendiri. saat melihat wajah tanya Clarisa di depanya
" aku hanya merasa kepanasan saat memasak di dapur" ucap arka berbohong, mana mungkin ia jujur pada Clarisa bisa di ejek dia ber minggu Minggu nanti pikirnya.
__ADS_1
" oh " tiba tiba Clarisa merentangkan tangannya pada arka, arka sangat paham apa yang diminta Clarisa padanya beberapa hari ini, setiap Clarisa bangun tidur pasti ia minta di gendong arka menuju kamar mandi, faktor kehamilan membuat kadar kemanjaan Clarisa padanya meningkat drastis, tapi itu tidak menjadi masalah bagi arka, apapun perubahan sikap Clarisa ia akan menyukai nya.
arka memeluk Clarisa dan menggendong nya di depan seperti anak anak yang di bangun kan ayah nya, beginilah kondisi mereka sekarang, saat mengingat hal itu membuat arka terkekeh di dalam hati,
Clarisa mencium leher arka, dan menelusup kan kepalanya di perpotongan leher arka.
" apa kamu pergi bekerja lagi?" ucap Clarisa sedih suaranya tidak terdengar jelas karena posisinya sekarang.
arka merasa geli saat Clarisa berbicara karena hembusan napas Clarisa yang berada perpotongan leher nya.
" tidak hari ini aku libur, hari ini kita akan pergi ke rumah utama, apa kamu mau?" ucap arka mengajak Clarisa untuk ke rumah orang tuanya.
arka membawa Clarisa menuju ke kamar mandi, dan menurunkan Clarisa. Clarisa mulai bersih bersih mencuci muka dan menggosok giginya.
" hn tidak usah di tunggu" ucap Clarisa pada arka, arka hanya mengangguk dan keluar menuju meja makan.
.
__ADS_1
.
.
.
setelah beberapa saat Clarisa selesai dengan urusan nya di kamar mandi, ia menuju ke ruang makan mereka, di sana ia sudah melihat arka duduk menunggu nya.
" kamu masak apa?" tanya Clarisa pada arka. arka tidak menjawab, dan Clarisa melihat sendiri apa yang di masak arka, dan wajah nya seketika berubah menjadi cemberut.
" arka aku tidak suka" ucap Clarisa memelas pada arka
" sedikit saja, makanlah sayuran ini dan ikan itu penting untuk mu dan calon bayi kita"
" arkaaa " ucap Clarisa semakin memelas matanya bahkan sudah berkaca kaca.
" tidak, ini demi kebaikan mu aku tidak akan menurutimu, turutilah kata kata suami mu Clarisa kumohon " ucap arka mulai jengah dan memohon agar Clarisa tidak menolak nya untuk makan sayuran dan ikan ini semua demi kebaikan Clarisa.
__ADS_1
clarisa cemberut tapi ia menerima suapan yang di berikan arka padanya.