Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(51)


__ADS_3

pagi nya, clarisa dan arka mau pulang ke rumah mereka, Dion menangis memeluk lutut Clarisa erat.


" bibi hiks kecil jangan pelgi Dion,hiks macih ingin cama bibi kecil" kata dion menangis sembari memeluk lutut clarisa.


 


" bibi akan datang lagi nanti, untuk mengajak Dion jalan jalan" kata clarisa mencoba menghibur keponakan kecil nya yang imut.


" hiks tidak mau, Dion tidak mau hiks, pacti bibi kecil, lama datang lagi hiks hiks Dion tidak punya teman di cini hiks"


 


Dion mulai merengek lagi ia masih tidak mau melepaskan pelukannya pada kaki clarisa, semua sedih melihatnya, karna tidak biasanya Dion seperti ini.


 


" baiklah Minggu depan , setelah bibi selesai ujian, akan menjemput Dion kesini, dan tinggal sebentar di rumah bibi mau? tapi minta izin dulu sama mama dan papa Dion" kata clarisa tidak tega meninggalkan keponakan kecil nya yang menangis.


"benalkah bibi kecil?" kata Dion yang mata nya sudah mulai bersinar senang.

__ADS_1


" benar tapi minta izin dulu" kata clarisa lagi pada keponakan kecil nya


" Yeay, mama papa, bolehkah Dion pelgi nanti dengan bibi kecil ke lumah nya?" tanya Dion berharap orang tuanya mengizinkan nya.


" pergilah, ikut saja nanti dengan paman dan bibi mu ke rumah nya" kata Daniel ayah Dion.


" telimakacih ayah" Dion kecil memeluk kaki ayah nya erat.


" Dion tidak usah ke rumah paman, nanti repot Dion disini saja" tiba tiba arka menghancurkan suasana yang sudah kondusif itu, membuat Dion lagi lagi berkaca kaca.


" hiks bibi kecil lihat paman jelek itu hiks" Dion mengadu pada clarisa.


" biarkan saja paman jelek mu itu, kan bibi nanti yang mengurusmu disana, jangan pedulikan dia nanti" kata clarisa enteng membuat arka menghela nafas nya, karna Sekarang ia tidak bisa lagi mengganggu keponakannya, karna ada clarisa batin nya.


" Dion cayang paman" kata Dion semangat.


" paman juga sayang sama keponakan kecil paman" arka mencium pipi gembul Dion.


 

__ADS_1


begitulah, kalau Mereka bertemu pasti akan adu mulut, tapi ketika mau berpisah, seperti sekarang ini, seperti yang adu mulut barusan bukan mereka saja.


 


ayah dan ibu Dion sudah biasa melihat pemandangan ini, tapi tidak dengan clarisa ia tidak percaya mereka bisa sedekat ini setelah, beberapa hari ini adu mulut saja di Depa nya.


arka melepaskan keponakan kecil nya dari gendongan nya dan di berikan ya pada Kaka nya, untuk gantian menggendong Dion.


clarisa mencium Dion dan pamitan, pada ke dua Kaka Ipar nya, ibu dan ayah mertuanya, sudah pergi ke perjamuan penting, jadi ia tidak bisa pamitan pada Meraka.


Dion mulai menangis lagi, tapi cepat cepat ibu nya membawa nya masuk, dan mengalihkan perhatiannya untuk tidak menangis.


mobil arka sudah mulai keluar dari gerbang rumah besar itu, clarisa suasana hati nya sedang bagus saat ini ia bernyanyi, sepanjang perjalanan, di dalam mobil itu, arka membiarkan saja clarisa menyanyi, walaupun dulu sering ia mengejek suara clarisa seperti kaleng pecah, tapi setiap kali Clarisa menyanyi, hati nya jadi tenang.


"nyonya Prasetya benar mau, mengajak Dion ke rumah nanti?" kata arka penasaran ia tidak percaya clarisa benar benar mau membawa keponakan kecilnya menginap di rumah mereka.


" tentu saja, setelah aku ujian nasional nanti, lagipula aku tidak mempunyai pekerjaan lain nanti nya, dari pada aku sendiri dan kau pergi bekerja, itu membuat ku bosan saja, dion itu sangat tampan dan imut sekali"


kata clarisa senang mengingat keponakan kecil nya yang imut, ia tidak pernah mempunyai adik baru kali ini ia mempunyai keponakan yang sangat imut, yang sudah seperti adik nya sendiri, karna umur nya belum terlalu tua juga pikirnya.

__ADS_1


dia mematahkan, perkataan nya dulu menganggap anak kecil itu merepotkan, mungkin kalau aku punya anak akan seimut Dion pikirnya senang.


 


__ADS_2