
arka dan rekam satu tim nya, tengah menyelidiki pembunuh yang terkenal dengan bunga mawar berdarah itu, ia sudah mengikuti gerak gerik pembunuh itu beberapa hari ini,ia tidak mau gegabah, dengan langsung menangkap orang itu.
karna berdasarkan penyelidikan mereka, pembunuh itu ada di berbagai tempat, dan memakai pakaian dan gerak gerik yang sama, arka dan teman temanya masih bingung, karna ada banyak orang yang sama, seperti pembunuh berdarah dingin itu.
mereka curiga bahwa pembunuh dengan sebutan mawar berdarah itu, sudah tau ia diawasi sehingga ia mengecoh mereka dengan cara membuat orang lain mirip seperti dirinya , dan itu untuk memecahkan konsentrasi mereka untuk menangkap nya.
" baiklah malam ini kita istirahat terlebih dahulu, berjagalah bergantian sebagian istirahat sebagian terjaga,kita tidak tau apa mereka satu atau banyak, jadi lebih baik kita hati hati saja." kata arka, memberikan tugas pada ke lima anak buah nya.
arka ketua dari pasukan mereka, yang biasa disebut sebagai ,pasukan black Hunter , yang bertugas membereskan teroris atau kejahatan yang seperti ini.
paginya, disisi lain Clarisa lagi lagi merasakan perasaan yang tidak enak, ia keluar dari pintu depan rumah nya dan menemukan, subuket mawar putih berdarah, ia takut karna mawar itu sangat banyak, sebelum sebelumnya hanya satu, satu tangkai saja.
ia takut dan cepat cepat mengeluarkan motor nya, menuju ke sekolah, mungkin setelah pulang sekolah ia akan pulang kerumah orang tuanya.
di sekolah clarisa banyak termenung dan tidak banyak bicara, kadang kadang ia hanya berbicara saat maira mengajak nya bicara, selebihnya ia hanya banyak diam.
" ibu aku pulang" kata Clarisa keras saat ia sudah sampai di rumah orang tuanya, dan memarkir kan motornya.
" oh sayang, putri kecil ibu datang" ibu clarisa memeluk clarisa erat, ibu clarisa tau arka sudah pergi bertugas karna clarisa sudah memberitahukanya.
__ADS_1
clarisa memeluk ibu nya erat karna ia masih takut, dengan bunga mawar putih berdarah itu yang di temukan nya tadi pagi, tapi ia merahasiakan itu dari orang tuanya, takut orang tuanya khawatir berlebihan padanya.
" kau pasti belum makan kan, ayo makan ibu sudah memasak makanan kesukaanmu, ayah mu juga ada"
" ia aku belum makan Bu, clarisa lapar hehehe" kata clarisa tertawa.
ia heran bagaimana ibu nya tau ia belum makan, mungkin naluri ibu sangat Kuat batinya. malam ini ia menginap di rumah lamanya ini, ia bahkan tidur dengan kedua orang tuanya, karna ia sangat takut dengan buket mawar putih berdarah itu.
orang tuanya heran tidak biasanya clarisa mau tidur dengan mereka, biasanya ia tidak mau saat ibu nya mengajak nya tidur bersama, ibu nya berpikir mungkin Clarisa sangat merindukan ia dan ayah nya.
esoknya waktu sudah sangat sore clarisa mau pulang ke rumah nya, ibu nya menyuruh nya untuk menginap lagi , tapi Clarisa besok mau sekolah cepat ia tidak bisa pergi dari sini, karna perlengkapan sekolahnya semua nya tinggal di rumah nya. dan clarisa mungkin besok akan menginap lagi katanya.
clarisa makan malam sendiri, ia tidak memasak karna orang ibunya, sudah menyiapkan makanan untuk nya sebelum pulang, setelah selesai makan malam ia mencuci peralatan makan nya dan tidur.
pada tengah malam, ia terbangun, dan melihat ponsel nya, ternyata ibu nya yang menelpon ia mengangkatnya cepat.
" halo Bu" kata clarisa dengan suara serak karna ia baru bangun tidur.
" ha halo sayang" kata ibu Clarisa di seberang sana
__ADS_1
" ada apa ibu menelpon?"
" tidak ada apa apa sayang, ibu dan ayah mu hanya rindu saja padamu lagi"
" kan tadi baru bertemu ibu ada ada saja " kata clarisa heran
" namanya ibu dan ayah mu rindu sayang mau bagaimana lagi, sayang dengar kan ibu, ibu dan ayah mu sangat sayang padamu, apapun yang terjadi nanti, kuatkan dirimu percayalah pada suamimu, jangan lakukan hal bodoh, kami sangat sayang padamu ingat itu, ingat kami akan selalu ada di sisimu"
" ibu apa apa an sih kenapa berbicara seperti itu" kata clarisa mulai merasa pembicaraan ibu nya sangat aneh.
" tidak ada, hanya baru saja ibu mimpi buruk, dan ibu langsung menelpon mu untuk memberitahukan sekali lagi bahwa ibu dan ayah mu sangat sayang padamu, kami mencintaimu, hiduplah dengan baik sayang bahagiakan diri sendiri, dan suamimu, kami akan selalu ada di samping mu"
" sudah ah ibu jangan berbicara seperti itu Clarisa takut"
" baiklah hahaha tidak usah takut sayang, bye bye sayang tidur lah lagi, semoga mimpi indah putri kecil ibu" dengan itu ibu clarisa mematikan ponselnya.
Clarisa tidak bisa tidur, ia menelpon ibu nya lagi, tapi ponsel ibu nya tidak di angkat lagi mungkin sudah tidur pikirnya.
.
__ADS_1