Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(44)


__ADS_3

malam nya setelah, pulang dari makam, clarisa bersin bersin, dan demam, arka khawatir ingin membawa clarisa ke rumah sakit , tapi clarisa tidak mau ke rumah sakit, ia agak terauma pergi ke ruma sakit setelah kematian orang tuanya.



" uhk huk huk, tidak mau pergi uhk huk disini uhk saja" kata clarisa lemah karna demam nya.



" baiklah, tidurlah aku akan mengompres dahimu saja"



" uhk aku huk belum mandi uhuk aku mau mandi gatal, badan ku tidak nyaman" kata clarisa merasa tidak nyaman pada tubuh nya karna terkena hujan dan tidak mandi seharian, ia mencoba bangkit dari tidurnya.



" tidak aku akan mengelap badan mu saja, nyonya Prasetya kau masih sakit, nanti jatuh di kamar mandi, aku akan mengelap badan mu saja, tidur lah lagi" kata arka sambil membaringkan lagi tubuh clarisa.



" tunggu disini aku akan mengambil air dan handuk"



arka berlalu dari kamar mereka, clarisa hanya bisa menatap arka lemah, demam ini membuat ia pusing, kepalanya terasa berputar putar ia tidak bisa berdiri.

__ADS_1


arka kembali membawa handuk, dan baskom berisi air. arka mulai membuka kancing baju clarisa, clarisa menahan tangan arka.


" aku uhk malu biar aku saja sendiri uhk huk yang melakukanya" kata clarisa dengan wajah merah menahan malu bercampur dengan demamnya, hingga membuat wajah nya menjadi sangat memerah.



" tidak perlu malu nyonya Prasetya, aku kan sudah melihat semuanya, lagipula kau istri ku apa yang kau takut kan?" kata arka menggoda clarisa lagi.



" aku tidak takut uhk, aku takut kau uhk huk akan tergoda dengan tubuh ku" kata clarisa membalas godaan arka dengan suara yang serak.



" mungkin aku akan tergoda, karna tubuh mu sangat indah istri ku, tapi aku akan menahan nya karna kau masih sakit, saat sembuh baru ku lakukan" kata arka terkekeh pelan, sambil mengelap badan clarisa lembut,




" arka, sini mendekat aku akan membisikan sesuatu" kata clarisa pelan.



arka Menuruti permintaan clarisa ia mendekatkan wajah nya, pada clarisa. clarisa melingkarkan tangannya pada leher arka, arka heran apa yang akan dilakukan istrinya ini?.

__ADS_1



cup, clarisa mencium bibir arka " aku mencintaimu arka suamiku, sangat cinta sekali" kata clarisa.



" aku juga mencintaimu istri ku" kata arka membalas perkataan clarisa dan menciumnya.



arka terkejut karna clarisa mulai melepas kancing kemejanya, ini sudah Tidak bisa, jika seperti ini ia akan kelepasan clarisa masih sakit ia tidak tega, ia menahan tangan clarisa yang jahil, tidak hanya mabuk demam juga membuat clarisa bergairah seperti ini batin nya.


" jangan menggodaku nyonya Prasetya, kau masih demam, setelah sembuh yah" kata arka lagi lagi melepaskan tangan clarisa yang mulai nakal pada tubuh nya.


" apa kau takut ketularan demam ku? kalau begitu ya sudah" kata clarisa melepaskan tangan nya pada tubuh arka


" jangan menyesal nyonya Prasetya, kau tidak boleh meminta berhenti nanti padaku, karna aku tidak bisa berhenti" kata arka meyakinkan clarisa.



" tidak aku tidak akan"


" baiklah, aku sangat mencintaimu, dan sangat merindukanmu nyonya Prasetya"


arka langsung mencium bibir clarisa intens setelah mendengar perkataan clarisa.

__ADS_1



mereka melepaskan kerinduan keduanya, malam ini setelah sekian lama melalui banyak permasalahan hingga membuat mereka meneteskan air mata, dan juga pernikahan Mereka yang sudah di ujung tanduk, kini sudah kembali seperti semula lagi, walau itu tidak mudah bagi mereka berdua, tapi mereka bersyukur mereka sudah kembali seperti semula lagi.


__ADS_2