Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(53)


__ADS_3

setelah hari kelulusan, clarisa Sekarang menjemput keponakan kecilnya bersama arka, Kaka iparnya sangat senang karena mereka mau mengurus putra kecilnya, selama beberapa Minggu ini, karna itu membuat mereka bisa pergi jalan jalan ke luar negeri berdua


 


" Dion jangan membuat bibi kecil mu repot ya" kata ibu Dion menasihati putra kecilnya, sebelum berangkat.


" baik mama, Dion tidak akan melepotkan bibi kecil, Dion janji kalau tidak lupa hehe" kata Dion polos, membuat ibu nya mencium putranya gemas.


"pokok nya harus baik baik, ya dan tidak boleh lupa, mama sayang Dion"


" Dion juga cayang mama, dan papa, dion belangkat pelgi dulu ya bye bye mama papa"


Dion melambaikan tangan nya pada ibu dan ayah nya, sekarang ia berada di gendongan arka. di dalam mobil Dion di pangku clarisa karena ia tidak mau sendiri duduk di belakang.


" bibi kecil, nanti kita jalan jalan ya, Dion ingin jalan jalan, papa, cama mama kadang cibuk, jadi tidak bica belmain cama Dion" kata Dion murung, saat mengingat ke dua orang tuanya yang sangat sibuk.

__ADS_1


clarisa yang mendengar nya ikutan sedih, karena ia juga tidak jauh berbeda dengan dion, yang selalu orang tuanya sibuk.


" tentu, kemana pun Dion mau kita bisa pergi, karena bibi juga tidak mempunyai kesibukan" kata clarisa semangat.


" trimakasih bibi kecil" Dion memeluk clarisa senang, clarisa yang gemas melihat tingkah Dion langsung mencium pipi gembul Dion.


arka, seperti obat nyamuk disini, tidak di hiraukan sama sekali oleh 2 orang ini, tapi ia senang saat melihat clarisa dan keponakan nya tertawa gembira.


" Dion apa kau mau mempunyai adik sepupu?" kata arka bertanya pada keponakan kecil nya, sedangkan clarisa yang mendengar hal itu sangat malu, dan menatap arka tajam, tapi arka sudah bebal dengan tatapan tajam clarisa.


" benalkah? Dion ingin punya adik cepupu, cantik bial bica belmain dengan Dion" kata Dion dengan mata yang berbinar.


" hehe tlima kacih paman"


" tapi kamu harus meminta bibi kecilmu untuk menyetujui nya" kata clarisa memulai niat nya.

__ADS_1


" bolehkah bibi kecil, Dion ingin punya adik cepupu yang cantik" kata Dion dengan tatapan memohon pada clarisa.


" eum, lihat saja nanti, hehe" kata clarisa canggung menjawab pertanyaan keponakan kecil nya ini.


" bibi kecil pokok nya halus mengabulkan nya, hoam Dion ngantuk bibi, bibi kecil tolong eluc eluc kepala Dion" kata Dion dengan wajah yang mengantuk berat.


" apa eluc eluc dion, bibi tidak mengerti" kata clarisa tidak mengerti perkataan Dion


" begini bibi, eluc eluc cepelti ini" kata Dion sambil mengelus Elus kepalanya sendiri.


" OOO Elus Elus" kata clarisa mengerti, sambil mengelus Elus kepala keponakan kecil nya, yang sudah mengantuk berat.


" benal cepelti itu, Dion tidak bica bilang ecss" kata Dion menahan kantuk nya, ia memeluk badan clarisa erat, dan mulai tertidur karna kelelahan bercerita, sedari Mera berangkat tadi.


arka terkekeh melihat interaksi clarisa dengan keponakan kecil nya, yang clarisa susah memahaminya. sekarang mobil ini sangat sepi karena clarisa juga tertidur, mengikuti keponakan kecil nya, arka menghentikan mobilnya, dan membuat bangku yang di tumpangi Clarisa dan Dion menjadi posisi tidur.

__ADS_1


setelah itu ia memulai, menjalankan mobilnya lagi, ia sebenarnya ingin mempunyai anak dari clarisa, tapi melihat reaksi clarisa seperti itu, ia agak kecewa tapi itu tidak masalah baginya, karena clarisa masih terlalu muda dan mungkin melanjutkan pendidikan nya lagi batinya.


 


__ADS_2