Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(32)


__ADS_3

arka terkejut mendengar perkataan clarisa, ia tidak tau clarisa bisa mengucapkan hal yang patal baginya.


" kau masih emosi sayang, tenangkan dirimu" kata arka ia tidak mau bercerai dari Clarisa, bagaimanapun ia tidak akan mau melepaskan orang yang dicintai nya.


" diam, hiks aku sudah muak pada semuanya, aku muak juga padamu, disaat aku membutuhkan mu kau kemana? kemana? kenapa kau tidak menjawab, keputusan ku sudah bulat bercerai dengan mu, setelah bercerai dengan mu aku akan pergi jauh dari sini, tidak akan kembali lagi". kata clarisa tegas menatap arka.


" tidaak aku tidak akan pernah menceraikan mu, sampai kapan pun nyonya Prasetya, tolong maap kan aku, tolong berikan kesempatan ke dua padaku nyonya Prasetya, kumohon"


arka memeluk Clarisa lagi erat, kali ini lebih erat, karna ia takut melihat tatapan clarisa yang dengan tegas menyatakan ingin bercerai dengannya, ia memeluk clarisa erat berharap clarisa memaapkanya, dan menghilang kan niatnya untuk bercerai dari nya.


Clarisa melepaskan pelukan arka cepat dan kasar, karna ia takut jika arka lebih lama memeluknya lagi ia akan luluh, ia sudah meneguhkan hati nya untuk bercerai.


" ini cincin pernikahan kita, aku kembalikan padamu, carilah perempuan lebih baik dariku, dan memulai kehidupan baru lagi, aku sudah tidak mencintai mu lagi, sekarang karna terlalu kecewa padamu"

__ADS_1


clarisa hampir menangis lagi, saat ia mengucapkan kata itu, ia tidak mau melihat raut wajah arka , hatinya sangat sakit melihat ekspresi arka, sekarang. bahkan arka Sudah mengeluarkan air matanya.


" baiklah, aku akan mengurus surat perceraian nya, nanti, kalau itu sudah keputusan mu, tapi kumohon jangan buang cincin ini bawalah ia selalu bersama dengan mu kemanapun kau pergi". kata arka berbicara sambil mengeluarkan air matanya.


Arka memasangkan kembali cincin pernikahanya, di jari manis Clarisa.


clarisa memalingkan wajah nya tidak mau melihat wajah arka yang seperti itu,itu terlihat sangat menyakitkan baginya.


" bolehkah aku mencium mu untuk terakhir kalinya?" tanya arka menatap sedih Clarisa.


arka memeluk clarisa erat,


" berbahagialah nyonya Prasetya, jaga dirimu" kata arka pelan

__ADS_1


" kau juga, aku akan pergi sudah ada yang menjemputku di depan selamat tinggal"


arka terkejut siapa yang di menjemput clarisa?. clarisa melepaskan pelukanya lagi lagi dengan paksa, karna arka tidak mau melepaskannya, ia pergi dan arka mengikutinya dari belakang.


seorang lelaki sudah menunggu Clarisa di gerbang dengan motornya, hati arka sangat sakit melihat clarisa naik ke atas motor lelaki yang pernah di jumpai nya saat di club malam waktu itu, Clarisa pergi meninggalkan dirinya.


clarisa melihat arka yang memandanginya dengan, sedih sarat akan keputus asaan, ia menangis tertahan di dalam helm nya saat ia mulai menjauh pergi meninggalkan arka.


arka terduduk di teras rumah orang tua clarisa, hatinya sangat sakit, ia tidak akan pernah melepaskan clarisa dari dirinya walaupun clarisa yang meminta nya.


ia membiarkan clarisa pergi untuk menenangkan pikiran clarisa yang kacau, dan ia nanti akan datang menjemputnya nya lagi, asal clarisa memakai cincin pernikahan nya, ia masih bisa mencarinya nanti.


arka menahan sakit pada dadanya, bekas tembakan Waktu itu, yang mulai berdarah lagi, karna pukulan clarisa tadi, ia tidak mau jujur pada Clarisa karna dalam keadaan seperti ini clarisa masih di selimuti emosi, jadi apapun yang akan ia katakan ia tidak akan mendengarkanya.

__ADS_1


" aku hanya berharap kau tidak melepaskan cincin itu Clarisa, apapun yang terjadi aku akan membawamu pulang nyonya Prasetya, dan akan kubuat kau untuk mencintai ku sekali lagi" kata arka lirih.


__ADS_2