Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(16)


__ADS_3

arka di panggil ke ruangan kepala sekolah, karna Clarisa, ia menancap gas mobil nya cepat menuju ke sekolah, ia tidak tau akar permasalahan nya dan ia tidak tau bagaimana ke adaan Clarisa sekarang.


ia masuk ke rumah sekolah itu, semua siswi yang ada di sekolah itu memandang kagum pada nya, tapi ia tidak peduli fokus nya sekarang ada pada Clarisa.


 arka mengetuk pintu ruangan kepala sekolah itu.


" permisi" kata arka sopan


" silahkan masuk pak arka"


kepala sekolah itu menjelaskan apa yang dilakukan Clarisa pada ke empat siswi itu, hingga ia di skors dari sekolah dan dihukum membersihkan toilet setelah kembali kesekolah.dan kepala sekolah itu juga memberitahukan arka bahwa Clarisa keluar dari sekolah sebelum jam sekolah berakhir. arka meminta maaf pada kepala sekolah itu dan berjanji mengajari tingkah laku Clarisa agar menjadi lebih baik.


 kepala sekolah itu tau kalau Clarisa sudah menikah dengan arka, tapi tidak dengan seluruh murid, itu di rahasiakan oleh ke dua keluarga mereka, agar Clarisa tidak malu.


 arka keluar dari ruangan kepala sekolah itu, ia tidak percaya Clarisa melakukan hal seperti itu, kalau pun iya pasti ada alasanya pikirnya, ia bingung mau mencari Clarisa kemana dan juga sangat khawatir kalau kalau Clarisa melakukan hal bodoh.


" per permisi"


arka terkejut siswi perempuan itu menegurnya tiba tiba.


" ya"


" apa anda saudara Clarisa?"


" benar"


" bolehkah kita berbicara sebentar, ini ten tentang Clarisa"


" baiklah"

__ADS_1


" namaku maira, se sebelumnya saya minta maap , karna saya Clarisa di hukum hiks"


" hn"


maira menjelaskan pada arka semua jalan kronologisnya hingga Clarisa melakukan hal itu pada ke empat siswi itu, arka lega ia tau sekarang Clarisa tidak akan berbuat seperti itu kalau tidak ada alasannya.


ia mengucapkan terima kasih kepada maira, dan pamit untuk mencari Clarisa yang entah pergi kemana, atau ia sudah pulang batinya.


ia melajukan mobilnya sambil menelpon Clarisa tapi seluruh panggilannya tidak ada satupun yang di jawab Clarisa. ia makin khawatir dengan keadaan Clarisa.


" jangan bertindak bodoh Clarisa" kata arka pelan, sarat akan ke khawatiran.


ia sampai di rumah, langsung membuka pintu, ia mencari Clarisa tapi ia tidak menemukanya.


ia duduk di sofa sambil melihat ponsel nya, dan bodohnya ia lupa bahwa ia sudah memasang GPS di cincin pernikahan Clarisa, yang clarisa sendiri tidak tau ada GPS di cincin pernikahannya sendiri.


sebelum menikah arka sudah mempersiapkan hal itu, takut takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan, seperti sekarang ini.


" kenapa kau ke tempat seperti itu Clarisa" geram arka saat melihat, Clarisa berada di salah satu klub malam.


ia segera pergi dan mengunci pintu rumah nya dengan tergesa-gesa. ia masuk ke mobilnya dan menancap gas mobilnya cepat.


ia heran Clarisa masih berseragam tapi kenapa bisa masuk ke tempat seperti itu batinya, rasanya ia ingin menghancurkan sesuatu, kenapa clarisa bodoh sekali pikirnya, bagaimana kalau ada laki laki yang berbuat tidak senonoh pada nya.


ia masuk ke dalam club itu, dan mencari cari Clarisa, semua orang heran apa gerangan seorang tentara masuk ke tempat seperti ini.


 


arka melihat Clarisa yang mabuk dan ditemani seorang lelaki, ia makin tambah emosi melihatnya.

__ADS_1


" Clarisa pulang"


" arka jelek hik ,hik kayak bebek "


" kau mabuk ayo pulang"


arka menarik tangan Clarisa, tapi di tepis oleh lelaki yang ada di samping Clarisa.


" siapa kau jangan kasar pada Clarisa" kata orang yang di samping Clarisa.


" kau yang siapa? aku suaminya"


" hahaha kau pasti bercanda, semenjak kecil kami berteman Clarisa tidak pernah mempunyai pacar, dan kau bilang kau suaminya, kau pasti sudah gila"


emosi arka sudah tak tertahankan lagi, ia mengabaikan lelaki itu, dan membawa Clarisa tapi lelaki itu bersikeras, walau ia sudah mencoba menjelaskan, karna emosi dan melihat Clarisa seperti ini.


ia menendang lelaki itu hingga tersungkur ke lantai, dan ia juga menunjukan bukti pernikahan mereka.


" apa kau puas" desis arka, ia menggendong Clarisa keluar dari klub itu, semua mata menatap nya.


" arka jelek hik kenapa kau hik bisa tau hik aku disini hik"


arka hanya diam tidak menjawab perkataan Clarisa, toh apa gunanya menjawab perkataan orang mabuk tidak perlu di tanggapi pikirnya.


ia masih emosi dengan bodohnya Clarisa datang ke tempat seperti ini, lain kali ia harus mengajar Clarisa dan menghukum nya.


" kalian tidak mengerti hiks, aku muak , selalu di kucilkan di sisihkan hiks, sekali aku membalas langsung seperti ini , aku benci semuanya . aku tidak jahat aku bukan pembunuh aku bukan pembunuh, dia sendiri yang melakukanya hiks"


arka diam mendengarkan, Clarisa menangis di gendonganya, ia berpikir kenapa Clarisa dituduh sebagai pembunuh dan di kucilkan?.

__ADS_1


ia tidak tau istri mudanya ini menanggung beban yang sangat besar di pundak nya.


" kau arka tidak meninggalkanku kan, aku tidak melakukanya aku bukan pembunuh hiks"


__ADS_2