
paginya di rumah tangga kecil ini.
" maap kan aku, kau jadi demam gara gara aku" kata clarisa panik saat melihat arka, yang tergolek lemah di ranjang.
" tidak apa apa ini hanya demam biasa" kata arka lemah dan sedikit serak
" aku menyesal telah memaksamu semalam" kata clarisa bersalah karna sikap egois nya membuat arka menjadi seperti ini, ia sudah sembuh tapi demam nya malah pindah ke arka.
" jangan merasa bersalah sayang, aku senang, kau sembuh, aku juga menikmati nya" kata arka terkekeh.
" kau menyebalkan, tunggu disini aku akan merawatmu"
clarisa pergi ke dapur dan menyiapkan, handuk kompres seperti yang di lakukan arka kemarin.
arka tersenyum, sebenarnya sebelum ia berhubungan badan dengan clarisa semalam badannya sudah tidak enak, akhirnya jadi seperti ini, ia malah senang saat sakit, karena ia bisa bermanja manja pada istrinya.
clarisa mengompres dahi arka, hati hati takut karna air nya akan menetes ke wajah arka, ia memasangkan kompres itu di dahi arka, ia mau memasak bubur untuk arka.
__ADS_1
dan susah nya arka sedari tadi memegangi tangan nya, tidak membiarkan clarisa pergi walau sedetikpun
" sebentar aku akan memasak bubur untuk mu" kata clarisa mulai jengah dengan sikap arka yang manja ini.
" tidak aku tidak lapar kau disini saja" kata arka bersikeras.
" kau tidak lapar, tapi aku lapar tuan arka, kau mau aku sakit lagi?" kata clarisa lagi meyakinkan arka, hanya bisa dengan cara ini, baru arka melepaskan nya pikirnya.
arka melepaskan clarisa tapi wajah nya, sangat cemberut seperti anak anak yang sedang merajuk, sangat imut menurut clarisa.
" tunggu disini, aku hanya pergi sebentar untuk memasak setelah itu aku kembali lagi" kata clarisa melihat tatapan heran arka.
" hn, jangan lama lama"
" baik tuan" kata clarisa seperti seorang pelayan yang hormat pada tuanya.
__ADS_1
clarisa membuka ponselnya, ia ingat ini pemberian alvaro untuk nya, ia tetap memakainya supaya mengingatkan ia seberapa, susah perjuangan nya untuk kembali pada arka.
ia membuka google dan mencari resep untuk membuat bubur, setelah ia melihat nya dengan seksama, ia mulai mencoba nya.
setelah setengah jam kemudian, bubur yang di buat oleh clarisa sudah jadi, ia mencoba bubur buatan nya sendiri, ia merasa bubur nya lumayan enak, setidaknya tidak membuat orang muntah atau keracunan memakannya.
ia membawa bubur itu ke kamar mereka, ia melihat arka yang tertidur pulas, ia membangunkan arka sebenarnya ia tidak tega, tapi karena arka belum makan ia harus membangunkan nya dan meminum obatnya.
arka bangun, clarisa menyuruh arka untuk minum air terlebih dahulu, arka meminum air yang di berikan clarisa, ia tidak bisa bercanda lagi, karna demam nya sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.
clarisa menyuapi bubur yang baru dibuatnya tadi pada arka, arka menerimanya dengan membuka mulutnya, ia tidak mengatakan apapun, setelah selesai memakan makananya, dan meminum obatnya, ia mengucapkan trimakasih pada clarisa.
clarisa sangat khawatir melihat demam Arka semakin tinggi, setelah mengecek suhu tubuh arka, yang menunjukan 40°c.
clarisa semakin panik ia ingin membawa arka ke rumah sakit tapi arka menolaknya, ia beralasan sebentar lagi ia akan sembuh, hanya perlu istirahat saja.
clarisa menyerah membujuk arka, ia mengompres dahi arka, hingga arka tertidur lagi, ia memasangkan kompres pada dahi arka,
Sekarang ia tidur di samping arka, sebenarnya arka sudah melarang nya untuk tidak terlalu dekat dengan nya, agar demam nya tidak menular lagi pada clarisa, clarisa tidak peduli ia memeluk lengan arka erat, ia takut arka tidak membuka mata nya lagi.
__ADS_1
" cepat sembuh arka, aku takut kau seperti ini" kata clarisa lirih melihat arka memejamkan matanya.