Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(42)


__ADS_3

 


arka emosi melihat bagaimana, Alvaro mencium clarisa di bibirnya, ia berteriak dan mengambil pistol nya kembali, tidak lama anak buahnya datang, mereka saling menodongkan senjata.


Alvaro melepaskan ciumanya pada clarisa, karna melihat situasi.


" lepaskan clarisa Sekarang" kata arka murka, ia menodongkan pistol nya pada Alvaro.


 


" hahaha apa kau mau mati?, aku akan membunuhnya, cepat berlutut kalau tidak aku akan menembak kepalanya" Alvaro tertawa sambil mengancam arka.


" hentikan itu, kau tidak bisa seperti ini, hentika alvar" belum sempat clarisa menyelesaika. ucapanya, ia sudah ditampar oleh Alvaro.


" kau tidak pernah mengerti clarisa!"


 


" apa yang aku tidak mengerti aku menyayangimu, kita bisa menjadi keluarga yang baik teman yang baik" kata Clarisa sambil melirik arka, ia ingin mengalihkan perhatian Alvaro, setelah itu baru arka menembak Alvaro.


" kau tidak mengerti sakit nya dikhianati! aku hanya percaya padamu tapi kau melakukan ini padaku, kau bahkan menghianatiku, dengan berpura pura baik padaku, supaya kau bisa membunuhku!, kenapa dunia ini tidak pernah adil untuk ku" alvaro menatap tajam clarisa sambil meneteskan air mata nya.


" kau harapan untuku selama ini untuk bertahan hidup di dunia, jika kau tidak menginginkanku, bunuhlah aku sekarang" kata Alvaro sambil melepaskan ikatan pada tangan Clarisa.


 

__ADS_1


clarisa menangis ia juga tidak tega menghianati alvaro ia sangat menyayanginya.


" tidak tidak hik kita bisa hidup bersama sama, asalkan kau tidak berbuat hiks seperti ini lagi Alvaro".


" tidak ada gunanya, aku hanya hidup untuk mu dan mati juga karna mu, maap kan aku, karna sudah membunuh orang tuamu, dan orang orang itu, aku hanya tidak bisa melihat mu disakiti, bunuhlah aku, sebelum aku berubah pikiran, aku mempercayakan kau clarisa kepada suamimu yang sialan itu, berbahagialah"


lagi lagi Alvaro meneteskan air matanya, ia berfikir kalau clarisa saja sudah tidak menginginkan nya untuk hidup, untuk apalagi ia hidup pikirnya, ia memberikan pistol kepada kedua tangan Clarisa, clarisa menolak nya, tapi ia memaksa nya agar Clarisa mau memeganginya.


 


" bunuhlah aku balaskan dendam orang tuamu, tapi kau tau clarisa, kau adalah satu satunya kebahagiaan dalam hidup ku, trimakasih untuk semuanya"


 


" tidak hiks, kau tidak bisa seperti ini hiks, jangan tinggalkan aku, hiks Alvaro bangun hiks maap kan aku, sudah berbuat jahat padamu, alvaro hiks"


 


Clarisa berteriak memanggil manggil nama alvaro yang di pangkuannya, tapi Alvaro sudah tidak bernyawa lagi clarisa memeluk tubuh alvaro kuat.


arka tidak melakukan apapun, saat Melihat clarisa menangis sambil memeluk alvaro, karna ia tidak bisa sembarang masuk antara alvaro dan clarisa.


 


clarisa masih menangis, anak buah alvaro menjelaskan prihal tentang rencana ini, alvaro memang berniat membunuh dirinya sendiri.

__ADS_1


 


Alvaro tidak berniat membunuh arka, atau yang lainya, ia hanya mengetes arka seberapa sayang arka pada Clarisa, saat alvaro menampar clarisa dan melihat reaksi arka itu sudah cukup baginya untuk percaya.


ia melakukan itu karna melihat tatapan clarisa sudah tidak menginginkan kan ia hidup lagi, jadi ia membunuh dirinya sendiri, untuk membalas semua perbuatan yang sudah ia lakukan, ia hidup dan bertahan juga karna adanya clarisa jika clarisa tidak menginginkannya untuk hidup lagi?, maka ia akan mati demi clarisa.


arka mengerti sekarang kenapa barusan Alvaro tidak langsung membunuhnya, padahal kalau ia berniat membunuh arka banyak , peluang sedari tadi yang ia miliki, ia tidak tau ternyata cinta alvaro bisa membuat ia menjadi seperti ini.


clarisa memeluk tubuh Alvaro, ia membuka baju Alvaro, dan terkejut saat melihat bekas bekas siksaan orang tua alvaro yang sangat banyak di tubuhnya.


 


clarisa mencoba menghentikan darah yang keluar dari tubuh alvaro,karna bekas tembakan yang ia lakukan tadi, Sekarang badan alvaro mulai mendingin.


 


" ARKAAAA TOLONGGGG BAWAAAA ALVAROOOO KE RUMAH SAKITTTT SEKAARAAAANGGGG"


teriak clarisa kuat pada Arka, tapi arka tidak bergerak sama sekali karna ia tau, alvaro sudah tidak bernyawa lagi, karna tembakan itu langsung tepat pada jantung nya, arka sedih melihat Clarisa lagi lagi berteriak padanya.


" maap kan aku clarisa tapi dia sudah meninggal" kata Arka pada clarisa setelah mengecek, nadi, dan napas alvaro yang sudah berhenti, tidak ada lagi tanda tanda kehidupan disana.


 


Saat mendengar ucapan arka, clarisa makin menangis kuat, semua menatap iba pada clarisa dan menundukan kepalanya, saat mendengar tangisan clarisa yang sangat pilu.

__ADS_1


__ADS_2