Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(14)


__ADS_3

 


malam nya, arka mendengar suara orang menangis, ia terbangun dari tidur pulas nya, jam menunjukan pukul 2 pagi.


 


" hiks hiks hiks"


arka bangun dan melihat clarisa tidak ada di samping nya, ia bergegas dan mencari Clarisa, dan ia melihat pintu kamar mandi tertutup, arka tau clarisa pasti di dalam.


" Clarisa kenapa kau menangis? buka pintu nya" tanya arka khawathir


" perut ku sakit hiks"


‌" apa kau sembelit?" tanya arka menebak apa yang terjadi


" iya"


" hahahaha maka nya nyonya Prasetya makan tidak boleh berlebihan Kena azab nasi Padang kan"


" kau menyebalkan pergi saja dari hiks situ"


arka berhenti tertawa ia tidak tega juga melihat clarisa dengan keadaan seperti itu, ia turun ke bawah dan mencari obat sembelit, dan naik lagi ke atas.


" Clarisa buka pintu nya, pakai kan ini"


Clarisa membuka pintu kamar mandi sambil merintih karna perut nya sangat sakit, ia menerima obat sembelit yang diberikan arka padanya.


" bagaimana uhk cara memakainya? aku uhk tidak mengerti"


" buka tutupnya masukan ujung nya pada anus mu, dan pencet kan saja hingga obat nya masuk, kalau tidak mau aku saja yang memasukan obatnya bagaimana?" tanya arka nakal


" kau uhk mesum, tunggu saja aku di depan pintu jangan kemana uhk mana"


" aku kecewa sekali, iya aku akan menunggumu"


 

__ADS_1


arka mengantuk menunggui Clarisa, karna ini sudah setengah jam, ia hanya bersender di dinding samping pintu kamar mandi.


 


cklek pintu terbuka, Clarisa keluar ia malu pada arka.


" sudah keluar berlian nya?" tanya arka jahil


" sudah kalau kau mau aku bisa memberikannya padamu"


" kau baik sekali sayang" arka menjawab sambil terkekeh pelan


" trimakasih, untuk yang tadi" kata Clarisa malu, arka sudah memperingatinya, untuk tidak berlebihan makan nasi Padang kemarin, tapi ia ngeyel, dan makan sangat banyak.


" hn, lain kali dengarkan ucapan suamimu Clarisa" arka berbicara serius pada Clarisa.


" iya" kata clarisa sedih, ia mengerti ia selalu membantah apa saja yang di ucapkan arka padanya padahal itu untuk kebaikan nya sendiri.


" sudah nyonya Prasetya jangan ulangi lagi"


"cup" arka mencium dahi Clarisa.


 


arka menggendong Clarisa menuju ranjang, Clarisa menolak tapi apa daya arka lebih keras kepala darinya.


 arka menyelimuti dirinya dan Clarisa, ia memeluk Clarisa erat ia yakin setiap memeluk Clarisa ia akan mimpi indah.


 


Clarisa hanya diam di pelukan arka, ia menghirup wangi alami tubuh arka, ia sangat menyukainya karna itu membuat ia tenang, seakan bahu lebar itu dapat melindunginya, dari bahaya apapun.


 


paginya, Clarisa bangun cepat, ia melihat arka masih tertidur pulas, ia tidak mau membangunkan arka, karna ia tau arka sangat mengantuk semalam, karna ulahnya walau begitu arka sangat sabar menungguii nya.


Clarisa memasak nasi goreng dan telur ceplok di atasnya, ia belajar waktu itu untuk bisa membuat nasi goreng, dan ia berhasil, walau tidak seenak masakan arka.

__ADS_1


" kau sudah bangun?"


" hn"


" apa kau mau kopi aku akan membuatkan ya"


" apa kau bisa membuat kopi? aku tidak yakin, nanti kopi mu semanis air laut" kata arka mengejek Clarisa.


" jangan mengejeku tuan arka, walau aku tidak pandai memasak tapi kalau membuat kopi aku bisa"


" baiklah buatkan aku"


 


arka memperhatikan, clarisa yang membuat kopi hingga selesai dan di berikan Clarisa untuk nya.


 


" bagaimana?"


" lumayan, ini tidak seperti air laut"


" sebodoh bodohnya aku, aku bisa membedakan gula dan garam kau menyebalkan" Clarisa cemberut dan melanjutkan memasak nasi goreng.


" aku bercanda istri ku, nyonya Prasetya sangat enak membuat kopi, aku ingin di buatkan kopi setiap pagi olehmu"


" sudahlah jangan gombal, duduk saja disitu tuan arka baru kita sarapan"


" baiklah, apa kau sudah bisa memasak?"


" tentu aku juga sudah belajar"


" aku semakin bangga saja pada istri muda ku ini" kata arka sebelum menyuapkan makanan ke perutnya.


 


mereka makan bersama dan bersiap siap untuk melakukan aktivitas pagi ini

__ADS_1


 


__ADS_2