
keluarga besar ini saat ini tengah makan malam, keluarga ini terlihat sangat hangat, setelah selesai makan malam, Dion menarik baju clarisa.
" ada apa Dion?" tanya clarisa heran, keponakan nya ini tiba tiba menarik bajunya.
" Dion ingin duduk di pangkuan bibi kecil" kata Dion imut, berharap clarisa mau mengabulkan permintaan nya
Dion masih berumur 5 tahun, tapi kecerdasan nya luar biasa, ia sangat mirip seperti ayah nya
" tentu" kata clarisa, ia memangku Dion dan mengelus kepalanya, lembut. semua orang menatap clarisa takjub, karna Dion tidak akan mau Akrab dengan orang baru.
" dasar anak manja" kata arka mengejek Dion
" bilang caja kalau paman cembulu, dacal paman jelek" kata Dion ketus pada arka, dengan logat cedel nya
semua orang tertawa, di rumah ini hanya arka yang tidak akrab dengan Dion, mereka sering adu mulut seperti ini, dan mereka sudah biasa melihat pemandangan seperti itu.
tapi walaupun begitu arka, dan Dion saling menyayangi bukti nya, setiap arka mau pergi dinas, atau pulang ke rumah nya, Dion meminta ikut dan menangis.
__ADS_1
" dasar anak kecil" kata arka mengejek Dion lagi.
" bial caja week" kata Dion tidak mau kalah
" OOO berani mengejek paman? nanti paman tidak mau membelikan Dion mainan lagi, dan tidak mau mengajak Dion jalan jalan!" kata arka mulai mengancam keponakan kecilnya
mata Dion mulai berkaca kaca, mendengar arka mengancam nya.
" bibi juga bisa membelikan mu mainan, dan mengajak mu jalan jalan" kata clarisa menghibur Dion yang mulai menangis.
" benarkah, aku sangat cenang, weeek dasar paman jelek, Dion gak akan mau lagi cama paman jelek" Dion memeluk clarisa senang, dan mengejek arka.
" ya sudah kalau begitu" kata arka mulai berwajah masam karna rencana nya mengancam keponakan kecil nya gagal
malam nya clarisa masuk ke kamar arka yang lama, ia melihat arka sudah tiduran duluan di ranjang, dan saat melihat arka tawanya seketika meledak dan membahana memenuhi kamar itu.
arka heran apa gerangan istrinya tertawa seperti di rasuki setan pikir nya.
__ADS_1
" clarisa kesini" kata arka memanggil clarisa yang masih tertawa.
clarisa masih tertawa tapi ia menurut dan mendekat pada arka, arka menyentuh dahi clarisa dengan punggung tangan nya.
masih normal gumam arka, dan di dengar oleh clarisa, dan langsung clarisa berhenti tertawa.
" apa maksudmu apa kamu mengira aku sakit?" kata clarisa mulai curiga dengan arka
" aku tidak ada bilang ya, kamu sendiri nyonya Prasetya, yang bilang sendiri, jadi kenapa kamu nyonya Prasetya tertawa sendiri?"
clarisa memperlihatkan beberapa foto arka yang masih kecil, seperti saat arka menangis hingga ingus nya keluar, dan saat arka mandi telanjang, saat kecil semua foto foto yang di perlihatkan clarisa aib arka semua.
arka malu saat melihat Clarisa memegang foto dirinya saat masih kecil, ia mencoba merebut nya, dari clarisa tapi clarisa lebih sigap darinya.
" kalau kamu mau foto suamimu ini, aku akan memberikan yang banyak untuk mu sekarang, tapi jangan yang itu, itu memalukan" kata arka jujur pada clarisa.
" tidak aku mau yang ini, karena aku senang bisa mengenal mu juga dari saat kecil" kata clarisa menatap lembut foto yang ada di tangan nya.
__ADS_1
" baiklah apapun untuk mu istri ku" kata arka memeluk clarisa erat dan menyelimuti mereka lalu mencium dahi clarisa lembut.