Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(6)


__ADS_3

 


Clarisa mencoba untuk memasak, karna alasan kewajiban istri , sebenarnya sekalipun Clarisa tidak pernah memasak, ia menganggap memasak itu hal yang sangat mudah untuk dikerjakan.


dan ia melihat dapur saja kadang setahun sekali, ia tidak suka memasak ia menganggap itu merepotkan.


 


Kini ia menyesalinya setelah menikah, ia mencoba menggoreng telur tapi selalu gosong, asap mengepul. Arka mendengar suara ribut ribut di bawah, ia melihat Clarisa dengan dapur yang seperti kapal pecah.


Ia memijit kening nya sendiri, melihat kelakuan clarisa yang bolak balik memecahkan telur, ke penggorengan dan berteriak ketika telur itu mulai menggosong, dan ia lakukan itu ber ulang ulang.


 


" Kecilkan api nya, nyonya Prasetya"


" Alah kamu hanya bisa komentar doang tapi tidak bisa mempraktekkannya, jangan banyak cerita tuan" Kata Clarisa kesal karna ia tidak suka di komentari.


akhirnya arka turun tangan, untuk memasak, arka menyuruh Clarisa untuk memperhatikan nya saat masak, Clarisa diam saja dan duduk di meja makan sambil memperhatikan arka yang masak dengan sangat lihai.


 


saat melihat arka jiwa kewanitaan Clarisa merasa terguncang, dan di ragukan karna arka lebih pintar memasak di banding kan dirinya yang seorang wanita.


tidak berapa lama kemudian makanan dengan berbagai macam hidangan sudah siap di meja, Clarisa takjub dengan kemampuan memasak arka.


" pasti rasa nya, tidak secantik bentuk nya, sama sepertimu"


" jangan banyak cerita makan saja, itu nyoya Prasetya"Clarisa memakan masakan arka dan ia terkejut, rasa nya sangat enak.


 


" bagaimana?" tanya arka


" lumayan" kata Clarisa padahal dalam hati nya ia merasa sangat enak, tapi karna ia gengsi,  ia mana mau bilang kalau masakan arka enak, ia malas kalau arka besar kepala.

__ADS_1


" terserah kau saja nyonya Prasetya"


" hei aku tidak setua itu, aku tidak suka kau memanggil ku nyonya, dan aku tidak setua dirimu".


" kenapa, kau kan sudah menjadi nyonya Prasetya, dan aku tidak tua, hanya berbeda 7 tahun darimu, lagipula kau juga memanggilku tuan"


" kalau kau tetap memanggilku nyonya, kau akan ku panggil kakek"


kata Clarisa tidak mau kalah.


" terserah kau saja, sudah makan makananmu"


" sampai kapan kita berada di sini , aku tidak suka" kata clarisa


" tidak lama, hari ini kita akan ke rumah orang tuamu, untuk mengambil semua barang barang mu, dan pindah ke rumah baru."


" apa kita tidak bisa tinggal di rumah orang tuaku saja?"


" ingat nyonya Prasetya kita sudah menikah, tidak mungkin tinggal di rumah orang tuamu lagi"


" tenang saja kita akan sering mengunjungi orang tuamu"


" benarkah?"


" tentu"


arka tau Clarisa, masih ingin kasih sayang dari orang tuanya, lagipula ia masih berumur 17 tahun.


" kenapa kau memakan masakan ku?"


tanya Clarisa heran, ia saja ngeri melihatnya, dengan bentuk yang sudah menghitam, dan sudah tidak dapat di depinisikan lagi. itu bukan makanan manusia batinnya.


" ini enak" kata arka.


Clarisa tidak percaya, dengan perkataan arka, ia mencoba mencicipi masakanya, dan ia berlari ke closed memuntahkan kan makananya seketika.

__ADS_1


" kurasa Indra perasa mu bermasalah, kenapa kau masih memakan masakan itu"


tanya Clarisa heran ia bahkan sudah memuntahkan makananya, rasa nya tidak bisa dijelaskan asin, pahit bercampur menjadi satu. dan ia melihat arka tenang tenang saja memakanya.


" ini masakan pertama istriku mana mungkin aku tega membuangnya" kata arka singkat.


Clarisa terharu, walaupun sipat arka tidak seperti manusia normal menurutnya, tapi ada kalanya ia akan berkata baik.


" mudah mudahan aku tidak mati memakan masakan mu nyonya Prasetya, kan tidak lucu komandan tentara meninggal sehari setelah menikah karna memakan masakan istrinya"


Clarisa tidak jadi memuji arka baru saja dipuji, tingkah nya menjadi iblis lagi.pikirnya


" sial*n kalau kau tidak suka tidak usah dimakan,"


kata Clarisa emosi.


" kurangi kata kata tidak sopan mu nyonya Prasetya, aku suamimu, dan apa kau ingin punya anak?"


tanya arka tiba tiba pada Clarisa.


" tidak aku tidak ingin punya anak, mereka merepotkan"


" kalau begitu minum ini" kata arka sembari memberikan pil KB pada Clarisa, ia paham Clarisa masih terlalu muda untuk punya anak, maka nya ia tidak menuntut clarisa untuk mempunyai anak, tapi kalau Clarisa mau ia tidak masalah.


 


" hn"


Clarisa tau itu pil apa yang diberikan arka padanya ia meminumnya cepat.


setelahnya.


arka membantu Clarisa untuk mencuci piring, arka juga libur dari dinasnya karna pernikahan ini jadi dia agak lenggang


beberapa hari ini, sebelum kesibukan menderanya, untuk menjalankan tugas negara.

__ADS_1


__ADS_2