Istri Muda Tentara Tampan

Istri Muda Tentara Tampan
(43)


__ADS_3

clarisa tidak berhenti menangis, saat hari kematian alvaro hingga sekarang alvaro dimakamkan, ia masih saja menangis tidak berhenti sejenak pun, arka hanya bisa memeluk dan mengelus pucuk kepala clarisa.


clarisa meminta arka, untuk merahasiakan identitas Alvaro sebagai pembunuh mawar berdarah itu ke publik, ia tidak mau orang orang mulai mencaci, dan menghina alvaro, dia berpikir alvaro sudah membalas perbuatan nya dengan membunuh dirinya sendiri.


arka hanya mengangguk, dan merahasiakan identitas alvaro dari publik, mengikuti permintaan istri nya, dan meminta atasan nya untuk mengurus hal itu.



clarisa memakamkan jenazah alvaro di samping makam orang tuanya, karena alvaro juga orang yang paling berharga baginya, bahkan ia sudah menganggap alvaro sebagai Kaka kandung nya sendiri.



semua orang sudah pulang, dari pemakaman itu, clarisa masih setia duduk dan menangis, di samping makam alvaro dan orang tuanya, ia melihat makam itu dengan tatapan kosong.



arka melihat makam orang tua clarisa ia meminta maap dalam hati karna membuat putrinya selalu menangis dan tidak pernah bahagia lagi semenjak kematian mereka, ia berjanji setelah ini ia akan membuat clarisa kembali seperti semula, walau ia tau itu tidak akan mudah.


__ADS_1


hujan datang dan mulai membasahi tubuh mereka, tapi Clarisa masih setia menangis tidak mempedulikan hujan yang makin lama makin lebat. arka memeluknya dan mengajak nya pulang tapi clarisa tidak menghiraukan kan arka.



" kenapa hiks semua orang meninggalkanku, aku seperti orang pembawa sial bagi orang hikh orang yang paling berharga untuk ku hiks hiks" kata clarisa sesenggukan di pelukan arka.



" dengar kan aku, kau clarisa bukan pembawa sial, kau adalah orang yang bisa membuat orang bahagia, hingga alvaro begitu cinta padamu, dan tentu aku juga sangat mencintaimu,


jodoh rezeki dan maut sudah tuhan yang mengatur dan menentukan, orang tuamu meninggal dan orang orang di dekatmu meninggal, mungkin perjanjian nya dengan Tuhan sudah selesai di dunia dan mereka harus kembali ke sisi nya


jadi jangan menyalahkan diri sendiri, INGAT ITU SEMUA KEHENDAK TUHAN" kata arka menjelaskan panjang lebar pada clarisa dan menekankan kata terakhirnya.



arka tau clarisa menyalahkan dirinya sendiri atas kematian orang orang terdekat nya, arka tau bagaimana sakit nya kehilangan orang yang berharga.


__ADS_1


" kita tidak bisa berlarut larut dalam kesedihan, kita harus bangkit dari keterpurukan untuk mulai kehidupan yang lebih baik lagi, jadikan itu sebagai pelajaran agar kita tidak membuat kesalahan yang sama lagi" kata arka memeluk clarisa dan melepaskan jaket nya sendiri dan menutupi kepala clarisa dari hujan.



" hiks hiks maap kan hiks sku, hiks arka " kata clarisa tiba tiba merasa bersalah pada arka.


" sudah sudah, nyonya Prasetya ku, sudah tidak boleh menangis lagi, sudah cukup, nanti orang tuamu mengutuku dari kuburnya, karna membuat putri kecilnya menangis" kata arka bercanda pada clarisa, ia menghapus air mata clarisa lembut.


" kau hiks menyebalkan" clarisa menangis sambil tertawa.



" sudah ayo kita pulang, hujan semakin lebat, nanti kau sakit, naik saja ke punggung ku, aku akan menggendong mu istriku" kata arka sambil menjongkokan badanya, dan menyuruh clarisa naik.



clarisa tidak menolak, ia naik ke punggung arka, dan mengalungkan tangan nya pada leher arka, ia menelusup kan kepala nya, pada leher arka ia mencium wangi alami tubuh arka yang bercampur dengan air hujan.


__ADS_1


Clarisa sadar ia tidak boleh menangis berlarut larut, karna masih ada suaminya yang menyayanginya, ia akan mencoba mengabulkan permintaan terakhir orang tuanya, untuk selalu bahagia.


__ADS_2