
pagi ini Clarisa berlari lagi menuju toilet, ia memuntahkan semua yang ada diperutnya. mereka bahkan tidak jadi pergi ke rumah orang tua arka karena keadaan Clarisa yang seperti ini.
arka masih setia menunggu Clarisa yang berdiri di samping wastafel untuk mengeluarkan makanan apa saja yang berada di perut nya, ia mengelus tengkuk Clarisa pelan, ia sangat khawatir dengan keadaan Clarisa, ia mengajak Clarisa untuk ke dokter lagi tapi Clarisa bersikeras tidak mau ke dokter membuat ia frustrasi dengan melihat ke adaan Clarisa seperti sekarang, karena tidak ada yang bisa ia kerjakan selain mengelus tengkuk Clarisa.
Clarisa tidak mau makan apapun setiap ia makan ia akan memuntahkan makanan nya, Clarisa bahkan sengaja menahan lapar agar dirinya tidak mual dan muntah karena itu akan sangat menyiksanya.
" arka ini sangat menyebalkan, kenapa hamil ini sangat menyusahkan ku" ucap Clarisa lirih sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang arka.
" kamu pasti bisa, nanti akan terbiasa, bersabarlah nyonya Prasetya" ucap arka pada Clarisa sambil mengelus kepala Clarisa pelan.
__ADS_1
"sampai kap Hoek Hoek" belum sempat Clarisa menyelesaikan ucapannya mual itu datang lagi kepadanya, ia melepaskan pelukannya pada arka dan berdiri setia di depan wastafel, sambil mengeluarkan muntahan nya
" sudah reda mual nya?" ucap arka pelan setelah beberapa saat mereka terdiam tanpa ada pembicaraan apapun selain, suara muntahan Clarisa tadi.
Clarisa hanya mengangguk ia tidak mau berbicara karena sudah sangat lelah, akibat mual muntah yang sudah menguras semua tenaga nya.
arka terdiam ia melihat punggung Clarisa yang masih setia berdiri menghadap wastafel dan membelakangi nya. arka mengangkat tubuh Clarisa bridal style, dan itu membuat Clarisa terkejut karena tiba tiba arka menggendong nya.
" aku akan menggendong mu ke tempat tidur" ucap arka pelan
" aku tidak mau aku mau disini saja, lepaskan aku " ucap Clarisa memberontak pada arka, hingga arka terpaksa melepaskan Clarisa dari Gendongan nya.
" duduk saja di kamar nyonya Prasetya, aku akan mengambil kan makanan untuk mu" ucap arka menghela napas saat Clarisa mulai keras kepala, tapi ini sudah seharian Clarisa tidak menyentuh makanan apapun ke mulutnya.
__ADS_1
" aku tidak mau duduk disana, dan aku tidak mau makan, itu akan membuat aku mual lagi, ini saja sudah membuat ku susah, jangan persulit aku lagi, kumohon arka aku mohon padamu" ucap Clarisa menangis sambil memohon pada arka.
arka tidak menjawab pertanyaan Clarisa ia berlalu meninggalkan Clarisa yang masih menangis di depan wastafel, Clarisa makin menangis keras saat arka meninggalkan nya begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya.
ia merosot kan tubuhnya hingga terduduk di kamar mandi, rambut kusut baju acak acakan ia terlihat sangat menyedihkan. dan mual itu datang lagi padanya ia mencoba untuk berdiri menghadap ke arah wastafel lagi untuk mengeluarkan cairan bening itu dari perutnya.
ia mendudukan dirinya lagi di di lantai tanpa peduli pada tubuhnya akan kotor , sambil menangis menahan mual dan sedih saat tau arka sudah tidak peduli padanya lagi, ia kembali mengingat kedua orang tuanya lagi mungkin jika orang tuanya ada ia tidak akan bisa sesedih ini, ia tidak percaya begitu tega padanya meninggalkan ia seperti ini.
" arka sudah tidak sayang lagi padaku ibu, dia sudah tidak peduli lagi padaku, sekarang aku sendiri disini, dia sudah meninggalkan ku sendiri, kenapa dulu kalian tidak membawaku juga untuk pergi bersama kalian, apa kalian sudah merasa tenang disana" ucap Clarisa sambil menangis pelan, air mata dan suara tangisannya bercampur dengan suara gemericik air, seakan menemani nya untuk menangis bersama.
__ADS_1